Category Archives: Pengajaran Kimia

Pembahasan Soal Nomor 27 pada Paket-paket Soal UN Kimia Tahun 2013/2014 (Polimerisasi)

Berikut ini adalah pembahasan soal nomor 27 pada paket-paket soal UN kimia tahun 2013/2014, yang secara khusus mengenai polimerisasi, baik polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi. Semua ada 7 variasi soal yang berbeda.

soal ke-1 no 27 un 2014 Continue reading →

Pembahasan Soal Nomor 30 pada Paket-paket Soal UN Kimia Tahun 2013/2014

Pembahasan Soal Nomor 30 pada Paket-paket Soal UN Kimia Tahun 2013/2014
Oleh Urip Kalteng (https://urip.wordpress.com @www.facebook.com/urip.kalteng)

Pergeseran Kesetimbangan Kimia

Soal UN ini terkait kesetimbangan kimia, menguji pemahaman siswa tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan kimia serta menentukan arah pergeseran kesetimbangan untuk memperoleh kesetimbangan baru.

Faktor yang dijadikan fokus pada soal nomor 30 ini antara lain: konsentrasi pereaksi, temperatur, volume atau tekanan, jumlah molekul.

  • Pada sistem kesetimbangan ketika konsentrasi spesi tertentu ditingkatkan maka kesetimbangan akan bergeser meninggalkan posisi zat yang dinaikan konsentrasinya.
  • Pada sistem kesetimbangan ketika konsentrasi spesi tertentu diturunkan maka kesetimbangan akan bergeser menuju ke posisi zat yang diturunkan konsentrasinya.
  • Pada sistem kesetimbangan ketika suhu sistem ditingkatkan maka kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang bersifat endoterm.
  • Pada sistem kesetimbangan ketika suhu sistem diturunkan maka kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang bersifat eksoterm.
  • Pada sistem kesetimbangan ketika volume dinaikkan (tekanan diturunkan) maka kesetimbangan akan bergeser ke arah sisi reaksi yang jumlah koefisiennnya lebih besar.
  • Pada sistem kesetimbangan ketika volume diturunkan (tekanan dinaikan) maka kesetimbangan akan bergeser ke arah sisi reaksi yang jumlah koefisiennnya lebih kecil.

Soal 1
Pada reaksi kesetimbangan: N2(g) + 3H2(g) ⇌ 2NH3(g)   ∆H = – x kJ
Jika suhu diturunkan, kesetimbangan akan bergeser ke ….

  1. kiri, karena proses reaksi eksoterm
  2. kiri, karena ∆H = – x kJ
  3. tetap, karena jumlah koefisien reaksi pereaksi lebih besar
  4. kanan, karena proses reaksi berlangsung eksoterm
  5. kanan, karena proses reaksi endoterm

Pembahasan: Continue reading →

Pembahasan Soal Nomor 31 pada Paket-paket Soal UN Kimia Tahun 2013/2014

Dalam menentukan faktor penentu laju reaksi dari gambar yang disajikan dapat dilakukan pengamatan pada faktor yang diminta (carilah pasangan nilai berbeda dari faktor yang diminta sementara faktor lain harus sama).

Misal jika laju rekasi yang hanya dipengaruhi oleh suhu saja maka carilah pasangan yang memiliki suhu berbeda tetapi faktor lainnya sama pada pasangan gambar itu.

Soal 131-1
Pembahasan: Continue reading →

Pembahasan Soal Nomor 10 pada Paket-paket Soal UN Kimia Tahun 2013/2014

Pembahasan Soal Nomor 10 pada Paket-paket Soal UN Kimia Tahun 2013/2014
Oleh Urip Kalteng (https://urip.wordpress.com @www.facebook.com/urip.kalteng)

Berikut ini adalah berbagai soal terkait grafik perubahan harga pH titrasi asam lemah dengan basa kuat. Beberapa pilihan memang ada yang kurang tepat pada soal nomor 10 UN Kimia 2014 kemarin, namun ok-lah yang penting kita bisa memahami maksud si-pembuat soal dan berharap bisa menjawab benar.

