Category Archives: Belajar

Pembahasan Soal Nomor 27 pada Paket-paket Soal UN Kimia Tahun 2013/2014 (Polimerisasi)

Berikut ini adalah pembahasan soal nomor 27 pada paket-paket soal UN kimia tahun 2013/2014, yang secara khusus mengenai polimerisasi, baik polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi. Semua ada 7 variasi soal yang berbeda.

soal ke-1 no 27 un 2014 Continue reading →

Iklan

Cara Membuat Tulisan Simbol Rumus-rumus pada Catatan (Notes) di Facebook

Keunggulan Facebook sebagai media sosial adalah banyaknya pengguna aktif. Siapapun dapat berbagi sesuatu lewat tulisan. Jika ingin berbagi tulisan melalui pranala (link) tertentu pada dinding (wall) Facebook, orang kadang engan nge-klik karena itu membutuhkan usaha tambahan, dan nyatanya kita sendiri saja enggan membuka pranala yang memang tidak/kurang menarik. Berbeda jika berbagi tulisan yang ditulis langsung pada dinding Facebook, siapapun dapat langsung melihat tulisan tadi, tidak perlu lagi klik menuju situs tertentu lainnya. Untuk itu jika ingin berbagi ke publik atau teman di Facebook sebaiknya ditulis langsung (atau di salin rekat) di dinding Facebook.

Untuk teks-teks biasa hal itu mudah dilakukan, berbeda dengan teks-teks yang mengandung banyak simbol atau rumus-rumus. Sayangnya pada dinding Facebook tidak mendukung kegiatan tulis-menulis yang memerlukan simbol atau rumus-rumus matematika-sains. Memang ada alternatifnya yaitu dengan membuat tulisan di Catatan (Notes) Facebook.
Continue reading →

Pembahasan Soal Nomor 30 pada Paket-paket Soal UN Kimia Tahun 2013/2014

Pembahasan Soal Nomor 30 pada Paket-paket Soal UN Kimia Tahun 2013/2014
Oleh Urip Kalteng (https://urip.wordpress.com @www.facebook.com/urip.kalteng)

Pergeseran Kesetimbangan Kimia

Soal UN ini terkait kesetimbangan kimia, menguji pemahaman siswa tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan kimia serta menentukan arah pergeseran kesetimbangan untuk memperoleh kesetimbangan baru.

Faktor yang dijadikan fokus pada soal nomor 30 ini antara lain: konsentrasi pereaksi, temperatur, volume atau tekanan, jumlah molekul.

  • Pada sistem kesetimbangan ketika konsentrasi spesi tertentu ditingkatkan maka kesetimbangan akan bergeser meninggalkan posisi zat yang dinaikan konsentrasinya.
  • Pada sistem kesetimbangan ketika konsentrasi spesi tertentu diturunkan maka kesetimbangan akan bergeser menuju ke posisi zat yang diturunkan konsentrasinya.
  • Pada sistem kesetimbangan ketika suhu sistem ditingkatkan maka kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang bersifat endoterm.
  • Pada sistem kesetimbangan ketika suhu sistem diturunkan maka kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang bersifat eksoterm.
  • Pada sistem kesetimbangan ketika volume dinaikkan (tekanan diturunkan) maka kesetimbangan akan bergeser ke arah sisi reaksi yang jumlah koefisiennnya lebih besar.
  • Pada sistem kesetimbangan ketika volume diturunkan (tekanan dinaikan) maka kesetimbangan akan bergeser ke arah sisi reaksi yang jumlah koefisiennnya lebih kecil.

Soal 1
Pada reaksi kesetimbangan: N2(g) + 3H2(g) ⇌ 2NH3(g)   ∆H = – x kJ
Jika suhu diturunkan, kesetimbangan akan bergeser ke ….

  1. kiri, karena proses reaksi eksoterm
  2. kiri, karena ∆H = – x kJ
  3. tetap, karena jumlah koefisien reaksi pereaksi lebih besar
  4. kanan, karena proses reaksi berlangsung eksoterm
  5. kanan, karena proses reaksi endoterm

Pembahasan: Continue reading →

Pembahasan Soal Nomor 31 pada Paket-paket Soal UN Kimia Tahun 2013/2014

Dalam menentukan faktor penentu laju reaksi dari gambar yang disajikan dapat dilakukan pengamatan pada faktor yang diminta (carilah pasangan nilai berbeda dari faktor yang diminta sementara faktor lain harus sama).

