Kesekian Kali Diekspose Media Nasional Berkat nge-Blog

Urip.wordpress.com

Guru pelosok ternyata bisa eksis di kancah nasional. Sungguh senang kalau kita datang di tempat baru tapi orang banyak yang menyapa. Bahkan tidak itu saja lembaga tempat kita bernaung pasti akan ikut terangkat, meskipun itu tidak begitu signifikan kalau semua itu tidak menjadikan lembaga kita lebih baik. Berkat ngeblog saya merasa banyak mendapatkan manfaat, meskipun sebelumnya tidak terpikir ke arah kemanfaatan itu. Bisa jumpa teman baru dengan pola pikir baru yang sedikit banyak membawa perubahan cara pandang menjadi lebih baik. Menjadikan diri keluar dari dalam tempurung dan lingkup sempit yang seolah kita sudah cukup memiliki segalanya.

Bukannya narsis ternyata semua saya buktikan dengan menulis di blog kita berkesempatan untuk banyak hal. Kalau di tingkat daerah mungkin saya tidak begitu di kenal tapi di level yang lebih tinggi saya merasa lebih diakrabi. Jika di tingkat daerah tenaga tidak begitu terpakai tapi di tingkat lebih tinggi sedikit ada yang mau dengar dan gunakan tenaga dan pikiran saya. Semua itu berkat nge-blog. Berkat nge-blog akhirnya diajak Acer Indonesia untuk berbagi pengalaman saya yang baru seujung kuku. Yah dengan menulis apa saja yang jadi fokus kita, kita bisa mendapatkan sesuatu yang tak terkira.

Bahkan telah beberapa kali ekspose media nasional tentang blog saya.   Setidaknya dua kali interview oleh TheJakartaPost.com dan sekali oleh Kompas.com, juga oleh Radio Australia. Seolah mendapat kewajiban untuk jaga performa tulisan di blog, namun sangat manusiawi kalau saya tidak mudah memenuhinya. Saya meyakini bahwa terdapat kekuatan dari menulis walau sekedar tulisan di blog. Blog bisa terbaca oleh siapa saja dibelahan jagad maya ini, namun tulisan di blog mungkin saja tidak akan terbaca oleh tetangga sebelah kita, kalau memang tetangga kita memang tidak mengenal internet, lebih tepatnya tidak kesasar pada blog kita. Yah begitulah blog, personal branding telah saya dapat hanya dengan tulisan yang remeh-remeh temeh.

Sekarang guru yang aktif nge-blog sudah jauh lebih banyak dibanding saat awal saya ngeblog di pertengahan 2006 dulu. Nge-Blog sekarang jauh lebih mudah, seperti halnya indukkan yang saya pakai di wordpress.com yang gratis ini. Semua tinggal pakai dan kita fokus pada konten blog. Selanjutnya biarkan orang menemukan jejak-jejak tulisan kita suatau ketika. Semoga saja jejak kita bisa memberi manfaat buat pengunjung yang memerlukannya.

Karena ekspose media itu saya akhirnya kebanjiran ucapan selamat dari teman-teman dekat yang tadinya tidak tahu aktivitas apa yang saya lakukan ketika sedang asyik menggeluti laptop Acer Aspire TimelineX pemberian Acer Guraru Award 2010 lalu. Saya ucapkan terima kasih kepada Acer Indonesia yang menjadikan saya bisa keliling Indonesia menemui rekan seprofesi untuk berbagi, rekan blogger yang rajin berkunjung ketika 2006, 2007, 2008 sampai kini. Terimakasih kepada keluarga yang terpaksa merelakan waktu saya sita untuk “keasyikan” nge-blog.

Iklan

7 responses

  1. terima kasih mas urip, anda memang guru yang menginspirasi kami.

    salam
    omjay

  2. Terima kasih om wijaya kusumah dan om urip. Om-om sekalian memang guru yang hakikat 🙂

  3. Mantab Om, semangat terus dan terus semangat untuk selalu berbagi melalui ngeblog.

    Salam kenal

  4. Wah hebat, selamat pak. Semoga makin banyak guru-guru yang lain yang membagi ilmunya lewat blog. Terima kasih guru

  5. Selamat Pak Urip juga Om Jay, yang sama-sama menjadi pemenang.
    Juga sebagai motivator guru untuk berbagi dengan ngeblog.

  6. Selamat ya semoga semua penghargaan tersebut bisa menjadi tambahan motivasi agar terus berkarya.

  7. […] tulisan ini adalah respon dari tulisan Guru pembaharu Acer 2010 yaitu mas urip dalam postingnya ini, saya perhatikan dari tulisan saduran dari buku yang beliau […]