Tag Archives: gerakan guru melek internet

Presentasi Seminar Gerakan Guru Melek Internet pada Kongres IGI di Jakarta, Juni 2011

Berikut saya publish file presentasi saya yang InsyaAllah akan saya sampaikan pada kegiatan “Seminar Gerakan Guru Melek Internet” pada kegiatan pembukaan Kongres I Ikatan Guru Indonesia (IGI) tanggal 21-23 Juni 2011 di Kantor Kementerian Pendidikan Nasional – Jakarta.

Sedikit pemikaran saya yang mungkin bukan hal baru, namun penekanannya adalah pada ajakan untuk semua penggiat pendidikan untuk berbagi, dengan menulis via blog.

Continue reading →

Iklan

Persiapan Materi Seminar “Gerakan Guru Melek Internet” ~ Kongres IGI 2011

Ini hanya berupa screenshoot halaman muka presentasi saya nanti (InsyaAllah), akan dilakukan update tentang materi seminarnya. Tapi tidak akan bisa berbicara banyak. Waktu hanya kebagian 20 menit sudah dengan sesi tanya jawab :). Untuk rekan guru Indonesia ayo terus berbagi, berbagi untuk tumbuh bersama, mari belajar untuk mengajar dan mengajar untuk belajar, mengikat ilmu dengan menuliskannya. Semua itu kita lakukan kalau kita melek internet.

Dengan internet…

Klik, jelajah, baca, pelajari, coba, hayati, ajarkan, dan tuliskan.

Melek internet ~ buka mata dengan Nge-Blog.

Guru Masih Buta Internet?

urip.wordpress.com

Hari ini IGI (Ikatan Guru Indonesia) menyelenggarakan atau tepatnya mendeklarasikan gerakan “Guru Melek Internet”. Suka saya dengan pernyataan yang menukik, jelas, gamblang seperti itu. Selama ini sering ada slogan atau gerakan-gerakan yang menggunakan kata berbumbu manis dan sedap tapi tak ada rasa di lidah, tak membumi. Hanya tiga kata, guru, melek, dan internet.

Guru, berarti jelas siapapun yang mengaku guru baik itu pengajar dari TK hingga SMA dan para dosen di perguruan tinggi ataupun pak ustadz atau agamawan yang tukang ceramah atau kuthbah itu. Bahkan siapapun yang memiliki peran mendidik atau membimbing manusia dalam pembelajaran layak disebut seorang guru. Membimbing manusia untuk mengubah dari tidak tahu menjadi tahu, yang sebelumnya tidak mengerti menjadi mengerti, yang tidak terampil menjadi terampil. Orang tua atau keluarga juga boleh disebut sebagai guru. Intinya adalah siapapun yang membimbing untuk perubahan ke arah yang lebih baik boleh disebut guru.

Melek, membuka panca indra, tahu, bukan hanya sekedar tahu tapi dapat menggunakan, memanfaatkan, dan sekaligus bisa memberikan konten ke dalam internet. Tidak cukup hanya satu arah, hanya mengambil, tapi harus bisa memberi sesuatu sebagai tanda imbal balik dari apa yang didapat dari internet. Pas banget dengan motto IGI,  Berbagi Untuk Tumbuh Bersama (Sharing and Growing togather).

Internet, dunia yang relatif baru yang mampu mengubah budaya dan kebiasaan masyarakat. Lahan informasi aktual dan faktual, yang baik dan buruk, semua ada. Informasi yang bisa dilihat oleh siapapun dan kapan pun ketika ada jaringan yang menghubungkannya. Informasi yang tak terbatas dan terus bertambah itu bisa berupa tulisan atau lisan (suara), media gambar statis atau bergerak, secara nyata atau tiruan, apapun itu yang dapat dikenali oleh panca indra manusia. Media penghubungnya adalah jelas menggunakan komputer atau perangkat lain.

Lalu?