Mengajar Kimia sambil Mengajarkan TIK

Sumber gambar: chemistrynetwork.pixel-online.org

Kini saya semakin merasa nyaman mengajarkan kimia, yang menjadi bagian keprofesian saya. Untuk tahun ini saya tidak mendapat jatah mengajar TIK lagi. Walaupun demikian saya tetap mengajar TIK di sela-sela saya mengajar kimia. Tentu saja materi TIK-nya sangat melekat dengan pelajaran kimia yang sedang saya ajarkan. Banyak hal tentang pembelajaran yang sedang berlangsung sudah saya tuliskan di blog ini, sehingga siswa bisa mengacu pada beberapa tulisan di blog ini.

Memang tidak semua siswa memiliki koneksi internet yang memadai di rumah, namun hal itu bukan jadi halangan buat siswa, setidaknya itu menurut saya. Siswa bisa bekerja sama untuk saling berbagi dalam mencari sumber pembelajaran secara bersama, misalnya dengan akses internet di warnet. Tidak setiap warnet di komputernya menyediakan aplikasi tertentu. Mengenai keterbatasan aplikasi yang tersedia pada komputer warnet siswa sudah saya beri saran untuk memanfaatkan aplikasi portabel, yang bisa dijalankan dari flash diks.

Kembali ke cerita aktivitas saya tadi, ketika mengajar kimia sering saya sisipi dengan sedikit mengajarkan TIK. Tips dan trik internet merupakan hal menarik yang tentu saja tidak (jarang) diberikan ketika pengajaran TIK sedang berlangsung, meskipun siswa boleh saja bertanya tentang banyak hal tentang semua terkait TIK termasuk tips dan trik berinternet ria. Ini kalau guru TIK-nya profesional atau berpengalaman.

Di sini siswa sering bertanya bagaimana mendapatkan itu atau bagaimana cara menggunakannya, mengakalinya agar mendapatkan itu dengan mudah. Sebagai guru tentu saya bisa ceritakan kepada mereka bagaimana prosesnya. Dari pertanyaan-pertanyaan siswa yang sepeti itu jadi modal saya menuliskannya, sehingga siswa bisa melihat tips dan trik serta tutorial yang secara singkat saya sampaikan saat pelajaran kimia. Kimia adalah pelajaran utama, maka proporsi mengajar TIK tidak terlalu besar.

Mereka akan merasa pas belajar begitu karena langsung mendapatkan caranya, dan saya yakin mereka sendiri akan semakin pandai mencari sumber atau bahan belajar lainnya. Guru tinggal meminta untuk mengeksplore lebih lagi. Barangkali nanti kita tidak mendapatkan sesuatu tapi siswa bisa menginformasikan ke kita. Prinsip saya kalau punya sedikit ilmu atau pengalaman langsung kita bisa berbagi kepada orang lain, termasuk berbagi ke siswa. Semoga ini akan menjadikan siswa semakin senang dengan apa yang kita ajarkan. Memang ini tidak bisa cocok dengan semua siswa tetapi setidaknya kita sudah mengajari mereka berbagi, mencari, dan memanfaatkan sumber belajar di internet dan lebih jauh mereka memahami apa yang jadi bahasan di kelas.

 Saya pikir masih banyak guru yang belum bisa mengoptimalkan internet sebagai media pembelajaran yang luar biasa, dengan berbagai alasannya masing-masing. Yang penting jangan sampai kita tidak membuka kran sumber belajar selain buku teks.

Sekarang saya beruntung, di kelas saya tersedia koneksi internet seperti sekolah-sekolah pada umumnya. Ketika ada materi pengajaran yang memerlukan koneksi internet saya bisa langsung menggunakan internet. Namun ketika sedang tidak tersedia koneksi internet dan saya memerlukan animasi, simulasi atau bahan ajar yang lain saya tetap bisa menggunakannya secara offline (untuk menghemat waktu) karena sebelumnya semua sudah saya siapkan dalam penyimpan data. Pengunduhan website secara total sering saya lakukan disela waktu senggang, dan jika kondisi darurat saya tetap dapat terkoneksi secara offline.

Iklan