Bijak Simpan Software dan Fokus untuk Memanfaatkannya

urip.wordpress.com

Ilustrasi dari egadged.blogspot.com

Selama ini softaware di hard disk sering berserekan tak terklasifikasikan. Mencarinya pun ketika diperlukan jadi merepotkan diri sendiri. Kini saatnya merapikan, membuang yang sudah uzur dan tidak diperlukan lagi. Diperlukan kedisiplinan untuk tertib menyimpan file, biar tidak menambah ruwet pikiran :). Bagi Anda yang sudah tertib dalam menyimpan data sampai rapi jali, Anda termasuk orang HEBAT!

Dalam membuat klasifikasi atau pengkategorian software yang kita punya, boleh dicontoh seperti yang ada di soft32.com itu. Saya mencoba mengikutinya dengan klasifikasi: Audio, Desktop Management, Drivers , Graphics, Internet Security, Video, Home & Education, Network Tools, System Utilities, Web Authoring. Namun semua tetap disesuaikan dengan minat kita kok ๐Ÿ™‚ Sebab dengan begitu rapinya kita tidak perlu lagi buang waktu dengan klik search untuk mencari file-file tadi.

Memang dengan semakin murahnya alat simpan data, kini kita sering berpikir ah dibuang sayang, pada akhirnya hard disk sebesar apapun serasa kurang. Padahal kalau dicermati data yang kita perlukan itu tak seberapa. Kecuali kalau kita adalah seorang kolektor file-file tertentu seperti movie, musik, grafis, dan lainnya. Kita tahu bahwa software hampir tiap waktu selalu ada yang terbaru dan kita pasti nafsu untuk mengupgradenya. Nah kalau tidak rajin untuk mengatur maka software-software itu hanya menjubeli isi hard disk tidak memberikan manfaat sedikitpun, malah bisa jadi sarang virus ๐Ÿ™‚

“Keserakahan” untuk menyimpan apa saja itu memang menjadi trend dan didukung dengan murahnya alat penyimpan data. Kalau dulu 1 GB nilainya bisa puluhan ribu, kini 1 GB hanya berkisar seribu rupiah. Hard disk 1 TB (1000 GB) harganya tidak sampai 1 juta. Jadilah kita kemaruk untuk ngumpulin “sampah”, entah dipakai atau tidak. Kita selalu mikir ah sayang, nanti kalau pas diperlukan kan sudah ada. Nyatanya?!

Kalau kita memang seorang profesioanal yang memang memerlukan kapasitas alat simpan raksasa, yah wajar saja. Tapi kalau kita hanya seorang pekerja kantor yang hanya ketak-ketik dengan ukuran file kecil dan intensitas rendah so tetap saja pingin punya hard disk ukuran besar. Ini nafsu kalau menerut saya, sebab saya telah mengalaminya ๐Ÿ™‚ Padahal data-data yang tersimpan andai dibuat statistik frekuensi penggunaannya maka hanya beberapa saja yang kita sering pakai. Demikian pula dengan aplikasi yang terpasang di komputer kita.

Seperti saya contohkan bagaimana memanaj software tadi, berapa banyak software atau aplikasi yang benar-benar kita gunakan, lalu bandingkan berapa persen software yang tersimpan itu termanfaatkan. Dulu saya rajin mengumpulkan banyak OS linux, padahal secara berkala akan lahir generasi berikutnya. Kalau sudah begitu saya babat habis saja. Apalagi ukurannya tidak kecil maka akan membuat sesak hard disk kita. Ada baru, pingin coba, coba saja tidak pernah mengeksplore lebih dalam.

Setiap orang pasti punya hobi untuk menggeluti bidang tertentu, tidak bisa semua kita kuasai. Akan bagus jika memfokuskan pada suatu hal, pasti akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Cukup kuasai dan eksplorasi beberapa atau satu aplikasi saja dulu dan tidak perlu tergoda dengan yang lain sampai kita menghasilkan sesuatu. Eksplorasi terhadap aplikasi yang biasa kita gunakan pasti membuat kita luar biasa. Tidak percaya? Coba saja kuasai aplikasi pengolah kata yang jadi favorit anda.

Saya teringat ketika melihat animasi sederhana dan bagus lantas ingin meniru, ternyata itu tidak mudah, saya mencoba software tertentu dan mencoba lagi yang lain akhirnya putus asa. Hingga kini membuat animasi sederhana saja tidak bisa. Tapi mulai sekarang yuk tetapkan untuk “menguasai” satu aplikasi sampai menghasilkan sesuatu. Ayo fokus untuk berkreasi, jangan hanya hobi mengumpulkan software ๐Ÿ™‚

Itulah tadi rangkaian hikmah saya ketika merapikan koleksi software sampah yang dibuang sayang. Fokus pada satu hal untuk bisa menghasilkan sesuatu. Perlu ketetapan hati untuk tidak tergoda mencoba yang lain sebelum kita bisa membuat sesuatu. Orang yang kreatif itu tidak mungkin menguasai semua bidang, termasuk penguasaan aplikasi. Jadi tetapkan hati untuk menentukan apa yang akan kita gauli beberapa waktu ke depan.

Mencoba aplikasi baru tidak ada larangan tapi fokus kepada tujuan untuk menghasilkan sesuatu dengan aplikasi yang jadi fokus kita itu yang utama. Sekali lagi mari berkreasi dengan aplikasi pilihan kita yang kita yakini menjanjikan akan membantu kita untuk menghasilkan suatu karya. Kapan lagi kalau tidak mulai sekarang. Jangan hanya sibuk mengumpulkan software namun tidak bisa menghasilkan sesuatu. Kalau tidak, simpan saja software-software yang banyak itu dan kunci rapat-rapat agar tidak tergoda :).

Mari bijak menyikapi kemurahan alat penyimpan data dan banyaknya godaan software untuk bisa fokus menghasilkan sesuatu.

Iklan

10 responses

  1. kukuh budiharso

    makasih infonya…. salam kenal http://budiharso.wordpress.com

    1. Blog-e njenengan apik kok mas…

  2. Sepakat.Pak, dengan murahnya sarana penyimpanan ini tentunya membuat kita jadi serakah tuk sekedar simpan ini dan itu, dan saya cenderung dalam menyimpan terutama sofware di storage saya bila sofware itu ada review yg jelas atau ada referensi dari temen bahwa sofware ini bagus, terkadang kita memilih dulu bila ada sofware yg agak mirip penggunaanya
    salam hormat dari pegunungan Jenggrong

    1. Kangmartho.com top banget deh ๐Ÿ™‚ salam hormat juga dari arek lore brantas ๐Ÿ™‚

  3. setuju banget….semua memang lebih enak kalau lebih tertata dan teratur

  4. Artikel yang menarik,
    kunjung balik yaaaaaay

    1. Ok sudah kunjung balik bro, meskipun telat ๐Ÿ™‚

  5. sangat bermanfaat… semoga Allah SWT memberikan segala kebaikan bagi Anda, Mas Urip…. yang senantiasa memberikan jalan bagi tersebarnya ilmu Allah SWT baik yang tertulis maupun yang tercipta. amin.

  6. tapi dengan mencoba banyak aplikasi, kita bisa membandingkan enak mana :p hehe