Misal jika laju rekasi yang hanya dipengaruhi oleh suhu saja maka carilah pasangan yang memiliki suhu berbeda tetapi faktor lainnya sama pada pasangan gambar itu.

Soal 131-1
Pembahasan: Continue reading →

Pembahasan Soal Nomor 10 pada Paket-paket Soal UN Kimia Tahun 2013/2014

Pembahasan Soal Nomor 10 pada Paket-paket Soal UN Kimia Tahun 2013/2014
Oleh Urip Kalteng (https://urip.wordpress.com @www.facebook.com/urip.kalteng)

Berikut ini adalah berbagai soal terkait grafik perubahan harga pH titrasi asam lemah dengan basa kuat. Beberapa pilihan memang ada yang kurang tepat pada soal nomor 10 UN Kimia 2014 kemarin, namun ok-lah yang penting kita bisa memahami maksud si-pembuat soal dan berharap bisa menjawab benar.

Sebagai clue (petunjuk) dalam menjawab soal model seperti di bawah ini adalah dengan mengingat bahwa daerah penyangga akan berada disekitar pH yang sama dengan pKa (-log Ka) atau pKb (-log Kb). Referensi dapat dilihat pada Principles of General Chemistry Edisi Kedua Oleh Sibelberg halaman 644-649. Dan secara visual maka grafiknya akan relatif datar.

Continue reading →

Pembahasan Soal Nomor 35 pada Paket-paket Soal UN Kimia Tahun 2013/2014

Berikut ini adalah beberapa soal UN Kimia yang muncul pada paket-paket UN Kimia Tahun 2013/2014 berikut pembahasannya.

Soal 1
Dalam elektrolisis larutan Cu(NO3)2 dengan elektroda inert, 1,27 gram Cu (Ar Cu 63,5) diendapkan, volume gas yang dihasilkan di anoda pada 1 atm, 0 oC adalah ….
Continue reading →

Trik Memilih Jawaban yang Benar pada Soal Garam Terhidrolisis

Contoh soal pada UN Kimia tahun 2014

Jika 50 mL larutan CH3COOH 0,1 M direaksikan dengan 50 mL larutan NaOH 0,1 M menghasilkan garam sesuai reaksi CH3COOH(aq) + NaOH(aq) → CH3COONa(aq) + H2O() pH larutan yang terjadi jika diketahui Ka CH3COOH = 10-5, adalah ….

  1. 6 – log 7,1
  2. 6 + log 7,1
  3. 8 + log 7,1
  4. 8 – log 7,1
  5. 9 – log 7,1

Pembahasan secara normal:
Continue reading →

Pembahasan Soal Larutan Penyangga (Kimia 11)

Berapa mL gas NH3 (pada keadaan STP) yang harus dialirkan ke dalam 150 mL larutan NH4Cl 0,5 M (Kb = 10–5) agar diperoleh larutan dengan pH = 8,5?
(log 2 = 0,3 dan log 3 = 0,5)


Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
rekasi penyangga nh3 nh4clpH = 8,5 → pOH = 14 – 8,5 = 5,5   ;     pKb = –log 10–5 = 5;
jumlah mol garam (g) = 150 mL x 0,5 M = 75 mmol

Meskipun konsentrasi NH3 tidak diketahui pada soal tersebut, kita dapat memanfaatkan pernyataan “pada keadaan STP” di mana setiap 1 mol gas volum–nya adalah 22,4 L. Jadi kita akan menentukan jumlah mol NH3 (b) kemudian mengonversinya menjadi volum sesuai keadaan STP tadi.

Karena kedua zat berada dalam wadah dengan volum yang sama maka kita dapat menggunakan
hitungan ph penyangga nh3 dan nh4cl rumus logJadi NH3 yang harus ditambahkan adalah sebanyak 25 mmol
atau setara dengan (0,025 mol x 22,4 L) 0,56 L atau 560 mL.