Sebagai clue (petunjuk) dalam menjawab soal model seperti di bawah ini adalah dengan mengingat bahwa daerah penyangga akan berada disekitar pH yang sama dengan pKa (-log Ka) atau pKb (-log Kb). Referensi dapat dilihat pada Principles of General Chemistry Edisi Kedua Oleh Sibelberg halaman 644-649. Dan secara visual maka grafiknya akan relatif datar.

Continue reading →

Pembahasan Soal Nomor 35 pada Paket-paket Soal UN Kimia Tahun 2013/2014

Berikut ini adalah beberapa soal UN Kimia yang muncul pada paket-paket UN Kimia Tahun 2013/2014 berikut pembahasannya.

Soal 1
Dalam elektrolisis larutan Cu(NO3)2 dengan elektroda inert, 1,27 gram Cu (Ar Cu 63,5) diendapkan, volume gas yang dihasilkan di anoda pada 1 atm, 0 oC adalah ….
Continue reading →

Pembahasan Soal Nomor 13 pada Paket-paket Soal UN Kimia Tahun 2013/2014

Berikut ini adalah soal dan pembahasal soal UN Kimia tahun 2013/2014 nomor 13 dari beberapa paket soal. Soal ini mengenai bahasan Ksp yang dikaitkan dengan konsentrasi hidroksida garam terhidrolisis atau larutan penyangga.

Soal 1
100 mL NaOH 0,008 M direaksikan dengan 100 mL CH3COOH 0,008 M, ke dalam larutan garam yang terbentuk ditetesi larutan encer CaCl2 dan penetesan diakhirkan ketika di larutan tepat jenuh, tepat akan mengendap Ca(OH)2.
Kalau Kw = 10-14 ; Ksp Ca(OH)2 = 4 × 10-16 ; Ka = 10-5 , maka (Ca2+) saat tepat jenuh adalah ….

Pembahasan: Continue reading →

Trik Memilih Jawaban yang Benar pada Soal Garam Terhidrolisis

Contoh soal pada UN Kimia tahun 2014

Jika 50 mL larutan CH3COOH 0,1 M direaksikan dengan 50 mL larutan NaOH 0,1 M menghasilkan garam sesuai reaksi CH3COOH(aq) + NaOH(aq) → CH3COONa(aq) + H2O() pH larutan yang terjadi jika diketahui Ka CH3COOH = 10-5, adalah ….

  1. 6 – log 7,1
  2. 6 + log 7,1
  3. 8 + log 7,1
  4. 8 – log 7,1
  5. 9 – log 7,1

Pembahasan secara normal:
Continue reading →

Pembahasan Soal Larutan Penyangga (Kimia 11)

Berapa mL gas NH3 (pada keadaan STP) yang harus dialirkan ke dalam 150 mL larutan NH4Cl 0,5 M (Kb = 10–5) agar diperoleh larutan dengan pH = 8,5?
(log 2 = 0,3 dan log 3 = 0,5)


Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
rekasi penyangga nh3 nh4clpH = 8,5 → pOH = 14 – 8,5 = 5,5   ;     pKb = –log 10–5 = 5;
jumlah mol garam (g) = 150 mL x 0,5 M = 75 mmol

Meskipun konsentrasi NH3 tidak diketahui pada soal tersebut, kita dapat memanfaatkan pernyataan “pada keadaan STP” di mana setiap 1 mol gas volum–nya adalah 22,4 L. Jadi kita akan menentukan jumlah mol NH3 (b) kemudian mengonversinya menjadi volum sesuai keadaan STP tadi.

Karena kedua zat berada dalam wadah dengan volum yang sama maka kita dapat menggunakan
hitungan ph penyangga nh3 dan nh4cl rumus logJadi NH3 yang harus ditambahkan adalah sebanyak 25 mmol
atau setara dengan (0,025 mol x 22,4 L) 0,56 L atau 560 mL.


Berapakah perbandingan [HCO3] : [H2CO3] yang diperlukan untuk mempertahankan pH sebesar 7,4 dalam aliran darah, bila diketahui Ka H2CO3 dalam darah 8 × 10–7?

g = jumlah mol garam (HCO3) yang merepresentasikan [HCO3]; a = jumlah mol asam yang merepresentasikan [H2CO3]

Penyelesaian:
perbanding garam asamJadi perbandingan jumlah mol garam dengan jumlah mol asam atau perbandingan [HCO3] : [H2CO3] adalah 20 : 1.

