Category Archives: Lain-lain

Beberapa Potret Kegiatan Seminar dan Kongres I IGI di Jakarta

Saya sebenarnya ingin juga mengabadikan momen-momen penting yang saya ikuti. Kondisi yang tidak memungkinkan (mengalah) karena hampir setiap orang membawa kameranya masing-masing untuk berebut mengambil foto akhirnya saya urungkan niat. Inilah dampak semakin terjangkaunya teknologi oleh kebanyakan orang :). Mendadak semua orang menjadi fotografer amatiran dengan berbagai tipe kamera. Luar biasa memang teknologi mengubah banyak perilaku manusia.

Saya paling tidak srek dengan keadaan berebut untuk berfoto bersama dengan orang-orang terkenal. Saya lebih memilih jadi penonton saja. Karena itulah akhirnya saya tidak memiliki banyak dokumentasi atas setiap kegiatan saya. Saya sesekali saja mengambil gambar dari tempat saya duduk atau berada.

Sama dengan kegiatan barusan yang saya ikuti, memberi materi seminar pada kongres I IGI di gedung A Kantor Kemdiknas Jakarta 21-23 Juni 2011, saya lebih banyak diam, memberikan kesempatan rekan lain untuk mengabadikan momen penting. Sebab semua pada sibuk berebut mengambil gambar, situasi menjadi tidak lagi untuk dilihat. Tapi apapun itu saya sempat juga mengambil gambar dan meminta untuk diambil gambar dengan kamera Lumix 7 saya yang mungil itu.

Continue reading →

Kapas-kapas Raksasa

Kapas-kapas menggumpal raksasa tersebar berserakan seolah diam bergeming dari tempatnya karena kerelatifan gerak kami yang begitu cepat. Serasa keajaiban yang luar biasa ketika menerobos, dan melewatinya. Dengan kelembutannya benda padat diijinkan menembus dirinya. Kapan ia hadir terbentuk dan hilang hanya terasa lewat derasnya titik titik yang menerpa alam sekitar.

Kapan dia naik dan menggumpal, kapan dia berubah, tak satupan yang sanggup mengendalikannya. Kapas-kapas itu mengikuti alunan masa, menyesuaikan suhu dan tekanan. Bisa jadi berkah, bisa pula petaka. Kelembutan dan ketenangannya justru mengerikan ketika kita ada di atasnya atau memasukinya. Berarak-arak meneduhi alam.

Putih, abu-abu, dan kadang kelam. Kadang membentuk formasi bak cendawan. Kehadirannya dilihat dari bumi sebagai pertanda limpahan rahmat bagi yang memerlukannya dan merindukannya. Tapi karena nafsu manusia kadang ia ingin mengendalikannya. Seolah dia punya kuasa. Bila marah tumpah ruah menghanyutkan yang ia lalui.

Menyentuh awan dengan warna nyata sepertinya hanyalah hayalan bagi orang kebanyakan. Dia nampak ketika dia jauh, dia lenyap ketika kita coba menyentuhnya. Sering ia dijadikan bahan penyusun kalimat indah yang berkonotasi negatif, menakutkan, menyedihkan, kepiluan, dan kesuraman akan situasi manusia. Apa salah mu?

Posisi menggelayut membuat siapapun akan menyiapkan diri menyambutmu, menghindarimu sebisanya. Warna lembutmu sebanding dengan suhu yang dirasakan insan. Luapanmu mengancam seolah itu adalah hukuman dari-Nya atas kesalahan dan dosa manusia bumi. Benarkah kau mendapatkan tugas itu, menghukum dosa-dosa makhluk-Nya?

Kemampuanmu meninggi ternyata tidak tak terbatas. Tidak sama dengan nafsu manusia yang tidak terbatas, melahirkan makhluk-makhluk koruptor yang antri untuk dicokok, diperiksa dan jadi pesakitan karena dimejahijaukan, penuh dengan dalih pembenaran dan pengelakan. Langit yang membiru itupun semu, maka karena itukah kau tak mengejarnya?

Meskipun karena kemuramanmu yang kadang banyak ditakuti orang, tapi kini aku mengharapmu hadir, tuk menghalau terik matahari yang membuat cairan tubuh menguap. Akankah cairan itu akan juga berubah mewujud menjadi dirimu. Oh ternyata asalmu tak pilih jenis, sumber kotor ataupun sumber suci. Tapi bagaimana bisa kau muncul dalam kemurnian yang terdiri dari elemen H dan O saja?

Kemurnianmu itu sering kali dirusak karena banyaknya pembakaran yang diulahkan makhluk yang memimpin di bumi. Kau pun tak pernah marah. Kau hanya akan mengantarkan balik hasil ulah makhluk itu untuk menyiksa dan membinasakannya seijin Yang Maha Kuasa. Kau sungguh adil, dan kau tak mau dibebani. Kau dirusak maka kau akan merusak balik. Tapi kenapa saudaraku tak banyak yang sadar karena ulahnya sendiri?

Nasi Kucing Ala Singapura

Malam ini di Singapura adalah malam yg bersejarah semenjak perjalanan kami dari Jakarta-Sydney-Singapura selama 30 hari ini. Pasalnya karena suatu sebab yg biasanya kami makan pagi dan malam dijamu di hotel RELC dengan menu monoton tapi mengeyangkan perut ala asia. Untuk makan siangnya kami biasa makan di tempat yang kami kunjungi. Karena hari ini kami tidak ada kegiatan maka kami diberi uang sebagai ganti jatah makan siang dan makan malam sebesar 20 $ Singapura.

Continue reading →

Salah Satu Sisi Ibukota Kabupaten di Kalteng

Istana “Kuning”

Foto ini diambil pada tanggal 28 Mei 2007 pukul 10.00 WIB dengan Canon A430
oleh pengelola blog ini.

