Analogi dalam Penyetaraan Reaksi Redoks, Mana yang Lebih Logis?

Penyetaraan reaksi redoks (reduksi dan oksidasi) kerap menjadikan siswa mengernyitkan dahi ketika menghadapinya. Pada beberapa buku penyetaraan reaksi redoks selalu diberikan prosedur kerja untuk bisa menyetarakan reaksi redoks dengan benar. Beberapa buku mempunyai pertimbangan sendiri ketika memberikan prosedur (langkah-langkah/urutan) penyetaraan reaksi redoks itu. Tergantung apakah reaksi redoks yang ingin disetarakan itu berlangsung dalam larutan asam, basa, atau netral.

Inti dalam penyetaraan reaksi redoks adalah bagaimana caranya agar elektron yang dilepas pada reaksi oksidasi itu sama dengan jumlah elektron yang diterima pada reaksi reduksi. Untuk upaya inilah akhirnya dibuat aturan/langkah-langkah untuk bisa menyetarakan.

Untuk reaksi redoks yang berlangsung dalam larutan asam, tidak ada perbedaan dalam SOP (standard operating procedure) 🙂 yaitu:

  1. Tuliskan persamaan reaksi dalam bentuk rumus kimia, baik rumus molekul atau ion, unsur tunggal atau bentuk lainnya. Ini adalah langkah ketika ada pernyataan tentang reaksi redoks dalam bentuk kalimat.
  2. Tentukan manakah spesies yang mengalami perubahan bilangan oksidasi. Spesies  yang tidak terlibat perubahan bilangan oksidasi bisa disingkirkan sementara waktu.
  3. Pasangkan masing-masing spesies menjadi 1/2 reaksi, oksidasi dan reduksi.
  4. Setarakan atom dalam reaksi itu, selain unsur atau atom O dan H.
  5. Setarakan jumlah atom O dengan menambakan sejumlah H2O pada sisi yang kekurangan O.
  6. Setarakan jumlah atom H dengan menambahkan H+ pada sisi yang kekurangan atom H.
  7. Setarakan jumlah muatan antara ruas kiri dan kanan dengan menambahkan e (elektron)
  8. Karena elektron yang diterima dan yang dilepas pada reaksi redoks maka perlu penyamaan keduanya yaitu dengan mengalikan setiap 1/2 reaksi itu dengan bilangan bulat. Tujuannya, sekali lagi, adalah menyamakan elektron yang dilepas dengan yang diterima.
  9. Jumlahkan spesies pada reaksi redoks itu untuk masing-masing sisi.
  10. Hilangkan spesies yang hadir di kedua sisi, misalnya kalau ada 1 molekul H2O di sisi pereaksi (sebelah kiri tanda panah) dan 3 molekul H2O pada sisi hasil reaksi (sebelah kanan tanda panah). Maka 1 molekul pada sisi pereaksi bisa dihilangkan, sedang yang berada di hasil rekasi bisa dikurangi 1 molekul menjadi 2 molekul H2O saja.
  11. Kembalikan pasangan ion (jika ada) sehingga diperoleh reaksi redoks bersih 🙂

Perhatikan langkah 4, 5, dan 6. Tidak ada yang salah!  Nah pada beberapa buku, untuk reaksi redoks yang terjadi pada larutan basa, dilakukan “ketidakwajaran” yaitu menambahkan H2O pada sisi yang kelebihan O, meskipun pada sisi lainnya harus diseimbangkan jumlah H dengan menambahkan OH.

Secara manusiawi, siapa yang kekurangan layak dibantu, diberi sesuatu, siapa yang kelebihan tidak layak mendapatkan sesuatu, karena ia sudah berlebih.

Itulah analogi yang saya dapati dalam penyetaraan reaksi redoks.

Sementara pada beberapa buku lain dalam penyetaraan reaksi redoks berlangsung pada larutan basa, melakukan prosedur yang berbeda tidak menyalahi “kemanusiaan”, tetap mengikuti aturan pada suasana asam. Hanya pada bagian akhir setelah penjumlahan reaksi reduksi dan oksidasi, ia harus menambahkan OH pada kedua sisi sehingga pada akhir reaksi itu tidak lagi ada ion H+. Logis banget kan.

Kelogisan ini sangat terasa ketika saya termenung bahka yang kaya jangan lagi diberi sumbangan, yang tidak kaya-lah yang berhak meneria uluran tangan itu.

Ada beberapa soal yang sulit untuk diselesaikan persamaan reaksi redoksnya kalau mengikuti aturan penyetaraan redoks yang “tidak manusiawi itu”. Namanya juga tidak logis, maka akan merepotkan siapa saja 🙂

2 responses

  1. […] Analogi dalam Penyetaraan Reaksi Redoks, Mana yang Lebih Logis? […]

  2. […] Analogi dalam Penyetaraan Reaksi Redoks, Mana yang Lebih Logis? […]