Mau Menjadi Guru Kreatif? Gampang Itu!

urip.wordpress.com

Rekan saya menulis bahwa kurikulum itu tidak ada yang menyulitkan hanya guru saja yang kurang/tidak kreatif. Pernyataan yang sangat positif dengan pemikiran positif. Saya menimpali apapun kurikulumnya, guru kreatif yang menentukan. Ngomong-ngomong cara jadi guru kreatif secara spesifik itu gimana yah, cara kreatif yang simpel gimana yah, menjadikan konsep pembelajaran kreatif itu gimana yah. Gimana-gimana, mikir dong! 🙂

Banyak mungkin guru yang tidak tahu bagaimana menjadi guru kreatif. Mereka tidak tahu caranya. Pokoknya saya ya begini ini, mau kreatif atau tidak pokoknya saya mengajar saja dah. Kreatif itu sama dengan repot kok. Kreatif itu harus memikirkan cara yang jitu, dan itu perlu terus menerus. Toh secara finansial guru kreatif tidak ada bedanya dengan guru yang begitu-begitu saja. Sebuah pemikiran yang membuat diri diam, asyik berendam dalam stagnasi. Kelaut saja kalau begitu!

Kata kreatif memang dimaknai adanya daya cipta, mencipta dari yang belum pernah ada menjadi ada. Guru kreatif berarti guru yang punya daya cipta. Selalu punya alternatif dalam membelajarkan siswa. Bagaimana dengan kita? Sudahkah? Atau masih asyik dengan yang itu-itu saja? Sudah pernah coba cara baru dalam pembelajaran? Kalau belum, sama dengan saya tuh… Kapan mau  kita mulai? Nunggu kiamat?! 🙂

Guru kreatif itu katanya bisa kreatif dalam berbagai segi. Komponennya banyak untuk dapat dikreativitaskan. Dari metode atau strategi pembelajaran, kreatif dalam pemanfaatan media pembelajaran, kreatif dalam pembuatan media pembelajaran, dan kreatif dalam mentidakali agar mengajar tidak menggunakan banyak waktu dan menyederhakan. Yang terakhir itu misalnya dengan meninggalkan kelas sebelum jam habis, kreatif dengan hanya penugasan kepada siswa. Kreativitas yang luar biasa! Keblinger!

Siapa sih yang perlu kreatif itu? Guru, siswa, atau kepala sekolah? Oh, memang bisa guru diajari kreatif dalam melakukan pembelajaran? Oh, memang bisa siswa diajari kreatif dalam belajar? Oh memang bisa kepala sekolah diajari kreatif dan mengelolah sekolahnya? Kalau semua bisa, wah luar biasa banget tuh. Kreatif itu sepertinya jadi kunci kesuksesan semua yah?! Waduh masih bertanya-tanya, parah banget kalau sampai tidak tahu.

Siapapun yang mengerti akan pengaruhnya sebuah kreativitas terhadap proses pembelajaran pasti mengharapkan bisa. Dengan kreatif kita (guru) berupaya memberikan layanan terbaik kepada peserta didik. Tentang kreatif itu sepertinya menjadi keinginan semua guru, menjadi guru yang kreatif? Tak terkecuali. Sepertinya kata kreatif sangat mentereng jika disandingkan dengan suatu profesi, termasuk profesi guru, guru kreatif. Ada apa dengan kreatif sih kok pada mau semua? Hahaha mau doang tidak bertindak?! Tidak gampang memang untuk dapat jadi guru kreatif. Kreatif memang perlu modal, yang tidak punya modal dilarang menghayal untuk jadi guru kreatif. Modalnya apa? Gampang, cukup punya otak! Apa?!! Dikira guru-guru yang tidak kreatif selama ini pada tidak punya otak ya!!!

Modal untuk menjadi guru kreatif itu cuma modal otak?! Apa guru yang tidak kreatif tidak punya otak! Kasar sekali kalimat itu. Tang dimaksud modal otak adalah guru tersebut harus mau menggunakan otaknya secara optimal untuk berpikir, bagaimana mencipta sesuatu sesuai tugas dan tanggung jawabnya. Saya saja melihat diri saya memang tidak kreatif, makanya saya mem-push diri saya dengan kalimat tadi. Jadi jangan marah, anda teman saya kok, teman yang sama-sama tidak kreatif :).

Mengapa anda dan saya tidak mau kreatif? Hemm jawabannya, karena malas. Mengapa malas? Tidak mau repot! Eh kalau tidak mau repot… Duh tidak mau repot yah? Artinya enak begini-begini saja yah? Yah iyalah. Bukankah tidak cukup hanya begini-begini saja kalau kita punya rasa tanggung jawab terhadap tugas kita? Hahaha masah bodoh! Saya kan guru PNS, kreatif tidak kreatif tidak berpengaruh dengan gaji! Wah kalau begitu mikirnya gawat nih guru!

Kreativitas itu memang panggilan jiwa, kreativitas guru berarti panggilan jiwa untuk guru. Jadi selama ini kita (yang guru) tidak pernah dipanggil yah jiwanya untuk berkreativitas. Ngomong-ngomong yang memanggil siapa sih? Tugas kita-lah. Jangan-jangan kita ini tuli atau menulikan diri! Memang enak kalau dalam status quo, tinggal menyalahkan keadaan, siswa tidak mau belajarlah, siswa kemampuannya memang payah lah, banyak alasan. Dasar!

Guru kreatif itu konon mempunyai nyali untuk membuat perubahan dalam dirinya. Bagi yang wegah kreatif pasti tidak punya nyali untuk berubah. Berubah itu roh-nya sang pembelajar. Apakah kita (guru) sudah kehilangan roh seperti itu?! Saya memang sudah kehilangan bahkan mungkin dari dulu tidak pernah punya. Kasihan banget negeri ini membayar saya dan rekan saya untuk jadi guru.

Tak mau mengecewakan negara atau orang tua siswa yang menggaji kita, tidak mau memberikan layanan mengecewakan pada siswa kita? Ayo mulai mencipta sesuatu mulai hari ini, tidak perlu besar, cukup kecil-kecil saja. Semoga dengan mengawalinya hari ini ke depan kita akan selalu ingin membuat hal baru, lagi dan lagi. Inspirasinya banyak bertebaran di jagad maya ini. Mari menjadi guru yang kreatif.

Iklan

2 responses

    1. Terimakasih mas Kurnia, salam pendidikan! 🙂