Fokus dalam Belajar IT itu…

Belajar itu modalnya hanya satu… pingin bisa. Selanjutnya kesungguhan untuk mencapai ke-bisa-an itu adalah kuncinya.

Guru atau siswa atau siapa saja, kalau pingin bisa menguasai IT, fokuslah pada SATU hal hingga benar-benar menguasainya, dijamin itu akan membawa kita beda dengan yang lain. Namun jika kemaruk pingin serba bisa tanpa fokus kita dijamin tidak akan beda dengan yang lain. Kita ndak punya spesialisasi sedikit pun.

Contoh fokus yang baik adalah kita introspeksi diri, kita ngaku bisa menggunakan aplikasi olah kata, sebutlah microsoft word saja. Bisa apa? Hanya mengetik? itu bukan apa-apa semua orang juga bisa ngetik makai aplikasi itu. Lalu apa bedanya kita dengan orang lain? Coba saja digali lebih jauh apa kehebatan aplikasi itu, sampai pada penggunaan visual basic (VBE) atau hanya cukup mengoptimalkan menu yang tersedia saja itu sudah lumayan. Kecuali kita memang punya fokus lain diluar IT

Dalam belajar IT coba kita tanya pada diri kita, apa yang ingin kita bisa, ingin kita kuasai. Kalau ndak fokus pada satu hal jangan mimpi kita dapat eksis dengan IT. Untuk bisa IT memang hanya dibutuhkan keseriusan, kesungguhan. Tidak perlu kuliah IT saja banyak kok yang sukses di bidang IT. Jadi mulai sekarang terkait IT fokus pada satu hal saja dulu.

Sebagai upaya menyadarkan diri kita memang perlu tohokan yang mengena agar kita tidak larut dalam belajar tanpa arah, terutama terkait belajar IT yang luas cakupan dan kegunaannya itu. Indikator keberhasilan sebenarnya bukan hanya pada hasil saja. Tapi pada proses bagaimana kita meluangkan waktu, mengorbankan hal lain demi fokus itu dalam penguasaan suatu hal. Sementara waktu jangan perdulikan kiri-kanan raih saja tujuan kita.

Godaaan dalam belajar tentang IT memang luar biasa, ada ini bagus pingin bisa, datang hal lain, bagus juga, pingin juga bisa, begitu seterusnya. Inilah yang kadang kita terlena akhirnya semua tak satupun kita kuasai. Jadilah kita orang yang SEOLAH hebat dalam bidang IT namun hanya seolah belaka. Faktanya kita hanya bisa seujung kuku. Yah seperti ada pertayaan, menguasai microsoft excel tidak? Kalau kita jawab menguasai wah itu sudah hebat banget, tapi kalau hanya cuma bisa mengetik dan membuat tabel di excel orang lain juga bisa toh.

Pandangan keliru orang kebanyakan (awam-er) tentang dunia IT setiap orang bisa sedikit ini itu sudah dibilang hebat. Ini keliru banget. Akibatnya orang yang dipuji hebat jadi mabuk kepayang padahal bisanya cuma petentang-petenteng sok bisa IT. Semoga kita yang sedang sedikit belajar dijauhkan dari sifat seperti itu.

Sesungguhnya status hebat dalam bidang IT, menjadi beban tersendiri bagi penyandangnya. Penyandang itu harus serba bisa mengatasi segala persoalan IT. Berat ini. Padahal selaku penyandang pujian hebat kita sering hanya bisa untuk bagian tertentu saja, tidak yang lain. Untuk itulah fokus dalam bidang tertentu ketika belajar IT tidak boleh ditawar sebab tawaran itu akan menjatuhkan harga diri.

Indikator lain dari keahlian kita dalam suatu bidang (IT) bahwa orang memanfaatkan keahliannya menghasilkan uang, berbagi walau baru seujung kuku. Karena sekarang keprofesionalan juga diukur seberapa banyak uang terkeruk dari keahlian diri atau seberapa banyak sumbangsih keahlian itu untuk orang lain, baik secara online maupun secara online. Bukan hanya untuk diri sendiri atau lingkungan terdekatnya saja.

Memang kepercayaan yang diberikan pihak lain (terkait penguasaan IT) akan jadi beban, tapi beban itu terasa ringan jika kita terus belajar tiada henti. Mendapatkan kepercayaan itu memang bukan perkara mudah. Namun jika sudah dapat berusaha untuk tidak mengecewakan adalah kuncinya. Kita tidak bisa mengelak akan kepercayaan meskipun kita telah menghindar untuk tidak menerimanya.

Yuk yang belum punya fokus kita pilih yang ingin kita geluti secara serius.

Wassalam,
Urip Kalteng.

Iklan

4 responses

  1. IT itu tidak perlu dipelajari pak, tapi langsung dipraktekkan. 😛

    1. Menurut saya. Praktik juga belajar

  2. Terimakasih sekali postingannya bermanfaat pak, untuk saat ini saya memang belum bisa memilih harus fokus di bahasa pemrograman apa, semuanya saya pelajari sedikit sedikit 😦 saya harus mulai fokus untuk memilih bidang IT yg saya sukai. sekali lagi terima kasih pak Urip