Beberapa Teori Asam Basa Yang Tidak Umum

Di jenjang pendidikan sma/ma definisi asam basa tidak lebih dari definisi Arrhenius, Bronstead, dan Lewis.

Teori Asam Basa Netralisasi
Arrhenius Zat yang menghasilkan ion H+ dalam larutan Zat yang menghasilkan ion OHdalam larutan H++ OH→ H2O
Bronsted Donor proton Akseptor proton Transfer proton dari donor ke akseptor
Lewis Akseptor pasangan elektron Donor pasangan elektron Pembentukan ikatan kovalen koordinat

Untuk diketahui, sesungguhnya pendefinisan asam-basa itu bukan hanya yang tiga itu tetapi masih ada lagi tetapi tidak umum diberikan di kimia sma. Berikut ini definisi asam basa yang bisa dijadikan tambahan pengetahuan singkat dalam mempelajari konsep asam basa.

Definisi Asam Basa Lux–Flood

Teori asam basa ini merupakan penghidupan kembali teori asam basa oksigen yang diusulkan oleh kimiawan Jerman Hermann Lux pada tahun 1939, kemudian dikembangkan oleh Håkon Flood sekitar tahun 1947 dan masih digunakan sampai sekarang pada bidang geokimia modern dan elektrokimia lelehan garam.

Defini asam basa menurut teori ini:

Asam adalah akseptor ion oksida (O2-)
Basa adalah donor ion oksida (O2-)

Contoh:
MgO (basa) + CO2 (asam) → MgCO3
CaO (basa) + SiO2 (asam) → CaSiO3
NO3 (basa) + S2O72− (asam) →NO2+ + 2 SO42−

Definisi Asam Basa Pearson (Theory HSAB)

Pada tahun 1963, Ralph Pearson mengusulkan sebuah konsep kualitatif yang dikenal dengan prinsip Hard Soft Acid Base (Asam Basa Keras Lunak), yang kemudian dibuat secara kuantitatif dengan bantuan Robert Parr pada tahun 1984.

Asam keras dan basa keras cenderung memiliki karakteristik:

  • atom atau ion yang berukuran kecil
  • bilangan oksidasi tinggi
  • polarisabilitas rendah
  • elektronegatifitas tinggi (untuk basa)
  • basa keras mempunyai energi highest-occupied molecular orbitals (HOMO) rendah, dan asam keras mempunyai energi lowest-unoccupied molecular orbitals (LUMO) tinggi

Contoh asam keras: H+, ion logam alkali (Li+, Na+, K+), Ti4+, Cr3+, Cr6+, BF3.
Contoh basa keras: OH, F, Cl, NH3, CH3COO, CO32–.

Asam lunak dan basa lunak cenderung memiliki karakteristik:

  • atom atau ion berukuran besar
  • bilangan oksidasi yang rendah atau nol
  • polarisabilitas tinggi
  • elektronegativitas rendah (basa lunak)
  • basa lunak mempunyai energi HOMO lebih tinggi daripada basa keras, dan asam lunak mempunyai energi LUMO lebih rendah daripada asam keras. (Walaupun energi HOMO basa lunak masih lebih rendah daripada energi LUMO asam lunak)

Contoh asam lunak: CH3Hg+, Pt2+, Pd2+, Ag+, Au+, Hg2+, Hg22+, Cd2+, BH3.
Contoh basa lunak: H, R3P, SCN, I.

Asam dan basa berinteaksi, dan interaksi paling stabil jika antara asam basa keras-keras dan asam basa lunak-lunak. Teori ini telah digunakan pada kimia organik dan kimia anorganik.

Definisi Asam Basa Usanovich

Mikhail Usanovich telah mengembangkan teori umum yang tidak membatasi keasaman suatu senyawa yang hanya mengandung hidrogen saja, tetapi lebih umum dari teori asam basa Lewis. Teori Usanovich dapat diringkas:

Asam didefinisikan sebagai  spesies yang dapat menyumbangkan kation untuk kemudian bergabung dengan (menerima) anion untuk menetralkan basa menghasilkan garam.
Basa didefinikasikan sebagai spesies yang dapat memberikan anion (elektron) untuk bergabung dengan kation atau menetralkan asam kemudian menghasikan garam .

Definisi Usanovich ini telah mencakup semua definisi yang telah ada sebelumnya dan konsep redoks (oksidasi-reduksi) sebagai kasus khusus dalam reaksi asam-basa.

Beberapa contoh reaksi asam-basa Usanovich:
Na2O (basa) + SO3 (asam) → 2 Na+ + SO42− (yg dipertukarkan: anion O2−)
3 (NH4)2S (basa) + Sb2S3 (asam) → 6 NH4+ + 2 SbS43− (yg dipertukarkan: anion S2−)
Na (basa) + Cl (asam) → Na+ + Cl (yg dipertukarkan: elektron)

Dialihbahasakan dan diadaptasi dari http://en.wikipedia.org/wiki/Acidbasereaction.

CMIIW, dan terima kasih 🙂

urip.wordpress.com