Berapakah perbandingan [HCO3] : [H2CO3] yang diperlukan untuk mempertahankan pH sebesar 7,4 dalam aliran darah, bila diketahui Ka H2CO3 dalam darah 8 × 10–7?

g = jumlah mol garam (HCO3) yang merepresentasikan [HCO3]; a = jumlah mol asam yang merepresentasikan [H2CO3]

Penyelesaian:
perbanding garam asamJadi perbandingan jumlah mol garam dengan jumlah mol asam atau perbandingan [HCO3] : [H2CO3] adalah 20 : 1.

Cara Men-download File Video atau Flash (Animasi) yang Tidak Bisa Didownload Langsung

Beberapa website yang menyediakan video atau file animasi (flash) dengan format swf kadang tidak membolehkan kita mendownload atau mengkopi file-file yang dimaksud. Tapi dengan aplikasi tertentu kita tetap dapat mengunduh (men-download)-nya dengan catatan kita telah tuntas melihat video atau file flash yang dimaksud telah termuat (ter-load) di browser yang digunakan. Saya menggunakan mozilla firefox. Saya akan memberikan turtorial ringkasnya di sini tentang bagaimana Cara Men-download File Video atau Flash (Animasi) yang Tidak Bisa Didownload Langsung.

Prinsipnya apapun (CMIIW) yang bisa kita muat di browser yang kita gunakan file-file itu sesungguhnya sudah ada di dalam folder temporary komputer yang kita pakai. Namun untuk menjangkaunya tidak mudah karena file-file tersebut tidak lagi menggunakan penamaan file sebagai lazimnya, tetapi menggunakan kode dengan kombinasi huruf dan angka. Oleh karena itu saya menggunakan fasilitas yang membantu memudahkan pekerjaan unduh-mengunduh atau download-mendownload ini.

Continue reading →

Cara Mudah Mengedit File SWF (Animasi) dengan Aplikasi Gratisan (JPEXS-FFDec)

flash decompilerBanyak materi pelajaran kimia dibuatkan animasinya dengan harapan siapapun yang mempelajarinya akan dapat memahami konsep dengan baik. Sayangnya tidak semua guru punya kemampuan membuat media pembelajaran berbasis animasi ini. Seperti saya juga tidak memiliki kemampuan itu. Namun di internet animasi pembelajaran kimia sangat banyak, kita tinggal mencari dan menggunakannya. Kemudian kita dapat membagikan ke siswa atau mengunakannya dalam proses pembelajaran guna mendukung penjelasan dalam memahami materi yang bersifat abstrak.

Kita tahu pula kemampuan berbahasa asing siswa bahkan guru sendiri kadang juga kurang memadai. Untuk itulah kita berupaya menerjemahkan teks-teks pada animasi pembelajaran tersebut dengan mengandalkan sarana yang ada. Mengubahnya teks berbahasa asing pada animasi ke Bahasa Indonesia sebenarnya tidak terlalu sulit namun tetap butuh ketelatenan. Caranya adalah dengan menggunakan aplikasi mengedit (decompile) file animasi yang berformat swf itu. Beberapa perangkat lunak (software) ada yang dapat memfasilitasi untuk tujuan itu, yang sering disebut swf-flash decompiler. Namun kebanyakan aplikasi seperti itu bukanlah aplikasi yang gratis. Ada sih yang ilegal tetapi sepertinya kurang patut dilakukan pendidik seperti kita kecuali terpaksa 🙂 . Kalaupun terpaksa mesti menggunakan versi trial atau demo yang terbatas fungsionalitasnya. Perlulah dicari alternatif untuk itu.

Continue reading →

Tips Membedakan Senyawa Ion dengan Senyawa Kovalen

Ikatan kimia adalah bahasan kimia menarik yang ada di semester pertama kelas 10 SMA/MA.

  • Senyawa ion adalah senyawa yang terbentuk dari unsur logam (sebagai kation) dengan non logam (sebagai anion) menggunakan ikatan ion (serah terima elektron). Beberapa juga ada yang terbentuk dari kation (ion positif) yang gabungan unsur non logam seperti kation amonium (NH4+)
  • Senyawa kovalen adalah senyawa yang terbentuk dari sesama unsur-unsur nonlogam dengan cara membentuk ikatan kovalen (penggunaan pasangan elektron bersama).

