Guru Kimia Perlu Tahu Miskonsepsi yang Sering Terjadi Itu

Tentang miskonsepsi ini sangat penting, bahkan di kampus tertentu sampai dijadikan mata kuliah untuk jenjang S2 pendidikan kimia. Memang benar, kita, tepatnya saya sendiri mungkin memiliki kesalahan konsep dalam memahami apa yang saya ajarkan. Ini akan lebih parah ketika saya mengajarkan itu ke siswa, semakin runyam pemahaman siswa jika itu terjadi. Oleh karenanya ini menjadi sangat mendesak untuk diketahui oleh semua guru, agar sadar dan segera memperbaiki kekeliruan yang selama mungkin terjadi.

Mari simak apa saja yang selama ini kita pahami, salah atau benar, dan mari kita kembali ke jalan yang benar dengan membaca, menjelajah berbagai referensi dari berbagai sumber, berbagai sumber yang ada di internet. Jika dahulu miskonsepsi pada pelajaran kimia terfokus pada kesalahan siswa dalam memahami suatu konsep tanpa mengetahui apakah gurunya tidak mengalami miskonsepsi juga, kini kita sebagai guru harus “mawas diri”. Menakar diri tentang pemahaman kita selama ini.

Berikut ini 100 tautan tentang berbagai miskonsepsi dalam pelajaran kimia dari hasil pecarian google dengan file pdf.

Dari situlah kita bisa mulai mengaca, “Apakah pemahaman SAYA selama ini keliru atau sudah benar”. Saya ambilkan contoh kecil yang selama ini kita yakini bahwa kita telah paham tentang pengaruh penambahan reaktan pada kesetimbangan kimia dengan dasar azas Le Chatelier. Seperti hasil penelitian di China oleh Derek Cheung, Hong-jia Ma, Jie Yang bahwa banyak guru yang memiliki miskonsepsi tentang kesetimbangan kimia.

Dari 109 guru yang berpartisipasi dalam ujian untuk penelitian, hanya satu yang mengerti bahwa menambahkan gas CS2 ke sistem kesetimbangan CS2 (g) + 4H2 (g) ⇌ CH4 (g) + 2H2S (g) pada tekanan dan suhu konstan dapat menggeser kesetimbangan ke reaktan atau produk, tergantung pada jumlah CS2 dalam sistem kesetimbangan awal. Sebagian besar guru mengandalkan prinsip Le Chatelier dan dengan demikian ia membuat prediksi yang keliru.

Ini baru sebagian hal saja yang terjadi pada guru, apalagi nanti pada siswa. Konsep-konsep kimia yang “abstrak” dengan memanfaatkan kekasadan logika memang dapat menimbulkan miskonsepsi yang sangat nyata. Bahkan hampir setiap pokok bahasan di jenjang pendidikan sma dan smp terdapat miskonsepsi yang mungkin disebabkan oleh miskonsepsi guru kimia sendiri.

Beberapa miskonsepsi yang pernah saya tunjukkan di tulisan “Miskonsepsi Kimia” di blog ini juga, dan tentu saja sekarang akan lebih banyak lagi dokumen tentang hal itu yang semakin membuka mata kita sebagai seorang guru kimia. Kimia sebagai mata pelajaran dengan karakteristik yang lebih banyak pada dunia mikroskopis menyebabkan hal itu terjadi. Meskipun begitu kita bisa belajar lebih banyak dari para peneliti pendidikan kimia yang memiliki perhatian dalam hal itu.

Sekali lagi mari evaluasi diri apakah setiap yang kita yakini benar selama ini sudah benar atau perlu pelurusan agar menjadi benar.

Urip Kalteng

One response

  1. Buku bahasa indonesia yang membahas tentang miskonsepsi kimia ada gak min? Butuh banget ni buat referensi.