Andai Guru Seperti Pegawai Bank

Sebuah introspeksi diri.

Sekolah adalah tempat belajar bagi siswa, sekolah adalah tempat guru bekerja, tempat mengajar. Bagi siswa sekolah bukanlah tempat menghindari kewajiban rutin di rumah, bagi guru sekolah bukanlah ajang ngerumpi dengan sesama guru dengan bahan rumpian jauh dari dunia pendidikan.

Bagi guru kantor/ruang guru adalah tempat menyelesaikan tugas seorang guru, tempat menyiapkan pembelajaran di kelas, tempat belajar menambah ilmu agar guru tidak kurang pergaulan dengan wacana keprofesiannya dan kompetensinya, agar bisa meng-update dan mengup-grade diri.

Mari jauhkan aktivitas yang tidak mencerminkan aktivitas seorang guru, di mana ia sering menyarankan siswa rajin belajar, membaca, berlatih dan lain-lain tapi guru justru enggan melakukan hal yang dinasehatkan ke siswanya. Biasanya guru seperti itu sudah merasa cukup pintar dalam penguasaan ilmunya, sudah merasa benar cara mengajarnya sehingga tidak mau belajar lagi, lebih suka membicarakan hal lain selain terkait tugasnya. Jika ada kondisi ruang guru yang sibuk dgn hiruk pikuk aktivitas “seorang guru” ada garansi siswanya akan luar biasa.

Mari layani siswa layaknya melayani nasabah bank. Andai kinerja guru seperti pekerja bank, yakin tak ada lagi yang ogah-agahan, tak ada guru yang santai, semua sibuk melayani dengan tanggung jawab tinggi. Guru akan sibuk membelajarkan dirinya agar bisa memberikan layanan terbaik buat siswanya. Guru semestinya melayani siswa dengan caranya masing-masing seperti mencari solusi atas masalah siswa, belajar mandiri, mencoba alternatif terhadap masalah pengajaran yang dilakukan, dan terus meningkatkan “kemampuannya” secara terus menerus.

Jika di “luar sana” ruang guru itu kondusif untuk “kerja-nya” seorang guru, mengapa aktivitas guru di sekolah sekitar kita lebih banyak yang rileks jauh dari keguruan?! Inikah faktor buruknya layanan pendidikan, akibat buruknya aktivitas guru ketika tidak sedang mengajar di kelas? Mungkin juga aktivitas guru di ruang kerja (ruang guru) mencerminkan aktivitas dia ketika di kelas. Pernah ada yang bercerita bahwa suasana ruang guru di sebuah sekolah di Singapore, sangat dinamis dengan aktivitas yang sangat “guru”. Kedinamisan itu jarang saya temui di sekitar saya di semua jenjang.

Rekan guru yang terhormat, bagaimana kondisi ruang guru di lingkungan sekolah sampean?

6 responses

  1. Alhamdulillah, tidak jauh beda dengan di tempat mas Urip, hehehe

    salam
    Omjay

    1. 🙂 Apakabar Bang Wijaya? Sepertinya jadi guru seperti kinerja pegawai bank keynya akan jadi guru yang hebat dan bisa menghasilkan siswa yang hebat pula 🙂

  2. Salam kenal Pak Urip, mohon diceritakan lebih jelas mengenai suasana ruang guru di sebuah sekolah di Singapore yang sangat ‘guru’…, supaya saya dan rekan-rekan lainnya terinspirasi selalu dgn hal-hal positif. Terima kasih.

  3. Klo dari semangat melayani siswa saya setuju pak. Tp kerja seorang pegawai bank itu sangat berat dan monoton. Misalnya teller yg harus terus menerus melayani nasabah. Kecuali banknya sepi nasabah hehehe.

    1. Itu yang saya maksud Pak Dzulfikar 🙂