Hal Prinsip tentang Satuan Molal dan Molar

Satuan yang digunakan dalam bahasan sifat koligatif larutan terpusat pada satuan molal (m) pada penentuan kenaikan titik didih (ΔTb) dan penurunan titik beku (ΔTf) dan molar (M) pada penentuan tekanan osmostik (π). Ada kemiripan di antara kedua kata molar dengan molal itu, dari segi huruf hanya beda di akhiran, l dan r 🙂 Rumusnya pun memiliki kemiripan, perhatikan berikut ini:

\ M= \frac{n}{V}  dan  \ m= \frac{n}{p}

Keterangan:

M = konsentrasi larutan dalam molar;
m = konsentrasi larutan dalam molal;
n = jumlah mol zat terlarut;
V = volum larutan (total volum larutan setelah ditambah zat terlarut) dengan satuan Liter;
p = massa pelarut (ingat massa pelarut-nya saja tidak termasuk zat terlarut) dengan satuan Kg.

Yang membedakan keduanya adalah dalam hal satuan komponen larutan yang diperhitungkan,

molar (M) menggunakan satuan liter untuk komponen pelarut dan zat terlarut,
sedangkan
molal (m) menggunakan satuan Kg hanya untuk komponen zat pelarut saja.

Dalam beberapa soal bahasan sifat koligatif larutan siswa sering melakukan kekeliruan kapan mesti menggunakan pelarut dan zat terlarut dan kapan hanya menggunakan pelarut. Ini semestinya tidak perlu terjadi jika pemahaman mereka mendapatkan tekanan seperti pembedaan rumus serta komponen apa yang mesti diperhatikan.

Dalam beberapa buku sering rumus molal dituliskan terurai, seperti

\ m= \frac{massa~zat~terlarut}{Mr~zat~terlarut}x\frac{1000}{massa ~pelarut}

yang kadang membuat siswa bingung meskipun rumus itu sederhana. Oleh karena itu saya menyarankan untuk menggunakan rumus sederhana di atas, yaitu dengan menghitung bagian per bagian, misal hitung mol-nya (n) dulu kemudian konversi satuan massa pelarut (p) menjadi Kg, kemudian mensubstitusikan dalam rumus \ m= \frac{n}{p}

Contoh seperti pada buku Kimia Erlangga Jakarta halaman 3-4:
Berapakah kemolalan larutan yang dibuat dengan mencampurkan 3 gram urea dengan 200 gram air? (Mr urea = 60 g/mol)
Solusinya:
Oh ya kadang dalam beberapa soal hanya diketahui kadar (%) suatu larutan saja, nah yang demikian kita bisa membuat permisalan, dengan menganggap 100% = 100 gram, dengan demikian tidak perlu pusing untuk mengetahui berapa massa zat terlarut atau pelarutnya.

Animasi tentang konsentrasi dari PhET.COlorado.edu

Urip.wordpress.com