Dosen Kimia Organik Mestinya Memanfaatkan Web ini

Membuat sesuatu sering bukanlah pekerjaan mudah, kecuali membuat masalah πŸ™‚ Memanfaatkan sesuatu itu adalah hal mudah, namun sayang banyak yang melewatkan sesuatu yang mudah itu. Kadang orang kebanyakan terlalu nyaman dengan keadaannya saat ini, dan tidak ingin segera mencoba hal baru.

Suatu ketika saya masih saja mendapati seorang dosen pengajar kimia organik di suatu perguruan tinggi yang masih membanggakan diri dengan sesuatu yang ia bisa lakukan, tanpa mau mencoba hal baru yang sebenarnya jauh lebih mudah dilakukan dan jauh lebih mudah untuk dipahami para pembelajar yang ia ajar. Tanya mengapa? Zona nyaman terlalu sulit untuk ia tinggalkan πŸ™‚

Selain menggunakan aplikasi khusus kimia (biasanya disebut komputasi kimia) kalau memang bisa akan jauh lebih bagus karena diri sendiri bisa melakukan customize ini itu. Untuk itupun perlu sedikit memeras tenaga untuk memahami, memeras keringat untuk berlatih, mencoba terus menerus hingga diperoleh refleks dalam penggunaannya. Lalu mengapa tidak memanfaatkan “barang siap saji”.

Bahasan kimia organik sering harus ditampilkan secara 3 dimensi. Dosen-dosen “senior” sering memanfaatkan barang nyata untuk menjelaskan apa yang ia ajarkan, so sangat tidak praktis. Andai mereka mau perduli dengan diri sendiri untuk tidak tertinggal dalam pemanfaatkan teknologi semacam internet tentu ia akan mendapat nilai positif, pasti. Yang sering terjadi mereka senang menutup diri, bahkan mengatakan itu hanyalah alat dan tidak mesti memakai itu, what…! Hari gini ada dosen kimia organik bilang gitu?

Atau mereka tidak tahu caranya? Dosen kan mewajibkan mahasiswa kudu rajin belajar, mosok dia enggan belajar, belajar akan hal baru. Ok-lah jika saudara jadi dosen kimia organik atau serumpunnya coba manfaatkan web ChemTube3D, atau saudara mahasiswa kimia organik coba sarankan dosen anda untuk mengeksploitasi web tersebut. Kalau perlu ajari dosen anda untuk menggunakannnya πŸ™‚ (…emang ada dosen yang belum bisa?!)

Meskipun seorang mahasiswa sudah dianggap bisa mandiri dalam memahami hal abstrak, tapi apa salahnya membuat hal abastrak itu bisa “sedikit” real – nyata. Tentu saja ini tidak bisa dijadikan alasan bagi tenaga pengajar di perguruan tinggi untuk tidak menggunakan sesuatu yang ada di web seperti ChemTube3D ini.

ChemTube3D ini kaya akan konten yang berhubungan dengan kimia organik, dan yang menarik adalah tersedianya mekanisme reaksi secara 3D yang selama ini hanya bisa dijelaskan hanya menggunakan papan tulis dan sangat menjemukan. Dengan memanfaatkan web ini dosen-dosen pengajar kimia organik tidak lagi meragukan kalkulasi akan bentuk-bentuk molekul. Semua molekul yang tergambar dengan apik itu sudah melalui proses hitung secara kimia (kimia komputasi). Jadi tidak ada hal yang perlu diragukan. Kalau pun ada yang menurut pembaca, pengguna lain tentunya sudah memberikan ralat atau perbaikan.

