Bahasan Larutan Buffer di Sekolah dan Permasalahannya

Urip.wordpress.com

Larutan buffer atau larutan penyangga di sma dititikberatkan lebih banyak pada hitungan dengan permainan derajat ke-asam-an. Ada juga sih yang dibahas sedikit sifat dan manfaatnya sebab kurikulumnya memang begitu. Praktiknya pun dibuat simpel, itupun kalau dilakukan. Soal-soal hitungan sepertinya memang menjadi cukup dominan pada pelajaran kimia tidak hanya pada pokok bahasan larutan buffer. Soal ujian-ujian itu sebagai salah satu bukti. Parahnya kadang banyak siswa (mungkin juga guru) yang tidak memahami apa makna dibalik hitungan angka-angka itu. Apakah memang demikian seharusnya pelajaran kimia diberikan dan diujikan?

Bahasan larutan penyangga ini diletakkan dalam grup bahasan larutan. Biasanya terletak antara bahasan asam-basa dengan garam-garam terhidrolisis di kelas 11. Kalau semua sudah terbahas kemudian siswa diberikan soal acak antar bahasan-bahasan tersebut, maka siswa sering bingung untuk menerapakan konsep mana pada soal itu, apakah suatu soal itu masuk dalam larutan penyangga atau garam-garam terhidrolisis. Artinya siswa kurang memahami konsep larutan buffer dengan baik.

Untuk bisa memahami bahasan larutan buffer siswa harus paham terlebih dahulu tentang konsep kesetimbangan reaksi, dan konsep asam basa. Dua pokok bahasan itu sebagai prasyarat untuk bisa belajar larutan buffer dengan baik. Di kurikulum kimia sekarang sudah benar penempatannya. Yang utama adalah bahasan asam basa. Dalam larutan buffer jika larutan tersebut ditambah sedikit asam-basa kuat maka pH-nya tidak berubah secara signifikan. Kata sedikit penambahan asam atau basa berarti mengubah konsentrasi H+ atau OH pada larutan buffer itu. Bagian inilah yang memerlukan pemahaman prinsip pergeseran kesetimbangan untuk diterapkan dalam menjelaskan cara kerja larutan buffer.

Seperti di sma, larutan buffer di perkuliahan kimia dasar juga tak jauh beda, dangkal, kecuali bahasan di kimia analitik yang diberikan di semester lanjut. Itupun (dulu) tak begitu mendapatkan penjelasan yang cukup, maklum ada alasan keterbatasan referensi. Sekarang ada internet dan banyak buku. Jadi sekarang adalah saat tepat untuk lebih banyak belajar bagi siswa ataupun guru. Jadi tidak sekedar tahu hitungan pH tentang larutan buffer dan yang lainnya. Silahkan cek beberapa penjelasan yang cukup gambalang tentang larutan buffer atau penyangga di tautan berikut.

Siswa sering kali lupa rumus perhitungan pH larutan buffer, karena ia memang menghafalkan saja tanpa paham asal muasalnya. Padahal konsepnya berdasar tetapan ionisasi asam/basa lemah yang mengalami reaksi kesetimbangan. Mirip rumus tetapan kesetimbangan, [ H+] saja yang perlu dihitung untuk menentukan besarnnya pH.

Kadang siswa juga sangat sering keliru dalam menentukan jenis asam/basa kuat/lemah. Ini juga salah satu penyebab siswa lambat memahami konsep larutan buffer. Ketidakyakinan dalam penentuan jenis asam/basa akan membuat bahasan larutan buffer menjadi tidak meyakinkan pula dan pada akhirnya menyulitkan siswa. Padahal tidak semestinya itu dialami siswa.

Dengan mengetahui beberapa permasalahan mengemuka maka guru dan siswa bisa mengantisipasinya. Penekanan pada pokok bahasan sebelumnya harus benar-benar mendapat perhatian. Mulai dari konsep mol, hukum kekekalan massa, konsep asam basa dan larutan pada umumnya, kesetimbagan reaksi harus dipahami menyeluruh untuk mempermudah penguasaan pokok bahasan larutan buffer. Rumus-rumus yang ada yang biasa membuat siswa harus menghafal sebisa mungkin untuk diminimalisir. Kimia bukanlah sekedar berhitung secara matematis.

Iklan