Pingin Pintar, Sekolah via Google Saja

urip.wordpress.com

Mbah google. Tanya mbah google saja. Sebutan ini semakin familiar di telinga. Sebegitu hebatnya google menjadi trade mark untuk setiap pencarian. Bahkan banyak orang pintar, pandai hanya belajar lewat google. Di internet tidak ada istilah autodidak. Semua ada gurunya hanya kadang banyak orang tak mau mengakuinya. Beda dengan dunia nyata, memang ada orang yang hanya utak-atik lalu bisa ini itu dan dapat stempel orang pinter. Yah hanya dengan utak-atik sendiri. Kalau dengan internet ingin bisa sesuatu tinggal cari info, artikel, tips trik yang bertebaran itu. Itulah gurunya internet via google sebagai terminal awal pencarian. Ini yang saya sebut sekolah lewat google.

Cukup ketikkan kata kunci tertentu, semakin spesifik maka akan semakin akurat apa yang kita cari. Tips pencarian di google juga sudah banyak yang menulisnya. Tinggal menggerakan jari dan enter, maka sederetan pilihan artikel dan sejenisnya akan tersuguhkan. Sepertinya ilmu memang tersedia semua komplit. Kurang lengkap berbahasa nasional pakai saja bahasa internasional. Tidak bisa berbahasa internsional pakai saja google translate. Atau saudara bisa mengeklik menu (Laman berbahasa asing yang telah diterjemahkan) di bagian samping kiri dari halaman google seperti pada gambar berikut.

Jadi tidak ada alasan kekurangan artikel tentang apa yang kita cari. Seperti awal mula saya ngeblog dulu, hanya bermodalkan internet dengan koneksi internet ala kadarnya saya belajar via google. Saya yakin anda juga melakukan hal yang sama saat awal menulis di blog. Mau bertanya ke siapa, guru di sekolah? Halah wong guru saja masih banyak yang belum melek internet kok ditanya. Mau belajar menulis dengan guru di sekolah? Ah sama saja masih banyak guru yang tiap hari mengajar, berkoar tapi hanya bisa itu saja, menulis saja nyaris tak pernah ia lakukan. Masih banyak guru yang kuper pokoknya. Orang sekitar kita mungkin juga belum banyak dan layak untuk kita jadikan sebagai guru, tempat bertanya tentang sesuatu hal. Jadilah internet tempat bertanya, mencari ilmu, tempat belajar, dan sekaligus tempat mengajar. Mengajar berbagi lewat tulisan atas pengalaman dan ilmu yang kita tahu atau bahkan ilmu yang baru saja kita dapatkan. Why not?!

Pernah dengar siswa SMP pembuat antivirus Artav itu kan? Apakah ia diajari gurunya untuk membuat antivirus? Saya yakin tidak, bahkan maaf kalau saya terka guru TIK-nya tidak bisa membuat antivirus sejenis. Maaf apriori banget. CMIIW. Ini hanya untuk penguatan bahwa belajar itu tidak harus dari guru yang berwujud manusia nyata, tapi bisa lewat internet, via google. Memang yang menulis tutorial atau artikel yang kita anggap sebagai ilmu di internet itu jelas seorang manusia, manusia yang mau berbagi tanpa harus pamrih mendapatkan imbalan dalam bentuk material. Kuncinya belajar di internet (mungkin via google sebagai terminal pencarian) adalah rasa ingin tahu yang kuat, mau mencoba dan mencoba, lalu berkarya menuangkan kreativitas diri.

Seperti kegiatan saya di sela aktivitas mengajar saya berusaha untuk belajar tentang apa saja. Apapun itu akan saya lahap seperti halnya kebanyakan orang yang sedang akses internet. Dari nol besar kita bisa memperkecil angko nol atas pengetahuan atau ilmu yang kita miliki.  Semakin intens kita belajar maka angka yang tadinya nol besar perlahan akan berubah menjadi angka 1, 2, 3, dan seterusnya sebagai ukuran apa yang kita tahu dan kuasai. Suatu ketika kita sampai pada puncak kreativitas diri bisa menghasilkan sesuatu yang kemudian menjadi acuan baru pada dunia per-internet lokal bahkan internasional. *ngayal.com*.

Saya jadi ingat tahun 2006 yang nunak-nunuk mengamati dan memanfaatkan google dengan kata kunci yang menurut feeling akhirnya bisa juga mendapatkan banyak tutorial gratis.  Bahkan dari keprihatianan sedikitnya tutorial tentang blog kala itu saya sempatkan membuat panduan.wordpress.com secara keroyokan. Seiring dengan semakin banyaknya orang yang berbaik hari kini bertebaranlah panduan-tutorial mengenai per-blog-an itu. Hasilnya kini kita bisa lihat pertumbuhan blogger Indonesia menjadi luar biasa pula.

Banyak orang yang semula menulis saja tidak bisa, ragu, canggung, jangan-jangan dan sebagainya. Melalui terminal google sekali lagi hal itu bisa teratasi karena semakin banyak orang yang berbagi pengalaman dalam hal menulis hingga kita dengan gagah berani bisa menulis, walaupun setiap menulis kita pasti selalu ada pikiran pantaskah tulisan ini. Kegiatan menulis menurut saya merupakan kegiatan balas budi atas berbagai ilmu yang kita dapatkan melalui internet secara gratis. Kini saatnya berbagi, jangan pelit. Toh selama kita belajar dari internet kita juga tidak membayar, paling hanya banyar koneksinya saja :).

Ayo rajin belajar dari google, ayo sekolah di google, kalau sudah pintar ayo kita jadi guru untuk berbagi pengalaman. Ambil ilmunya dulu kalau sudah hebat saatnya mengembalikannya ilmu dan pengalaman lewat tulisan-tulisan kita di blog. Omong-omong jangan nunggu hebat dulu deh tar semakin malas berbagi. Dapat pengalaman sedikit, tulis saja. Sekarang jadi siswa sebentar lagi kita sudah bisa jadi guru, siswa di internet dan guru di internet juga. Gak perlu dapat ijazah. Tapi hati-hatilah sebab belajar yang bersumber dari internet membuat kita tidak akan pernah puas untuk belajar, banyak sekali yang pasti ingin kita ketahui. Jadi waspadalah, waspadalah… waspadalah!

About these ads

4 gagasan untuk “Pingin Pintar, Sekolah via Google Saja

  1. Setuju.. Pelajaran yang kita terima dari guru hanya dasar kita untuk lebih mendalami sebuah ilmu, mereka hanya memberikan ilmu dasar, untuk pengembangannya kita sendiri yang harus aktif belajar, seperti halnya yang diutarakan artikel diatas.. Googling adalah hal yang sangat mudah, namun jangan salah belajar.

  2. Saya tidak tau siapa anda, namun begitu saya cek link dari website/blog saya yang lama (putraindonesia.com) ternyata banyak sekali link dari blog bapak. Salam kenal n sukses selalu.

Komentar ditutup.