Maaf Saya Hanya Menuliskannya, Saya bukan Ahli

urip.wordpress.com

Beberapa waktu terakhir ini saya menjadi sekonyong-konyong jadi orang ahli. Padahal saya tidak banyak bisa apa-apa. Saya tidak lebih dari seorang guru yang mengajar dengan kemampuan pas-pasan dengan rasa malas yang amat sangat. Tapi karena menulis ketika sedang belajar tentang yang saya ingin ketahui maka seolah-olah saya jadi orang yang ahli. Tapi itu tidak jadi beban. Saya langsung saja katakan bahwa saya tidak seperti yang mereka sangka. Saya biasa-biasa saja, kita sama-sama sedang belajar.

Apakah kalau sudah menulis tentang sesuatu pasti kita ahlinya? Bukan! Inilah jadinya kalau banyak ahli, banyak pakar di bidangnya tidak mau menulis, tidak mau berbagi.

Dulu sewaktu awal dan getol, menggandrungi linux, tepatnya sedang belajar bagaimana menggunakan linux kemudian saya menuliskan pengalaman saya itu juga. Alhasil saya dikira banyak orang mengerti tentang linux. Plis dong ah saya lagi belajar kok. Jadi saya belum banyak tahu tentang apa yang saya tulis itu. Saya menuliskan tentang apa yang menjadi permasalahan yang kemudian mendapatkan solusi dari berbagai forum atau milis yang saya ikuti. Saya hanya sekadar mengikat ilmu dengan menuliskannya.

Sama halnya ketika saya sedang mempelajari seluk-beluk suatu software kimia saya juga menuliskannya. Saya senang menuliskannya ketika saya search di google belum ada yang menulis. Setidaknya itu akan menjadi pembuka bagi orang yang memerlukan informasi tentang software tersebut dan juga menjadikan saya ingat tentang apa yang saya pelajari. Jadi dengan belajar dan menuliskannya memberi ruang bagi kita untuk bisa mendapat ilmu ganda, dan syukur kalau orang lain memperoleh manfaat dari apa yang kita tulis. Tapi sayangnya ada pengunjung blog ini seolah menganggap saya bisa ini itu. Maaf banget yah, kita baru belajar.

Lagi tentang pengalaman saya selama ngoprek printer. Printer adalah barang yang wajib ada ketika kita menggunakan komputer. Printer juga sering ngadat, menjadi bermasalah. Ini tentu bukan hanya kita yang mengalaminya. Ketika menghadapi masalah soal seperti tadi kita pasti lebih suka mencari solusi lewat internet daripada menyerahkan pada tukang servis. Para tukang servis jelaslah tak mungkin mau memberikan caranya, kan itu mata pencaharian dia. Tapi sifat manusia yang ingin tahu tak menghentikan rasa itu.

Tak tersedia berbahasa Indonesia kita cari yang berbahasa asing. Seperti apa yang pernah saya hadapi ketika belum tahu cari mengisi serbuk (toner) printer laser. Saya cari-cari di internet lama baru ketemu. Saat ketemu walah… bahasa Brazil. Ah tak masalah-lah. Toh tutorial yang saya dapati itu dalam bentuk video. Ketemu dari youtube. Tinggal mengikuti caranya dan mempraktikkannya, kemudian menceritakan kembali apa yang barusan saya alami dan dapatkan.

Jadi kalau ada orang lain mendapatkan permasalahan yang sama mereka akan sedikit bisa kita bantu. Hanya dengan menunjukkan link-nya saja itu sudah cukup. Tapi yah begitu, ada saja yang berkonsultasi soal permasalahan printernya. Lah saya bukan ahlinya, maka sebisa mungkin saya carikan solusinya, sebisa saya loh.

Setidaknya ada dua orang mahasiswa pendidikan kimia (S-1) dari kampus terkenal yang sedang menyelesaikan tugas akhirnya meminta saya untuk memberikan verifikasi instrumen penelitiannya dan menjadikan saya ahli media dan materi untuk instrumennya juga. Saudara tahu di mana saya tinggal? Saya adalah guru kimia yang ada di pelosok rimba Kalimantan Tengah.

Tapi apapun itu saya berterima kasih atas kepercayaan mbak Leli dan mbak Nita. Saya berusaha membantu sebisa saya. Sebuah tantangan sekaligus membuat saya harus terus belajar. Saya tidak tahu mereka mendapat rekomendasi dari siapa. Atau mungkin karena membaca tulisan blog saya ini, padahal banyak “ndobos-nya” :). Jujur kok saya tidak menulis kebohongan, tapi saya menulis tentang apa yang sedang saya pelajari saja. Jadi maaf deh saya bukan orang yang ahli.

Inilah yang terjadi ketika saya menulis apa yang sedang saya pelajari, yang barusan saya dapatkan. Tapi jujur juga, saya senang mendapatkan kepercayaan itu. Rupanya benar bahwa menulis di blog itu kita seolah memiliki personal brand yang kita tak sadari. Dan dibalik itu semua kita tidak boleh berhenti untuk belajar mengeksplorasi tentang apa yang menjadi minat kita. Biarlah apa kata orang yang jelas kita terus belajar. Semoga dengan menulis kita benar-benar menjadi orang yang ahli. Setidaknya ahli menulis 🙂 . Pede saja lagi.

Ayo terus berbagi walau pengalaman kita baru secuil.

5 responses

  1. Saleum,
    kunjungan balik pak,
    saya juga sedang berusaha untuk belajar menulis nih,…. 🙂
    yang penting niat tetap bercokol dihati
    saleum dmilano

    1. terima kasih atas kunjungan baliknya. Ayo tetap semangat berbagi 🙂 salam untuk warga aceh.

  2. ah.. pak urip suka merendah nih.. 🙂
    ‘ndobos’ itu apa pak ?

    1. Yah aslinya memang rendah kok :), Ndobos ~ bohong ~ omong kosong 🙂

  3. ndobos meh podo ambek ngedabrus hehehe… tp walau bagaimanapun juga yang namanya berbagi itu sangat baik pak. kl kata guru saya dulu, dengan berbagi maka ilmu yang kita punya akan semakin bertambah, bukan sebaliknya.