Memaknai Sebuah Rumus dan Satuan dalam Pelajaran Sains

free-stockphotos.com

Rumus dan satuan dalam ilmu apapun seharusnya tidak hanya dipahami secara matematis saja. Nyatanya pada pelajaran kimia dan fisika siswa terpaku dengan rumus matematis saja, tidak memahami arti dari sebuah rumus ataupun sebuah satuan. Ketika ditanya makna dari hasil hitung, siswa menjadi seolah linglung. Mengapa ini terjadi secara merata di seluruh pembelajar kimia dan juga fisika, dan anehnya bukan hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh belahan muka bumi ini.

Konteks dan konsep dalam pelajaran kimia dan atau fisika sering dipahami siswa secara parsial. Apakah mungkin karena gurunya juga begitu dan tidak berusaha memberikan penekanan dan pemaknaan suatu rumus dan satuan? Yang siswa ikuti adalah bagaimana guru memberikan pemaknaan suatu rumus ataupun sebuah satuan dan celakanya guru juga membiarkan begitu saja tentang simbul-simbul “mati” yang digantikan angka-angka,  Simbol-simbol itu dibiarkan”tanpa dihidupkan” mengejar materi pelajaran habis.

Misal ada suatu angka dengan satuan km/jam, kongkritnya, misal pada hasil hitung kecepatan rata-rata sebesar 50 km/jam, siswa ditanya apa makna sesungguhnya angka dan satuan seperti itu, mereka kesulitan memberikan penjelasan kepada si penanya. Serupa juga dengan itu ketika mereka mendapat data densitas atau kerapatan atau massa jenis suatu cairan, misalnya sebesar 1,12 gram/mL.

Bukan-kah dari penyebutan angka dan satuannya secara perlahan saja semestinya mereka sudah seharusnya tahu? Angka dan satuan 50 km/jam artinya kan dalam waktu 1 jam bisa ditempuh jarak sejauh 50 km, atau kalau dibalik, jarak yang 50 km itu bisa ditempuh selama 1 jam dengan kecepatan rata-rata sebesar itu. Angka 1,12 gram/mL itu juga kalau dibaca perlahan saja seharusnya bisa dipahami bahwa setiap 1 mL cairan itu punya massa sebesar 1,12 gram.

Satuan km/jam atau gram/mL ini “nyawanya” adalah di simbol “/” yang di baca per dengan makna setiap. 50 km/jam artinya jarak tempuh 50 km setiap 1 jam, 1,12 gram/mL artinya massa setiap 1 mL setara dengan 1,12 gram zat cair itu.

Pada pelajaran kimia sering rumus sederhana diubah menjadi sedikit tidak sederhana secara matematis ketika dilakukan penyubstitusian rumusan lain. Meskipun maknanya tidak beda tetapi ini membuat siswa merasa seolah rumus yang ada berbeda dan harus dihafalkan. Hafal namun tidak tahu arti sesungguhnya, mengapa rumus berbentuk begitu. Barangkali inilah akibat dari pendidikan yang tidak berbasis pada proses, yang dikuatkan dengan oleh pelaksanaan ujian nasional yang kalau kepept cukup asal menghitamkan lingkaran kecil pada lembar jawaban komputer.

Sampai kapan rumus-rumus di kepala siswa kita mati dan tak bernyawa?

Urip.wordpress.com

Iklan