Tag Archives: cara menentukan konfigurasi elektron

Pembahasan Soal Nomor 30 pada Paket-paket Soal UN Kimia Tahun 2013/2014

Pembahasan Soal Nomor 30 pada Paket-paket Soal UN Kimia Tahun 2013/2014
Oleh Urip Kalteng (https://urip.wordpress.com @www.facebook.com/urip.kalteng)

Pergeseran Kesetimbangan Kimia

Soal UN ini terkait kesetimbangan kimia, menguji pemahaman siswa tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan kimia serta menentukan arah pergeseran kesetimbangan untuk memperoleh kesetimbangan baru.

Faktor yang dijadikan fokus pada soal nomor 30 ini antara lain: konsentrasi pereaksi, temperatur, volume atau tekanan, jumlah molekul.

  • Pada sistem kesetimbangan ketika konsentrasi spesi tertentu ditingkatkan maka kesetimbangan akan bergeser meninggalkan posisi zat yang dinaikan konsentrasinya.
  • Pada sistem kesetimbangan ketika konsentrasi spesi tertentu diturunkan maka kesetimbangan akan bergeser menuju ke posisi zat yang diturunkan konsentrasinya.
  • Pada sistem kesetimbangan ketika suhu sistem ditingkatkan maka kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang bersifat endoterm.
  • Pada sistem kesetimbangan ketika suhu sistem diturunkan maka kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang bersifat eksoterm.
  • Pada sistem kesetimbangan ketika volume dinaikkan (tekanan diturunkan) maka kesetimbangan akan bergeser ke arah sisi reaksi yang jumlah koefisiennnya lebih besar.
  • Pada sistem kesetimbangan ketika volume diturunkan (tekanan dinaikan) maka kesetimbangan akan bergeser ke arah sisi reaksi yang jumlah koefisiennnya lebih kecil.

Soal 1
Pada reaksi kesetimbangan: N2(g) + 3H2(g) ⇌ 2NH3(g)   ∆H = – x kJ
Jika suhu diturunkan, kesetimbangan akan bergeser ke ….

  1. kiri, karena proses reaksi eksoterm
  2. kiri, karena ∆H = – x kJ
  3. tetap, karena jumlah koefisien reaksi pereaksi lebih besar
  4. kanan, karena proses reaksi berlangsung eksoterm
  5. kanan, karena proses reaksi endoterm

Pembahasan: Continue reading →

Memahami Konfigurasi Elektron pada Pelajaran Kimia 10 (Unsur Golongan Utama)

Konfigurasi elektron atau susunan elektron dalam orbital-orbitalnya adalah bahasan penting dalam memahami beberapa konsep kimia. Oleh karena itu sejak kelas 10 SMA, siswa sudah diperkenalkan tentang konfigurasi elektron itu. Hal ini akan diperdalam di kelas 11, dan penerapan lebih lanjut akan ditemui pada bahasan-bahasan berikutnya.

Pada saat di kelas 10 beberapa buku mengenalkan tentang konfigurasi elektron ini hanya sebatas konfurasi elektron pada unsur utama (golongan A) saja yaitu berapa jumlah kulit yang dimiliki sebuah atom dan berapa elektron valensinya. Secara umum jumlah elektron maksimal pada tiap kulit bisa menggunakan aturan 2n2, dimana n adalah kulit ke-n. Sepertinya sederhana, namun pada praktiknya siswa tidak dengan mudah menerapkan aturan tadi kalau tidak disertai contoh-contoh. Jadi setiap kulit itu maksimal hanya boleh terisi elektron sebanyak 2n2, jika ada lebihnya maka diisikan pada kulit berikutnya. Kulit berikutnya ini juga mengikuti aturan 2n2 ini.

Continue reading →