Perbandingan Koefisien dalam Reaksi Kimia yang Unik

Berikut ini adalah salah satu keunikan yang selama ini saya belum pernah jumpai. Harap maklum jam terbang saya melahap soal kimia sangat minim.

Semula saya mendapati soal dari buku pelajaran kimia sma dimana soalnya berbunyi:

Jika 5 mol H2SO4 direaksikan dengan X mol NH3  membentuk 3 mol (NH4)HSO4 dan Y mol (NH4)2SO4 maka nilai X dan Y sebesar ….

A. X = 7 dan Y = 2     B. X = 5 dan Y = 2      C. X = 3 dan Y = 5     D. X = 7 dan Y = 5     E. X = 3 dan Y = 2

Semula saya kira ada yang keliru dalam alternatif jawaban, dan ternyata dengan sedikit melakukan simulasi logis itu didapat jawaban yang A.

Saya berpikir bahwa jika tersedia 5 mol H2SO4 maka berdasarkan perbandingan koefisien yang paling sederhana (saya kira paling sederhana adalah perbandingan 2:3:1:1) ternyata tidak dapat diperoleh alternatif jawaban yang pas dari yang tersedia.

Continue reading →

Cara Praktis Menuliskan Simbol Orbital Atom di Aplikasi Olah Kata Menggunakan Shortcut Keyboard

contoh orbital atomBerikut ini adalah tutorial kedua mengenai cara praktis menuliskan simbol orbital atom di aplikasi olah kata dengan menggunakan shortcut keyboard. Kelebihannya cara ini bisa diterapkan untuk aplikasi olah kata tidak hanya microsoft word tapi juga aplikasi olah kata yang lain (seperti libreoffice, open office document, Abiword, Kingsoft word). Ini jauh lebih simpel dibandingkan tulisan sebelumnya dengan menggunakan autocorrect. Alternatif ini adalah untuk menuliskan orbital atom adalah dengan menggunakan shortcut tertentu untuk masing-masing orbital kosong, orbital setengah penuh, dan orbital penuh.
Continue reading →

Cara Praktis Menuliskan Simbol Orbital Atom di Aplikasi Microsoft Word

orbital-orbital by urip kaltengSebagai guru kimia atau mahasiswa kimia atau pengajar bidang kimia menuliskan simbol orbital atom dengan sistem kotak-kotak merupakan kebiasaan. Jika dibuat dengan menggunakan papan tulis atau alat tulis manual lainnya tentu tidak jadi masalah karena tinggal goreskan alat tulis saja. Untuk membuat format digital untuk keperluan dokumentasi atau publikasi kalau ini dilakukan “secara manual” tentu saja tidak praktis, cukup menguras tenaga dan hasilnya belum tentu bagus :). Agar tidak merepotkan berikut sedikit tips dari saya yang biasa saya lakukan ketika mengajar pokok bahasan yang ada kaitannya dengan konfigurasi elektron kemudian harus menuliskan orbital atomnya.

Continue reading →

Cara Menghitung Bilangan Oksidasi Unsur C pada Senyawa Organik

Penghitungan bilangan oksidasi (biloks) di SMA selama ini sangat jarang diterapkan dalam senyawa organik. Penyebab lainnya adalah dalam setiap reaksi redoks dalam senyawa organik juga jarang sekali disinggung dan jarang mengaitkannya dengan berapa perubahan biloks pada unsur-unsur dalam senyawa organik yang terlibat dalam reaksi reduksi dan oksidasi itu. Kebanyakan penentuan biloks hanya terjadi pada senyawa-senyawa ionik saja. Lalu bagaimana kita bisa menentukan biloks untuk unsur-unsur dalam senyawa organik? Berikut ini contoh penerapan menentukan biloks unsur dalam senyawa organik.

