Aktivitas selama Mengawas Ujian Nasional

mengawas ujian

Sumber ilustrasi: http://www.pasarkreasi.com

Tahun ini adalah pengalaman saya mengawas UN untuk pertama kali di jenjang SMA/MA. Menyimak POS dan tata tertib pengawas UN 2013 banyak aturan dan ada beberapa larangan untuk pengawas ruang UN tahun ini sebagaimana yang telah ditetapkan panitia UN pusat di sini. Rentangan waktu UN sekitar 120 menit. Setelah siswa asyik mengerjakan soal, dan tugas pengawas mengisi lembar macam-macam selesai maka praktis waktu yang dimiliki pengawas sangat banyak hingga siswa selesai mengerjakan soal dan selesai.

Apa sajakah kebiasaan yang memungkinkan dapat dilakukan selama proses menunggu waktu sembari menjalankan tugas kepengawasan seorang pengawas UN?

  • Yakin di urutan pertama kebanyakan rekan pengawas UN adalah bengong, melamun, memikirkan sesuatu entah tentang apa :), mengamati tingkah pola siswa saat mengerjakan soal dari kejauhan.
  • Bagi yang muslim mungkin bisa memanfaat waktu tersebut dengan berdzikir alih-alih mendekatkan diri dan meningkatkan keimanan 🙂
  • Menulis. Barangkali ini adalah aktivitas yang paling produktif dengan tidak mengganggu tugas utama, dibandingkan aktivitas melamun atau berpikir yang kurang jelas arahnya. Menulis itu memang berpikir hanya dibantu dengan aktivitas menggerakkan alat tulis di atas kertas kosong (bisa menggunakan kertas buram sisa untuk hitung-berhitung yang dibagikan ke siswa). Apalagi adanya larangan pengawas dilarang untuk membawa alat komunikasi yang biasanya digunakan untuk “membunuh” rasa jenuh dengan ber-sms-an dengan teman atau siapapun. Bahkan membaca soal sisa (cadangan) saja dilarang juga, praktis tidak ada yang bisa dijadikan pelampiasan bermakna. Menulis secara liar atau ngelantur sangat menguntungkan. Kita bisa tuliskan apa saja yang terlintas bebas di kepala kita. Menulis itu merupakan ajang visualisasi pemikiran, lamunan. Kita akan dengan mudah bahwa kita telah berpikir x, y, z. Kalau tidak ditulis mungkin kitapun gak tau apa yang sudah kita pikirkan. Menghargai waktu dan tidak menyia-nyiakannya adalah suatu kearifan yang layak untuk dipelihara.

Dengan menulis tentu itu sedikit membuat kita sibuk meskipun sesekali kita bisa mengalihkan pandangan ke peserta ujian untuk mengamati keadaan agar tetap terjaga dan kondusif. Betapa stressnya siswa kalau kita mengawas lalu melototin siswa sepanjang waktu hingga waktu ujian usai. Lebih-lebih tahun 2013 ini ujian menggunakan soal dengan paket berbeda-beda dalam satu ruang jadi kecurangan untuk sekedar saling tanya saja sudah tidak ada gunanya.

Kalau kita boleh ngobrol dengan sesama pengawas tentu sedikit banyak akan mengganggu konsentrasi siswa, meskipun kita akan mendapat banyak informasi apapuun dari partner pengawas. Biasanya pasangan mengawas dalam satu ruang ujian adalah berbeda asal sekolah dan mungkin belum pernah kita kenal sebelumnya. Tentu akan sangat menarik mulai dari pertanyaan remeh temeh sampai diskusi serius dan menarik. Sekali lagi sayangnya itu sangat tidak etis, lebih-lebih itu bisa mengganggu konsentrasi siswa.

Bahkan kalau dulu pengawas bisa saja eksyen hilir mudik mendekati siswa sambil melihat aktivitas siswa dari dekat, kini itupun dilarang, alasannya itu bisa mengintimidasi psikologi siswa baik langsung atau tidak langsung. Hal seperti itu memang akan membuat siswasedikit banyak terganggu, apalagi kadang pengawas ngajak ngobrol satu dua patah kata. Barangkali kebiasaan melihat dari dekat pekerjaan siswa adalah warisan guru-guru kita dulu, dan kini itu menjadi suatu yang tidak perlu dilakukan oleh seorang pengawas ujian.

Jika dulu ada pengawas yang dengan santainya membawa bacaan baik koran atau buku untuk mengisi waktu tunggu hingga siswa selesai mengerjakan soal ujian, kini hal seperti itu menjadi sesuatu yang tidak patut lagi dilakukan. Hal itu seolah memang pertanda guru pengawas memang tidak niat mengawas :).

Bagaimana dengan pengalaman rekan guru yang mendapat tugas mengawas tahun ini?

4 responses

  1. yang penting ada orang di ruangan pak heheheheh. kalo tidak ada orang berarti tidak ada pengawas. Alias hadir pak ! hahahah

  2. kalo kami tertekan batin mengawas Pak, soalnya jawaban sudah dibagi kepada murid, dimasukkkan panitia ke laci siswa pagi-pagi betul. bebas memegang HP. Bhs. Inggris (Listening) belum diperdengarkan soalnya, tetapi sudah siap dijawab. luar biasa di negara kami ini Pak. yang seperti itu tidak boleh ditegur atau dikasih sanksi, karena akan jadi masalah besar…

  3. kadang kami merasa mengajar tidak ada gunanya bila di akhir semester harus beri nilai lebih dari KKM, padahal anak tidak mampu untuk itu, tapi sistem menekan kami harus berbuat itu. Bagaimana solusinya?

  4. enaknya mengajar PAUD tidak ada UN hehehe kurikulum PAUD