Salah satu t4 yang akan menjadi kebanggan warganya

 

Ini bagian dari rekonstruksi “Kerajaan Kotawaringin” dulu yang pernah ada (CMIIW).

Keunikan Jumlah Klik di Hari Selasa-Rabu-Kamis

Gak penting/Mungkin Narsis/Intermezo…

Saya baru sadar ternyata setiap hari Selasa, Rabu, Kamis 4 minggu terakhir blog ini ada keunikan yang tentu saja tidak disengaja. Pada hari-hari itu jumlah klik blog ini selalu memiliki jumlah klik dengan akhiran digit yang sama. Suatu kebetulan belaka dan tidak membawa arti apa-apa… 🙂

Continue reading →

Turut Berbahagia

Seorang blogger (Syarif Winata) dari tanah Kalimantan Tengah asli telah melangsungkan pernikahan kemarin. Hari ini dilangsungkan acara resepsi sederhana di kediaman mempelai wanita.

Continue reading →

Tim SAR Bukan Tim Penyelamat

Berikut ini cerita tentang ketidakseriusannya Tim SAR dalam penanganan, pencarian dan penyelamatan para korban tenggelamnya kapal Senopati pada akhir Desember – awal Januari 2007.

Ini adalah cerita dari korban yang selamat pada kecelakaan tenggelamnya kapal Senopati beberapa bulan yang lalu. Korban yang saya maksud di sini adalah rekan saya (guru ekonomi disekolah saya) yang pernah saya kabarkan menjadi korban, seperti yang saya tulis pada akhir desember 2006 lalu.

Continue reading →

Musikku

Judul di atas sebenarnya lebih cocok “Musik Kesukaanku”. Sebab saya tidak punya musik sendiri dan tidak bisa memainkan alat musik satu pun. Hanya bisa menikmati, mendengarkannya. Sengaja menulisnya seperti itu biar kelihatan simpel saja, meskipun perlu kalimat satu paragraf untuk menjelaskan maksudnya.

Continue reading →

S.O.K

Manusia saling pandang, saling menyalahkan. Menganggap yang lain menyimpang. Kadang melihatnya bak badut, dan ditertawakan sinis

Menganggap baju yang dikenakan cocok dipakai orang lain. Lucu jika baju orang kurus dipakai oleh orang bertubuh gendut. Begitu sebaliknya. Memang ada orang badannya seukuran, tapi ada yang tidak sesuai sama sekali

Continue reading →

Kiriman Buku Tentang Menulis itu

Hari ini saya mendatangi kantor pos kota saya untuk mengambil kiriman buku dari Bang EWA (Ersis Warmansyah Abbas) Banjarmasin. Surprais buat saya, mendapat beberapa buku dalam paket yang dikirim beliau. Tentu saja gratis. Terimakasih Bang EWA telah bermurah hati dan telah mem-provokasi saya untuk selalu belajar dan menulis.

Continue reading →

Kebodohan Pemda

Kebodohan pemerintah daerah, inilah judul yang saya pilih, tidak ada yang lebih tepat selain itu. Selama masa otonomi daerah sekarang, banyak sekali perubahan yang bisa saja terjadi dalam tempo yang sangat cepat. Keputusan-keputusan bupati yang dikeluarkan juga demikian dengan alasan akselerasi pembangunan. Okelah itu…

Akhir-akhir ini saya bener-bener geram mendengar dan melihatnya. Suatu ketika terjadilah perombakan besar-besaran di lingkungan pemda. Ada pejabat dengan latar belakang non-pendidikan masuk di lingkungan pendidikan, sebaliknya ada orang berlatar belakang pendidikan masuk di instansi yang jauh dari urusan pendidikan. Apakah ini tidak menunjukkan kebodohan, tapi siapa sebenarnya yang bodoh. Apakah pemimpin daerah atau para cecunguk-nya yang seenak hatinya menempatkan orang yang tidak berkompeten. Kalau ini berlanjut bener-bener amburadul bakalan.

Continue reading →

Petuah Goro-goro dalam Pewayangan

Saya iseng googling tentang dunia pewayangan, dan mendapati contoh bait-bait yang biasa diucapkan Ki Dalang pada saat “goro-goro”. Goro-goro ini merupakan babak dalam pagelaran wayang yang biasanya ditandai dengan kemunculan para punakawan. Isinya merupakan petuah/pitutur/wejangan yang diselingi kisah humor segar oleh para punakawan. Satu bait yang menarik buat saya, saya kutip berikut: Lanjut Goro-goro

Sistem Manajemen Data Ke-PNS-an (guru) yang Amburadul

Saya sejak 01 Maret 1997 masuk menjadi guru CPNS. Tentu dengan mengisi berbagai data-data diri lengkap. Setahun kemudian saya jadi pns penuh, dengan mengisi data-data lagi, lengkap. Begitu pula saat kenaikan pangkat/golongan sampai 4 kali juga selalu menyertakan data lengkap.

Continue reading →

Prihatin dengan Depag

Menyusul kasus runyam-nya penyedian jatah makanan jama’ah haji, menteri depag digoyang. Sejak dahulu siapapun menterinya permasalahan layanan depag kepada masyarakat selalu saja ada. Sudah mengakar barang kali. Terutama terkait hal yg ada duit-nya seperti haji dan pendidikan.

Continue reading →

Duka – Kapal Senopati Tenggelam

Tengah hari ada berita bahwa kapal Penumpang Senopati dari Pelabuhan Kumai (Kalteng) ke Semarang tenggelam. Beritanya ada di sini dari detiknews.com dan di sini berita dari metrotvnews.

Continue reading →