Ketentuan umum dalam penentuan biloks pada bahasan selama ini masih berlaku, seperti O umumnya biloks-nya -2, H biloks-nya +1, N biloks-nya -3, S biloks-nya -2 dan seterusnya. Pada senyawa organik yang biasanya terdapat rangkaian ikatan C-C baik ikatan tunggal, ikatan dobel, ikatan tripel nilainya dihitung 0 (nol). Bilangan oksidasi C ketika dalam senyawa organik yang kemudian mengalami reaksi redoks biasanya menggunakan total biloks C pada senyawa tersebut, kecuali disebut lain :)

Continue reading →

Cara Menampilkankan Tool Tersembunyi pada Aplikasi Marvin Sketch (Drawing Mode)

chemaxonMarvin Sketch adalah salah satu aplikasi powerfull yang dapat digunakan sebagai fasilitas mengajar atau membuat teks yang terkait visualisasi atau penggambaran suatu atom, ion, molekul, termasuk ikatan kimia yang terjadi di dalamnya. Siapapun yang berhubungan dengan kimia akan banyak terbantu dengan aplikasi ini. Dengan tampilan sederhana ternyata tersembunyi tool-tool (alat) yang hebat. Sengaja oleh pengembangnya tidak ditampilkan secara lengkap, tujuannya aga end user (pengguna) dapat melakukan customize (penyesuaian sesuai dengan keperluan). Oh ya kalau mau download Marvin Sketch silahkan klik di sini. Jangan lupa beri tanda centang pada “I Accept the License Agreement”. Kalau diperlukan register silakan register dulu, gratis kok.

Continue reading →

Struktur Lewis dari Senyawa dan Ion yang Mengandung Nitrogen

menggambar struktur lewis dengan marvin sketch onlineBerikut ini adalah struktur Lewis untuk senyawa serta ion yang terbentuk dari unsur nitrogen (N) yang dibuat dengan menggunakan aplikasi Marvin Sketch secara online. Jika Anda ingin membuat struktur Lewis  senyawa yang lain silakan mengunjungi pranala ini. Panduan menggunakanya sudah ditulis “Cara Lebih Mudah Menggambar Stuktur Lewis dengan Marvin Sketch” Adapun prosuder bagaimana menentukan jumlah elektron, menentukan ada tidaknya muatan formal hingga cara menggambarkannya juga sudah ada di-“Cara Mudah Menggambar Struktur Lewis Suatu Molekul“.

Untuk melihat struktur lewis molekul atau ion dari N silakan klik gambar yang dimaksud, atau bisa juga dengan menggunakan shortcut keyboard Ctrl+= untuk memperbesar tampilan layar, dan Ctrl+0 untuk mengembalikan tampilan standar-nya.

Continue reading →

Mengapa Nitrogen Mempunyai Berbagai Tingkat Oksidasi (Bilangan Oksidasi)?

crop elektronegatifitasNitrogen (N) dalam sistem periodik unsur menempati golongan V-A (15) dan periode 2. Nitrogen adalah satu-satunya unsur yang memiliki banyak macam bilangan oksidasi. Bilangan oksidasi di sini dimaknai sebagai suatu bilangan yang menunjukkan ukuran kemampuan suatu atom untuk melepas atau menangkap elektron dalam pembentukan suatu senyawa.

Bilangan oksidasi nitrogen mulai dari -3, -2, -1, 0, +1, +2, +3, +4 dan +5. Pertanyaannya mengapa nitrogen memiliki berbagai tingkat oksidasi (atau bilangan oksidasi)? Ikatan dengan unsur lain menjadi senyawa atau ion dari nitrogen itulah yang menyebabkan nitrogen menjadi punya banyak variasi bilangan oksidasi. Jika ia berikatan dengan unsur yang lebih elektropositif (ke-elektro-negatif-an-nya lebih kecil) maka ia akan memiliki bilangan oksidasi negatif. Jika ia berikatan dengan unsur yang memiliki keelektronegatifan lebih besar maka ia akan memiliki bilangan oksidasi positif. Untuk diketahui bahwa pada skala Pauling keelektronegatifan N = 3,04. Ini praktis menempatkan N terletak di antara unsur-unsur yang sangat elektronegatif dan unsur yang sangat elektropositif.

Continue reading →

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 3.610 pengikut lainnya.