Cara Menghitung Bilangan Oksidasi Unsur C pada Senyawa Organik

Penghitungan bilangan oksidasi (biloks) di SMA selama ini sangat jarang diterapkan dalam senyawa organik. Penyebab lainnya adalah dalam setiap reaksi redoks dalam senyawa organik juga jarang sekali disinggung dan jarang mengaitkannya dengan berapa perubahan biloks pada unsur-unsur dalam senyawa organik yang terlibat dalam reaksi reduksi dan oksidasi itu. Kebanyakan penentuan biloks hanya terjadi pada senyawa-senyawa ionik saja. Lalu bagaimana kita bisa menentukan biloks untuk unsur-unsur dalam senyawa organik? Berikut ini contoh penerapan menentukan biloks unsur dalam senyawa organik.

Ketentuan umum dalam penentuan biloks pada bahasan selama ini masih berlaku, seperti O umumnya biloks-nya -2, H biloks-nya +1, N biloks-nya -3, S biloks-nya -2 dan seterusnya. Pada senyawa organik yang biasanya terdapat rangkaian ikatan C-C baik ikatan tunggal, ikatan dobel, ikatan tripel nilainya dihitung 0 (nol). Bilangan oksidasi C ketika dalam senyawa organik yang kemudian mengalami reaksi redoks biasanya menggunakan total biloks C pada senyawa tersebut, kecuali disebut lain 🙂

Berikut contoh-contoh dalam penentuan biloks C pada beberapa senyawa.

ch4 urip kalteng
Metana,
4 biloks H = +4,
biloks C = -4


biloks C pada propana urip kalteng
Propana,
biloks H masing-masing = +1,
biloks C1 dan C3 sama = 3(-1) + 0 = -3,
biloks C2 = 2x(-1) + 0 + 0 = -2,
jika dijumlah biloks C =[2 x(-3)] + (-2) = -8


biloks C pada asam asetat - urip kalteng
Asam asetat (asam etanoat),
biloks H masing-masing = +1,
biloks C1 = (+2)+(+1)+0 = +3,
biloks C2  = -3+0 = -3,
jika dijumlah biloks C = +3 + (-3) = 0


biloks C pada asam propanoat - urip kalteng
Asam propanoat,
biloks H masing-masing = +1,
biloks C1 = (+2)+(+1)+0 = +3,
biloks C2  = -2+0+0 = -2,
biloks C3 = -3+0 = -3,
jika dijumlah biloks C = +3 + (-2) + (-3)= -2


biloks C pada C2HCl3 urip kalteng
Trikloroetena,
biloks H = +1,
biloks C1 = [2x(+1)]+0 = +2,
biloks C2 = -1+ (1) + 0 = 0,
jika dijumlah biloks C = (+2) + 0 = +2


biloks C pada metil fenol urip kalteng
4-metil fenol,
biloks masing-masing H = +1, biloks C1 = (+1) + 0 + 0 = +1,
biloks C2, C3, C5, C6, = -1+ 0 + 0 = -1,
biloks C4 = 3x(0) = 0,
biloks C pada metil = -3,
jika dijumlah biloks C = (+1) + 4x(-1)+ 0 + (-3) = -6


biloks C pada etil-2-sianoetanoat
Etil-2-sianoetanoat,
biloks masing-masing H = +1,
biloks C2 = 2(-1) + 0 + 0 = -2,
biloks C3 = 3(-1)+ 0 = -3,
biloks C4 = +2 + (+1) + 0 = +3,
biloks C6 = 2(-1) + (+1) + 0 = -1,
biloks C7 = +3 + 0 = +3,
biloks O1 dan O5 = -2,
biloks N = -3,
jika dijumlah biloks C = (-2) + (-3) + (+3) + (-1) + (+3) = 0.


Demikian semoga pembaca mendapat manfaat dan kejelasan dari contoh di atas.
Wassalam,
Urip Kalteng

Iklan

4 responses

  1. Freddy Doloksaribu

    mantap

  2. Alhamdulillah..jazakumullah khairan katsira atas ilmunya