Bagusnya lagi deskripsi tentang suatu hal pada tayangan 3D di web ChemTube3D ini diberikan dengan cukup jelas. Bagi mahasiswa yang sedang menempuh mata kuliah kimia organik, dari web ini sangat-sangat membantu dalam memahami penjelasan dari buku teks yang bersifat statis. Bahkan kadang ada juga dosen kimia organik yang seolah dinamis, namun cara mengajarnya “statis” laksana buku-buku kimia organik yang tebalnya seperti batako itu πŸ™‚

Jika dosen-dosen senior itu tidak mau belajar memanfaatkan web semacam ChemTube3D ini, yakinlah dosen-dosen seperti itu selayaknya kembali jadi mahasiswa lagi, agar mau belajar. πŸ™‚ Oleh karena itu mari bapak-ibu saudara dosen pengampu mata kuliah kimia organik, monggo beralih dari pembelajaran statis ke pembelajaran dinamis. Museumkanlah plastik transparan itu, museumkanlah OHP, editlah slide powerpoint yang seolah-olah sudah IT banget namun nyatanya hanya memindahkan teks statis ke layar proyektor, buatlah mahasiswa yang lebih tertarik dan mudah memahami apa yang akan disampaikan. Simpanlah molymod dengan bola lubang warna hitam, putih, biru, hijau, merah dan kuning serta plastik konektornya. Dunia sudah jaman serba IT. Kapan lagi berubah.

Maaf saya hanya seorang guru setingkat sma, jadi hanya bisa nggurui, sedangkan dosen tidak satupun yang bisa ndoseni πŸ™‚ Peace!!!

Salam perubahan,

urip.wordpress.com

Iklan

14 responses

  1. Thanks infonya Pak.. salam kenal …saya dosen kimia organik πŸ™‚

    1. Salam kenal juga bu dosen.

  2. Artikel menarik pak urip…. Tetapi molymod yang terkesan ‘usang’ itu masih sangat penting sekali dipakai dikelas terutama untuk menjelaskan mengenai stereochemistry senyawa komples…. πŸ™‚ belum lagi fungsinya yang SANGAT krusial dalam penentuan stereokimia senyawa-senyawa yang diteliti (untuk penelitian sih,… Bukan kelas)…

    Jadi IT memang harus dimanfaatkan,… Tetapi kadang yang usang dan sederhana itu adalah alat terbaik… Mirip seperti pipet pasteur + kapas (+fase diam) sering adalah pilihan TERBAIK dalam menyaring/memisahkan suatu komponen dalam jumlah kecil ^^

    salam sukses selalu:)

    1. Yup, setuju kok saya dengan pendapat panjenangan karena yg saya bahas adalah secara online dengan banyak keterbatasan juga :).
      Untuk stereokimia, dengan memanfaatkan software JMol atau sekelas ChemSketch saya kira jauh lebih bisa untuk dioptimalkan, tanpa perlu mengangkat tinggi-tinggi molymod. Apalagi kalau “sekedar” stereokimia untuk penelitian pun, aplikasi seperti yang saya sebut relatif lebih mudah untuk digunakan. Bahkan dengan aplikasi yang off line lainnya yang lebih mumpuni banyak hal yang “katanya” bisa dijelaskan, dipelajari, diamati dan diandalkan.
      Senang dapat kunjungan panjenengan πŸ™‚
      Wassalam

    2. Balasan yang menarik pak πŸ™‚ ‘sekedar’ stereokimia….? Ehm,… πŸ™‚ Wah ‘sekedar’ stereokimia itu yang membuat banyak peneliti yang jungkir balik berbulan bulan hanya untuk 1 chiral center loh πŸ™‚ memang aplikasi 3D menarik dipakai di ruang kelas… Perlu dimasyarakatkan pemanfaatan It di kelas ^^ syukurlah anda mengajar di kelas/kota yg sarana prasarana mendukung. Di kampung saya, jangankan lcd, ohp aja satu sma cuma punya 1, dengan listrik yg cuma nyala hari jumat…

      btw sekedar informasi, kelompok peneliti terkenal dr di dunia dalam bidang elusidasi struktur pun,… Masih menggunakan ber kotak kotak molymod loh… πŸ™‚ dalam bidang natural products (yg bagian dr kimia organik), stereokimia adalah bagian yang disebut ‘science’… Core nya. Tetapi bagian yg paling penting itu justru gak bisa pakai pemodelan komputer dan harus memakai molymod. Kalo molymod sudah menghasilkan jawaban, baru nanti dituangkan di pemodelan 3D.

