Jalur Lurus Menuju Molaritas Larutan

Sumber: wikipedia.org

Perjalanan untuk menyelesaikan soal terkait konsentrasi sebenarnya sederhana. Jalan-nya mulus dan lokasi serta jaraknya tidak terlalu jauh. Itulah kesan ketika menemani siswa belajar hal tentang konsentrasi larutan sebagai awalan pokok bahasan laju rekasi.

Pertama dikenalkan konsep konsentrasi sebagai satuan banyaknya zat terlarut dalam volume larutan tertentu. Jadi hanya ada 2 variabel untuk menentukan molaritas zat dalam suatu larutan yaitu berapa banyak zat yang terlarut (dengan satuan mol) dan berapa volume larutan ketika akan ditentukan molaritasnya.

Dengan rumus M = n/V di mana M adalah molaritas zat dalam larutan; n jumlah zat (dalam mol); dan V volume larutan (dalam Liter).

Dalam buku yang bagus tentu dijelaskan dengan contoh sederhana menuju ke soal yang menjadi lebih kompleks. Saya suka buku-buku model seperti itu, baik ketika sebagai siswa ataupun saat menjadi guru. Pertama belajar dan berlatih menentikan molaritas larutan dengan diketahui jumlah mol zat terlarut dan volume larutannya. Termasuk mengutak-atik 3 varibel itu.

Dengan memperhatikan segita molaritas tadi kita bisa membolak-balikan variabel guna menentukan variabel yang akan dicari.

Namun pada level yang sedikit lebih tinggi maka varibel n (mol) yang diketahui memiliki rumus dengan varibale tiga juga.Mol (n), mr atau ar, massa zat (m)

Kadang lebih jauh lagi yang sering dipermainkan adalah massa zat terlarut. Massa zat ini bisa saja tidak langsung muncul sebagai massa zat, tetapi kadang dalam bentuk zat yang tidak murni dengan kadar tertentu biasanya berupa % massa. Apalagi jika zat itu berupa padatan yang hidroskopis (mudah menyerap air), misalnya ada zat yang kadarnya 75 % massanya 100 g, yang artinya dalam 100 gram itu terdapat hanya 75 g zat murni, sisanya adalah zat lain entah itu air atau zat tertentu lainnya. Nah yang 75 gram inilah yang diperhitungkan dalam penghitungan berikutnya.

Bagaimana kalau zat cair? Kalau zat cair sering muncul informasi selain kadar (%) adalah densitas atau massa jenis atau kerapatan. Densitas ini sering dinyatakan dalam gram per centimeter kubik (g/cm3) yang sama dengan gram per mililiter (g/mL) dan atau kilogram per liter (kg/L). Di sini perlu dilakukan konversi atau perhitungan volume zat cair menjadi kg atau g.

Contoh:

Tersedia zat asam sulfat (H2SO4) sebanyak 1000 mL dengan kadar 96% dan densitasnya 1,84 g/mL dan massa molar (mr) H2SO4 98 g/mol. Hitunglah konsentrasi zat tersebut dalam satuan molar (M).

Solusi:

Zat tersebut berupa larutan H2SO4 sebanyak 1 L (1000 mL)

massa H2SO4 (m) = kadar x densitas x volume
massa H2SO4 (m) =  96%  x 1,84 g/mL x 1000 mL
massa H2SO4 (m) =  1766,4 g

mol H2SO4 (n) = \frac{m}{mr}
mol H2SO4 (n) 1766,4 g = \frac{1766,4~g}{98~g/mol} = 18,025~ mol

Konsentrasi H2SO4 (molar (M)) = \frac{n}{V}

Konsentrasi H2SO4 (molar (M)) = \frac{18,025~mol}{1~L} = 18,025~mol/L = 18,025~M

Tidak sulit kan?!

Urip.wordpress.com