Pembahasan Soal Essay Nomor 2 – OSP Kimia Tahun 2014

Soal 2. Senyawa karbonat                 (12 poin)

Anda mempunyai suatu garam karbonat yang kationnya tidak diketahui secara pasti. Tetapi anda ketahui pasti, kation tersebut mempunyai muatan +2. Jadi, garam tersebut mempunyai formula umum MCO3.

Sebanyak 4,56 g senyawa ini dimasukkan ke dalam air, ternyata tidak larut. Penambahan asam kuat (HCl) berlebih, dan sebagaimana diharapkan, larutan mengeluarkan gelembung­gelembung gas dan senyawa tersebut menjadi larut. Massa yang hilang akibat bebasnya gas CO2 adalah 1,164 g. Selanjutnya, ke dalam larutan tersebut ditambahkan natrium fosfat, dan terbentuk endapan baru.

  1. Apa kation dalam garam karbonat tersebut?
  2. Bagaimana formula endapan baru setelah penambahan natrium fosfat?
  3. Berapa massa endapan baru tersebut?

Klik untuk lihat pembahasan soal

Pembahasan Soal Essay Nomor 1 – OSP Kimia Tahun 2014

Soal 1. Senyawa-senyawa yang mengandung atom H, N, dan O     (25 poin)

Atom H, N dan O dapat membentuk 5 senyawa A, B, C, D dan E. Data yang dikumpulkan mengenai kelima senyawa itu adalah:

  1. Semua senyawa A, B, C, D dan E tersebut bila dilarutkan dalam air bersifat elektrolit, walaupun tidak semua merupakan elektrolit Senyawa C dan D adalah senyawa ionik tetapi senyawa B adalah kovalen
  2. Nitrogen dengan tingkat oksidasi tertinggi terdapat pada senyawa A dan C, sedangkan nitrogen dengan tingkat oksidasi terendah terdapat pada senyawa C, D dan Muatan formal dua atom nitrogen pada senyawa C adalah +1 tetapi muatan formal atom nitrogen pada senyawa B = 0
  3. Pada temperatur ruang, senyawa A dan E ada dalam larutan, dan kedua larutan tersebut dapat mengeluarkan gas-gas, Konsentrasi larutan A paling pekat 16 M sedangkan larutan E paling pekat 15
  4. Senyawa D mengandung nitrogen 43,7% massa dan oksigen 50% Dalam kondisi STP, senyawa D merupakan kristal padat dan bila dipanaskan akan terdekomposisi membentuk gas.
  5. Senyawa C mengandung satu atom O lebih banyak dari Larutan C bersifat asam lemah, larutan A adalah asam kuat. Larutan B dan E bersifat basa.
  6. Titrasi 0,726 g senyawa B membutuhkan HCI 1 M sebanyak 21,98 ml untuk

Tentukan rumus kimia 5 senyawa tersebut dan jelaskan cara mendapatkannya.

Klik di sini untuk pembahasan soal

Soal dan Jawaban Soal Seleksi Olimpiade Sains Tingkat Kabupaten/Kota 2015 – Calon Tim Olimpiade Kimia Indonesia 2016

Berikut ini adalah Soal dan Jawaban Soal Seleksi Olimpiade Sains Tingkat Kabupaten/Kota 2015 untuk Calon Tim Olimpiade Kimia Indonesia 2016.

Semoga bermanfaat untuk belajar dalam menyiapkan olimpiade sains kimia tahun berikutnya.
Pembahasan soal pilihan ganda akan segera tersedia pada blog ini.

Wassalam,
Urip Rukim

Pembahasan Soal Nomor 27 pada Paket-paket Soal UN Kimia Tahun 2013/2014 (Polimerisasi)

Berikut ini adalah pembahasan soal nomor 27 pada paket-paket soal UN kimia tahun 2013/2014, yang secara khusus mengenai polimerisasi, baik polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi. Semua ada 7 variasi soal yang berbeda.

soal ke-1 no 27 un 2014 Baca lebih lanjut

Pembahasan Soal Nomor 5 OSN Kimia Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2014

Soal 5. Proses pelapisan plastik dengan krom (20 poin)

Bahan plastik dapat dilapisi oleh krom dengan cara:

  • Pertama, melapiskan lapisan tipis pasta grafit pada plastik,
  • Kemudian plastik yang dilapisi pasti grafit ditempatkannya dalam bath dari akua krom(III)sulfat
  • Kemudian dilakukan elektroplating (proses pelapisan logam)

Klik di sini untuk pembahasannya

Pembahasan Soal Nomor 4 OSN Kimia Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2014

Soal 4. Karbon disulfida (23 poin)

Karbon disulfida, CS2, pada suhu 46 oC merupakan pelarut yang sangat baik untuk melarutkan belerang dan senyawa lainnya. Namun penggunaan senyawa ini di laboratorium sudah mulai dikurangi karena beracun dan sangat mudah terbakar. Klik di sini untuk melihat pembahasannya

Pembahasan Soal Nomor 3 OSN Kimia Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2014

Soal 3. Barium peroksida dari barium oksida (23 poin)

Barium peroksida dapat dibuat dari reaksi kesetimbangan barium oksida dengan oksigen pada tekanan dan temperatur tertentu. Sebanyak 1 g sampel yang mengandung campuran barium oksida dan barium peroksida direaksikan dengan asam sulfat, terbentuk 1,49 g endapan putih yang dipisahkan dari filtratnya. Filtrat tersebut dapat bereaksi dengan kalium iodida dalam asam menghasilkan 1,18 x 10–3 mol iodin.
Baca lebih lanjut