Bagi sebagaian siswa membedakan manakah yang termasuk golongan senyawa ion dan mana yang masuk golongan senyawa kovalen bukan perkara mudah. Oleh karena itu simak tips singkat jelas dan dijamin kita bisa segera membedakan kedua jenis senyawa kimia yang dipertanyakan.

Unsur non logam oleh urip kalteng

Continue reading →

Menyetarakan Reaksi Redoks Senyawa Organik (Metode Biloks & Metode Setengah Reaksi)

menyetarakan reaksi redoks dengan cara mudah bu urip kaltengPrinsip menyeterakan spesi dalam reaksi redoks sebenarnya tidak berbeda dengan reaksi redoks yang lain. Dengan langkah-langkah yang sama pula. Tetapi pada gilirannya ada sedikit keraguan apa iyah begitu penyelesaiannya. Agar mantap pada tulisan ini akan diberikan beberapa contoh tentang reaksi redoks yang melibatkan senyawa-senyawa organik. Sebab selama pokok bahasan senyawa organik di SMA ketika ada reaksi redoks pada senyawa organik hanya disinggung sekilas saja, tidak dibahas bagian atom manakah yang mengalami perubahan bilangan oksidasi, atau manakah yang terlibat langsung dalam transfer elektron.

Continue reading →

Cara Menghitung Bilangan Oksidasi Unsur C pada Senyawa Organik

Penghitungan bilangan oksidasi (biloks) di SMA selama ini sangat jarang diterapkan dalam senyawa organik. Penyebab lainnya adalah dalam setiap reaksi redoks dalam senyawa organik juga jarang sekali disinggung dan jarang mengaitkannya dengan berapa perubahan biloks pada unsur-unsur dalam senyawa organik yang terlibat dalam reaksi reduksi dan oksidasi itu. Kebanyakan penentuan biloks hanya terjadi pada senyawa-senyawa ionik saja. Lalu bagaimana kita bisa menentukan biloks untuk unsur-unsur dalam senyawa organik? Berikut ini contoh penerapan menentukan biloks unsur dalam senyawa organik.

Ketentuan umum dalam penentuan biloks pada bahasan selama ini masih berlaku, seperti O umumnya biloks-nya -2, H biloks-nya +1, N biloks-nya -3, S biloks-nya -2 dan seterusnya. Pada senyawa organik yang biasanya terdapat rangkaian ikatan C-C baik ikatan tunggal, ikatan dobel, ikatan tripel nilainya dihitung 0 (nol). Bilangan oksidasi C ketika dalam senyawa organik yang kemudian mengalami reaksi redoks biasanya menggunakan total biloks C pada senyawa tersebut, kecuali disebut lain 🙂

Continue reading →

Menyetarakan Reaksi Redoks ini Sepertinya Rumit Yah?

menyetarakan reaksi redoks dengan cara mudah bu urip kaltengBahasan ini merupakan kelanjutan bahasan sebelumnya yang dapat dibaca di:

Ini adalah bahasan soal berikutnya dan merupakan cara alternatif dari penyelesaian penyetaraan reaksi redoks yang pernah dibahas Chemteam.info Problem #6 yang tampaknya rumit alias sulit disetarakan. Soalnya sebagai berikut:

CuCNS + KIO3 + H3PO4 → Cu3(PO4)2 + KH2PO4 + HCN + I2 + KHSO4 + H2O

Baca alternatif langkah-langkah penyetaraannya klik di sini

Penyetaraan Reaksi Redoks dengan Empat Persamaan (Tiga Reduksi + Satu Oksidasi dan Dua Reduksi + Dua Oksidasi)

menyetarakan reaksi redoks dengan cara mudah bu urip kaltengPenyetaraan reaksi redoks berikut ini terinspirasi dari tulisan yang ada di Chemteam.info, namun di sini digunakan metode yang sedikit berbeda yaitu “Metode Setengah Reaksi yang Dimodifikasi  Tanpa Pengionan”. Diharapkan ini bisa menyederhanakan teknik yang ada pada penyelesaian yang ditawarkan pada chemteam.info itu. Silakan dibandingkan 🙂

Saya sudah coba menyelesaikan dengan metode bilangan oksidasi namun mendapati kebuntuan, barang kali ada yang bisa membantu menyelesaikan dengan metode biloks untuk reaksi seperti pada postingan ini, dengan senang hati, mari berbagi.

Continue reading →