Ayo Terus Berbagi Walau Secuil Ilmu

urip.wordpress.com

Banyak orang mengakses facebook-pertemanan, tapi tidak banyak yang memberi manfaat atas status yang ditulisnya bagi diri dan temannya. Yah seperti tulisan status saya ini 🙂

Di negeri ini banyak kaum cerdik pandai, dan berpengalaman, mulai yang tak berpendidikan hingga profesor. Tapi yang rela, ikhlas berbagi ilmu dan pengalamannya belumlah banyak. Apalagi yang mau berbagi dengan cara menuliskannya. Ada sih yang rajin menulis tapi ia berharap mendapat imbalan baik finansial atau imbalan bentuk lain yang dapat meningkatkan kepangkatan atau jabatan, jadi lebih banyak yang ingin mendapat imbalan. Mereka berharap untuk mendapatkan imbalan atau penghargaan, mungkin ia mendapatkan ilmu dan pengalaman juga tidak gratis bahkan mungkin sampai berpeluh dan berdarah-darah. Saya? Anda?

Bisa jadi mereka ingin berbagi dengan menuliskannya dengan tidak berharap imbalan dalam bentuk apa pun namun mereka tidak tahu cara berbagi-nya. Saya kira kalau niatnya kuat sudah banyak kok tutorial bagaimana nge-blog. Tapi mungkin juga mereka menunggu sampai ada yang mengemis kepada dirinya. Bukankah tersedia tampungan ilmu yang tak terbatas di jagad internet? Apakah mereka belum tahu, belum melek internet? Apakah mereka takut hak intelektualitasnya dibajak orang lain? Ah penakut sekali. Kita ini hanya dititipi sekelumit ilmu tapi sudah tak amanah. Itu hak mereka, tapi bukankah dalam harta (termasuk keilmuan dan pengalaman) juga terdapat hak orang lain yang harus rela kita bagikan ke orang lain itu.

Andai saya banyak ilmu, saya akan bagi ke semua orang. Tapi mengapa saya tak berilmu? Itu pertanyaan yang perlu disadari. Barangkali kalau kita diberi titipan ilmu mungkin akan seperti mereka juga, jadi pelit berbagi ilmu, pelit berbagi pengalaman. Setiap manusia itu adalah guru. Guru bagi yang memerlukan pembelajaran darinya. Kita sering lupa bahwa kita juga pernah menjadi murid dari guru-guru kita sebelumnya. Mari menjadi guru yang mengajarkan kebaikan, berbagi apa yang sedikit kita tahu dan alami.

Tidak sedikit orang yang merasa tak berilmu dan tak berpengalaman walaupun sesungguhnya mereka pasti punya, akhirnya dari yang sedikit ia ketahui itu pun ia tak mau bagi. Padahal semakin banyak orang mau berbagi terutama lewat tulisan akan memberikan solusi alternatif atas suatu masalah. Jika semua orang menunggu hebat kapan mau berbaginya, jadinya yah seperti sekarang ini. Mari berlomba berbagi walau kita kira itu tak berarti. Sebaiknya tidak menunggu kita jadi orang hebat, orang terkenal lantas menuliskan ilmu dan pengalaman kita atau sekadar menulis biografi layaknya orang-orang terkenal itu.

Ayo terus berbagi walau secuil roti, atau sebutir nasi.

Iklan

4 responses

  1. Willy Ediyanto

    Kang, menulis status di facebook yang diharap dapat bermanfaat. Saya mencoba dan hasilnya iya – positif. Tapi ada dampak ikutannya, yaitu yang merasa tersinggung terus jadi tak bisa tersenyum. Merengut terus. Teman yang baik malah jadi korban, yang buruk, tetap saja “ndablek”.

    1. Hahaha yah kalau gitu kembalikan ke khitoh, kembalikan tujuan kita berfacebook ria aja kang. 🙂 Keep Smile!

    2. pak willy, kalau nanti saya menterinya, semua guru harus buka internet sebagai syarat kenaikan pangkat dengan durasi sedikitnya 2 jam perminggu
      coba perhatikan tulisan pak urip ini paling yang baca juga yang mau berbagi… yang gak mau berbagi paling pilih buka gambar, cari materi unduh,… hanya mencari tidak memberi

  2. Semoga temen kita yg selama ini hanya mencari, mengambil pada tersinggung, tapi tersinggungnya lantas mau berbagi. Selesai membaca atau mencari dan mendapatkannya lantas diceritakan kemudian dituliskan keembali. Maka tiada hari tanpa menulis, pasti!