Plus Minus Pengetikan pada Komputer Tablet

Android sebagai sistem operasi yang merajai komputer tablet dan berbagai smartphone dengan berbagai fitur atau aplikasi canggihya sangat menggiurkan untuk segera dimiliki. Hanya dengan geser atau sentuhan jari lewat layarnya bisa dilakukan apa saja, menjelajah banyak aplikasi sesuai keperluan kita dan juga melakukan kerja, serta berselancar di jagad maya.

Tidak terlewatkan pula tertanamnya aplikasi keyboard virtual yang dijadikan input teks sebagai salah satu jalur komunikasi antara pengguna alat dengan alat itu. Ini adalah sarana pengganti keyboard nyata (fisik) yang biasanya bermodel qwerty dengan tombol standart smartphone lengkap. Sayangnya untuk tablet sampai dengan hari ini belum ada yang menyediakan keyboard built in, yangg menyatu dalam perangkat tablet itu, mesti dibeli terpisah dan justru hal ini jadi tidak ringkas lagi.

Ketidaknyamanan dalam menggunakan virtual keyboard itu sangat terasa karena kesensitifan layar sentuh yang jika salah sentuh sedikit sj membuat kita harus mengedit dan membuat waktu tak efisien lagi. Meskipun hal itu sedikit bisa dipercepat dengan adanya teknologi T9 yang sudah mendukung bahasa Indonesia, tapi sekali lagi ini menjadi hal yang sedikit mengurangi kenyaman dalam ketik-mengetik.

Beda jika (andai) dalam tablet tersedia keyboard fisik pasti akan membuat aktivitas input data semakin efisien karena resiko salah “sentuh” dapat dikurangi. Tulisan yang saya buat ini menggunakan keyboard fisik qwerty pada smartphone yang sangat nyaman untuk digunakan menulis, walaupun layarnya hanya 2,8 inchi. Namun dibandingkan dengan tablet yang 7 atau 10 inch, smartphone 2,8 inchi berbasis android ini jauh sangat nyaman ketika digunakan menulis. Sebenarnya keyboard virtual juga tersedia, tapi ini akan semakin mempersempit layar itu.

Tablet atau smartphone memang bukan peruntukannya digunakan untuk aktivitas menulis profesional. Namun portable~litasnya sungguh tak tergantikan. Tidak harus duduk formal seperti halnya menghadapi laptop atau komputer, ketika diperjalanan, sambil tiduran santai kita tetap bisa beraktivitas membaca atau bahkan menulis.

Pernah suatu ketika dalam perjalanan selama 10 jam lebih menggunakan kendaraan darat, dengan smartphone mungil saya ini bisa membuat 4 tulisan ringan. Bayangkan kalau harus menggunakan laptop dengan kontur jalan bergelombang penuh lubang, tentu justru akan sangat mengganggu, tapi dengan smartphone ber-keyboard fisik ini sangat nyaman. Namun ketika menggunakan tablet dengan keyboard virtualnya tulisan yang sedianya saya jadikan aktivitas membunuh bosan di atas bis tidak kunjung terbuat akibat gerakan dahsyat kendaraan yang saya tumpangi.

Kini yang menjadi dambaan saya adalah tersedianya tablet layar 7 atau 10 inch dgn keyboar fisik built-in. Dengan itu dipastikan aktivitas menjelajah internet sambil menulis status atau komentar di facebook misalnya akan jadi semakin nyaman.

Iklan

3 responses

  1. kalo boleh tau untuk tablet 2,5 inch merknya apa pak?
    😀

    1. 2,8 ” mereknya samsul 🙂

  2. Tablet memang sangat membantu untuk lebih produktif terutama saat penggunanya mobile. Tetapi kalau pengguannya lebih sering diam (tidak mobile), sepertinya laptop bisa menjadi alternatif.