      Salam sukses pak πŸ™‚

  3. Wah iyah konteks pembicaraan kita berbeda yak πŸ™‚ maaf, btw jangan dikira sekolah saja punya sara lengkap loh, di sekolah juga hanya punya 2 LCD Proyektor kok πŸ™‚ Wah sedahsyat itu yak molymod, saya kira “sekedar”. Terima kasih atas pencerahannya. Tadinya saya mengkritik dosen kimia organik yang gaptek itu kok yg jika ngajar hanya “begitu-begitu” saja. Selamat bercengkrama dgn molymod untuk bahasa stereokimia. Salam, dari pedalaman Kalimantan Tengah.

    1. sama-sama… sukses selalu

  4. Salam Mas,…saya ikuti blok anda cukup menarik, sebagai guru kimia SMA mungkin pengetahuan anda di atas rata-rata, walaupun dalam beberapa persoalan kimia yang lebih tinggi (maksudnya universitas) saya harus “tersenyum”, karena beberapa konsep kimia fisik, organik, analitik, anorganik dan biokimia, pengetahuan anda baru “setor wajah”. Meskipun anda mengetahui beberapa hal kecil dalam komputasi kimia bukan berarti mengeneralisir komputasi kimia sebagai pengetahuan tingkat “dewa” adalah hal yang sangat salah. Kadangkala sedikit pengetahuan yang dimiliki bisa membuat seseorang “ujub” dan sombong, dan orang sombong biasanya lupa dengan asal usulnya.

    Bagaimanapun pintarnya anda (menurut anda) sekarang adalah hasil dari didikan “dosen senior” yang (menurut anda) “gaptek” itu. Jadi sadar dirilah!, anda adalah seorang guru, dosen juga seorang guru, menjaga perasaan dosen menjadikan ilmu yang anda serap menjadi berkah mas, kurang setuju dengan metoda dosen bukan berarti metoda yang dia berikan salah atau patut untuk dihina, boleh jadi pengetahuan anda yang masih mentah itu yang salah sementara pengetahuan dosen senior yang telah teruji puluhan tahun itu yang benar!..cerita anda ini mengingatkan saya dengan nostalgia dua orang dosen saya di Ludwig Maximillian University of Munich tahun 2007 yang bernama Prof. Ebert Hubert dan Prof. W. Schnick.

    Prof. Ebert mengajar Kimia Kuantum dan Spektroskopi Molekul (perkuliahan ini merupakan ilmu dasar dalam komputasi kimia modern yang anda bangga-banggakan itu). Untuk anda tahu Prof. Ebert ini memberikan kuliah hanya dengan kapur dan papan tulis (yang di Indonesia telah ditinggalkan dan diganti whiteboard dan spidol), bahkan menggunakan kalkulator pun beliau ogah (logaritma dan perkalian dilakukan dalam kepala dengan kecepatan yang tidak kalah dengan kalkulator), tidak pernah memakai laptop dan infocus meskipun tersedia di dalam ruangan. Media termewah yang dipakai oleh Prof. Ebert adalah OHP yang anda pojokkan dalam tulisan anda di atas. Sedangkan benda yang paling mewah yang melekat pada dirinya adalah jam gantung (jam bulat memakai rantai dari emas dengan merk Rolex mungkin buatan tahun 30-40 an), sangat cocok dengan gambaran dosen senior ‘gaptek’ yang anda gambarkan di atas, akan tetapi tahukan anda substansi dan pemahaman yang beliau berikan dengan media “seadanya” itu lebih saya pahami daripada berbagai perkuliahan beberapa dosen “malas” yang menampilkan slide presentasi dari laptop dengan warna dan gambar yang bagus sementara dosennya duduk malas-malasan di kursi sambil melakukan ceramah yang bahkan untuk menunjuk atom H saja membutuhkan jasa pointer laser dengan sikap gagah-gagahan.

