Senyuman, Tertawa, dan Kecemberutan Diri

Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat berbeda, baik suasana hati dan suasana lingkungan. Kebiasaan kita mutlak berubah. Pola makan, pola tidur, semua berubah. Dan pada bulan ini pula semua saluran tv di Indonesia menyuguhkan menu ramadan yang menurut saya sangat bermanfaat. Tinggal pilih saluran kesukaan maka kita mendapat hiburan segar, mendapat wawasan baru, mendapat pembelajaran soal keagamaan yang menurut saya sangat sangat bagus.

Pilihan saya secara pribadi, dan secara keluarga (karena terpaksa) lebih memilih saluran di Metro TV. Sejak pukul 2.30 WIB hingga jelang imsyak banyak acara bagus. Favorit saya adalah Humor Sahur yang di isi oleh guyonan mendidik dan terkesan cerdas oleh host dan pembicara utama. Ya siapa lagi kalau bukan Candra Malik dan Prie GS. Kerap kita dibuat ger-geran oleh celoteh keduanya yang saling padu. Bahasan keagamaan yang dikemas secara santai namun sangat berbobot. Banyak hal yang menurut saya itu tak terpikirkan sebelumnya, dan karena menonton acara ini saya menjadi sedikit lebih sensitif dalam menanggapi sesuatu. Seolah mendapat sudut pandang baru terhadap suatu hal yang sedang kita hadapi.

Seperti malam tadi soal kesehatan yang mudah kita lakukan tapi jarang bahkan tidak pernah kita lakukan. Memijit telinga untuk menyehatkan otak dan badan kita. Ini sebelumnya sudah pernah sayup saya dengar dan baca, dan kali ini saya mendapatkan penegasan dari acara tersebut. Selanjutnya untuk menyakini bahwa ini benar bukan sekedar joke saja akhirnya dari internet hal itu saya dapati banyak artikel soal pijat telinga.

Sebagai seorang Islam yang lima kali sehari semestinya kalau tahu dan sadar akan arti pentingnya serta hikmah wudlu tentu bukan hal luar biasa, karena dalam wudlu kita diharuskan untuk membersihkan kedua daun telinga “serta” memijatnya. Praktikkan dan rasakan, tidak perlu berlama-lama.

Kemudian tentang bagaimana menjaga kesehatan organ perut (dengan hanya mengeluarkan suara aaaa!) , rongga dada (dengan hanya mengeluarkan suara oooo!), dan juga menggetarkan seluruh bagian kepala (dengan hanya berucap namun bibir terkatup rapat, mmmm!). Hal sepele namun jarang kita lakukan dan banyak di antara kita yang tidak tahu.

Tentu saja dengan ditemani Candra Malik (mengaku seorang sufi) yang memberikan petuah tentang agama serta prilaku hidup dengan kemasan humor segar. Candra Malik ini adalah seorang “seniman vokalis” yang membawakan lagu-lagu islami. Dengan celetukannya ia bisa menggiring topik semakin akrab hangat.

Jika anda tidak sempat menontonnya, namun masih berminat melihat bagaimana petuah, celoteh-celoteh beliau bisa menontonnya via situs youtube.com atau mendownloadnya semua dari tautan ini.

Mari tertawa sambil belajar tentang kehidupan, beragama, dan menghibur diri sejenak. Ingat tertawa bisa membuat kita bahagia lepas, mengendorkan ketegangan kehidupan, daripada cemberut. Kata Prie GS ketawanya orang gila itu masih lebih enak dipandang dibandingkan cemberutnya orang waras. Tidak percaya? Saat cemberut segera bercerminlah. Adakah keindahan tersisa di sana?

2 responses

  1. Enakan ketawa daripada cemberut ya Pak ..