Mengajar dengan Papan Tulis Semimodern

Papan tulis apapun bentuknya merupakan alat yang sejak mula pembelajaran telah menjadi sarana yang luar biasa. Apapun yang perlu dipaparkan untuk orang lain bisa disajikan dengan papan tulis. Sejak jaman batu papan tulis juga sudah ada. Bahkan mungkin jaman modern pun papan tulis mutlak diperlukan dan tak tergantikan, namun bisa saja bentuk fisiknya bisa berbeda namun sebutannya tetap saja papan tulis, misalnya saya sebut papan tulis semimodern.

Semua alat untuk pembelajaran tidaklah sempurna ada kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Jika dulu umum digunakan papan tulis dengan bahan kayu baik dicat warna hitam atau warna hijau atau warna lainnya dengan alat tulisnya berupa kapur tulis batangan, kemudian beralih menggunakan papan tulis putih dengan permukaan licin mengkilat menggunakan alat tulis spidol yang dapat dihapus. Belakangan diketahui bahwa alat tulis dengan spidol itu ternyata menggunakan tinta xylena yang cukup beracun jika terhirup dengan akumulasi tertentu. Dan yang sering jadi masalah adalah kebersihan tangan saat menggunakan spidol tersebut. Suatu ketika ada guru yang ditertawakan siswanya karena mendapati gurunya jadi seperti badut, ada warna hitam sana-sini di wajah sang guru.

Sebelum saya mendapati aplikasi kecil yang cukup powerfull saya pernah menjadikan aplikasi olah kata sebagai papan tulis digital yang dihubungkan ke proyektor, lumayan tapi tidak cukup efektif karena saya harus mengetikkannya. Beralih berikutnya menggunakan aplikasi presentasi, di mana terdapat fasilitas pen tool dan segala kelengkapannya. Ini pun tetap tidak efektif juga. Lebih-lebih mata pelajaran yang saya ajarkan adalah kimia, di mana saya kadang harus menuliskan persamaan kimia, menggambarkan strukturnya, menunjukan mekanisme reaksi dan seterusnya dan hasilnya tulisan yang mengandalkan pen tool dikendalikan dengan mouse tetap kurang bagus dan tidak serapi jika menggunakan alat tulis manual.

Sampailah suatu ketika saya sempat berbelanja alat untuk kepentingan mengajar saya berupa mouse dalam bentuk pena dengan pad (landasan)nya. Yah agak lumayan smooth bentuk tulisannya. Hanya karena harga murah-an tentu kadang tidak sesuai dengan harapan dan perlu sedikit tips untuk mengakalinya, tapi cukup membantu dan sesuai dengan harganya yang berkisar 500 ribuan rupiah.penpad

Jika harus menggunakan aplikasi presentasi seperti powerpoint yang memang bukan peruntukannya tentu bisa-bisa saja namun itu tetap ada kekurangannya. Untuk kepentingan itulah akhirnya saya mendapati papan tulis semimodern atau semiklasik yang berupa software (tepatnya freeware) Desktop Whiteboard.desktopwhiteboard

Adapun fitur-fitur yang tersedia pada aplikasi tersebut antara lain:

  • Total Recall pada semua proyek (papan, catatan, pengaturan dan palet warna dll )
  • Proyek tak terbatas dan mudah digunakan untuk manajemen proyek
  • Timer Project untuk menentukan ketepatan waktu ketika presentasi
  • Terdapat fasilitas cetakan dan ekspor gambar pilihan
  • Impor gambar dalam semua format standar dengan mengubah ukuran dan skala pilihan
  • Dukungan multi-screen
  • Layar penuh dan mode window dengan lokasi dan ukuran tertentu
  • Animasi playback loop, mundur dan pengaturan bingkai tersuai (10 FPS sampai 1 FPM )
  • Banyak warna picker dengan dukungan mode HEX , RGB dan CMYK untuk semua palet
  • Pixel, Grid, Line dan Fill efek dengan pilihan penyesuaian
  • Beberapa tingkat undo dan redo di seluruh papan
  • Fitur Autosave dan pilihan backup
  • Kunci proyek, melindungi pekerjaan dari splatters yang tak disengaja 🙂
  • Dukungan shortcut keyboard
  • 9 whiteboard tab disesuaikan per proyek , lengkap dengan toolbox, pilihan edit
  • 9 noteboxes yang cukup besar (notes kapasitas tinggi ), satu untuk setiap papan tulis dengan fasilitas edit, pencarian, font dan pilihan opacity
  • 12 palet warna masing-masing dengan 7 warna yang dapat disesuaikan ( total 84 pena yang dapat disesuaikan per proyek)
  • 7 tema global dari papan tulis standar untuk Blackboard dll

Untuk lebih jelasnya silahkan simak manual atau FAQ yang cukup mudah untuk dipahami di website resminya di sini. Untuk mengunduh dari sourceforge.net silakan klik di sini.

Selamat mencoba 🙂

Wassalam,
Urip Kalteng

3 responses

  1. Mungkin bisa pula pakai digitizer yang resolusinya tinggi.

    Dulu kami pernah bekerja sama dengan Pintar Media. Mungkin tulisan ini bisa jadi referensi untuk software pendidikan (termasuk kimia):
    http://dewo.wordpress.com/2007/01/25/presentasi-pintar-media/

    Ada juga eBeam dan MIMIO Digital Meeting Assistant. Fungsinya untuk mentranslasi pergerakan di white board menjadi digital. Jadi apa yang dituliskan di whiteboard langsung jadi file digital.
    http://dewo.wordpress.com/2007/04/18/first-computer-square/

    Waaah maaf, saya jadi nyampah di sini.

    Salam

    1. Sampah yang berguna untuk didaur ulang :D, Terima kasih sudah nyampah di sini (Y)

  2. kelihatannya cukup lumayan itu