    Kedua: Prof. Wolfgang Schnick (Kimia Anorganik LMU), yang mengajar kristalografi. Mungkin kedengaran konyol bagi anda bahwa Prof. W. Schnick menggambar kristal wurzite, florite, Spinel, Bixbite, dsb. dengan kapur di papan tulis padahal beliau bisa menunjukkan gambar struktur kristal tersebut dengan program komputer dalam hitungan detik. Tahukah anda bahwa nilai pembelajaran yang disampaikan oleh Prof. Schnick selain membuat mahasiswa trampil menggambar struktur dan memanipulasi struktur molekul, yang penting itu adalah bahwa setiap struktur kristal yang dibentuk memiliki hubungan satu dengan yang lain bahkan segampang kita menggunakan eraser dan menambah besar/ukuran satu atom atau ikatan yang dalam media komputer terlihat secara visual sangat berbeda satu dengan lainnya. Bahkan struktur sangat rumit dalam komputer yang seolah-olah kalau digambar ulang dengan tangan hampir mustahil, ternyata merupakan struktur kombinasi yang digabung dari dua atau lebih formasi sederhana yang diajarkan oleh Prof. Schnick itu. (Komputer malah mempersulit keadaan bukan? hehe…)

    Kalau kedua contoh di atas masih kurang, saya beri anda satu contoh lagi: Dr. Muhammad Abdulkadir Martoprawiro (Dosen Kimia Kuantum dan Komputasi Kimia saya di ITB), saya lihat lebih suka menjelaskan konsep momentum sudut dan spin menggunakan spidol yang di putar-putar dan didemonstrasikan sampai mahasiswa mengerti bilangan kuantum azimut dan magnetik daripada menggunakan program komputer (padahal beliau dosen kimia fisika komputasi di Univ. termahsyur negeri ini) dan saya tahu beliau sangat menguasai komputer dan pemrograman.

    Jadi jika anda sebelumnya merasa telah “menggurui” seluruh dosen kimia organik di dunia, saya harap anda tidak terlalu angkuh untuk “didoseni” dengan pengalaman seorang dosen muda yang baru mengajar selama lebih kurang 10 tahun.

    1. Halo bu/pak dosen dari LMU….

      Sabar pak/bu, hahahaa… Jangan sarkastik ah karna maksudnya pak urip baik hanya mungkin penyampaiannya agak sedikit unik karna waktu saya baca pertama kali juga agak bagaimana begitu… πŸ™‚

      Intinya kita semua terima saja bahwa ada plus minus masing masing metode… Yg pasti saya pribadi sih lebih suka diajarin oleh prof saya memakai jari jari, penggaris, batang spidol ketika beliau menjelaskan mengenai struktur molekul organik yg ngejelimet dan stereokimia (kebetulan bidang yg saya pelajari elusidasi struktur, yg adalah bagian kimia organik). Untuk sekedar pengenalan struktur atau 3D sederhana dgn model tetrahedron metana, mungkin memang mudah pakai komputer (dan menarik?) atau reaksi reaksi substitusi sederhana level sma atau kimia organik dasar universitas. Tapi spidol dan penggaris menurut saya pribadi lebh praktis dan mudah dimengerti untuk tingkat advance. Entahlah… Mungkin tergantung masing2 org juga…

      Salam πŸ™‚

    2. Anda benar Bang Deski Beri (+628136320xxxx), saya memang hanya berniat setor wajah, terimakasih atas komentar panjangnya dan sudah diingatkan. Itu menambah pengetahuan saya. Selamat tersenyum (barang kali khas Pandang πŸ™‚ ) dengan tulisan di blog ini. πŸ˜€ BTW saya jadi pingin banyak belajar dari anda nih.

  5. An interesting discussion is worth comment.
    I think that you need to publish more on this issue, it might not be
    a taboo subject but typically folks don’t talk about such issues. To the next! All the best!!

  6. I visited various sites but the audio feature for audio songs
    present at this web site is actually superb.

  7. naturally like your web-site but you have to check the spelling
    on quite a few of your posts. Several of them are rife with
    spelling issues and I in finding it very troublesome
    to inform the reality then again I will definitely come again again.

  8. It’s a pity you don’t have a donate button! I’d definitely donate
    to this excellent blog! I guess for now i’ll settle for bookmarking and adding your RSS feed
    to my Google account. I look forward to fredsh updates
    and will share this site with my Facebook group.
    Chat soon!