Tag Archives: konsentrasi

Pembahasan Soal Nomor 31 pada Paket-paket Soal UN Kimia Tahun 2013/2014

Dalam menentukan faktor penentu laju reaksi dari gambar yang disajikan dapat dilakukan pengamatan pada faktor yang diminta (carilah pasangan nilai berbeda dari faktor yang diminta sementara faktor lain harus sama).

Misal jika laju rekasi yang hanya dipengaruhi oleh suhu saja maka carilah pasangan yang memiliki suhu berbeda tetapi faktor lainnya sama pada pasangan gambar itu.

Soal 131-1
Pembahasan: Continue reading →

Simulasi Kimia Interaktif dari PhET: Molaritas Larutan

phet logo by uripBerikut ini adalah simulasi interaktif kimia dari PhET yang bisa digunakan untuk memahami pokok bahasan terkait molaritas, seperti Laju Reaksi, Kesetimbangan Kimia, Asam-basa, Sifat Koligatif Larutan, Kelarutan dan Ksp di SMA/MA.

Untuk bisa menjalankan simulasi ini komputer Anda harus terinstall Java.

Simulasi ini masih menggunakan antarmuka Bahasa Inggris, tunggu saja nanti akan saya update untuk yang berbahasa Indonesia. Saya sudah kirim hasil terjemahan ke tim PhET, tinggal nunggu di approve saja :).


Update 7 Februari 2013… Yup sudah di approve oleh PhET hasil terjemahan saya tentang molaritas ini, meskipun tetap agak kacau :).


Continue reading →

Metode Aljabar dalam Penentuan Orde Reaksi Dua Zat dengan Data Konsentrasi Berbeda-beda pada Laju Reaksi

Berikut ini adalah pembahasan soal mengenai orde reaksi untuk persamaan laju reaksi dan reaksi antara dua zat yang berbeda-beda konsentrasi pada data percobaan. Pembahasan dengan menggunakan aturan logaritma natural (ln) sudah saya tulis pada tulisan di sini. Untuk metode trial and error and true juga sudah saya tulis di sini. Sebagai pembanding berikut ini cara yang lebih simpel, lebih sederhana dan cukup bisa dipertanggungjawabkan 🙂 . Penentuan orde reaksi dua zat dengan data konsentrasi yang berbeda-beda pada laju reaksi dengan menggunakan persamaan linier atau metode/cara aljabar.

Continue reading →

Metode Trial-Error dalam Penentuan Orde Reaksi Dua Zat dengan Data Konsentrasi Berbeda-beda pada Laju Reaksi

Berikut ini adalah pembahasan soal mengenai orde reaksi untuk persamaan laju reaksi dan reaksi antara dua zat yang berbeda-beda konsentrasi pada data percobaan. Pembahasan dengan menggunakan aturan logaritma natural (ln) sudah saya tulis pada tulisan di sini. Sebagai pembanding tentu satu cara itu sepertinya lebih tidak disukai karena perlu perhitungan yang teliti. Tetapi cara itu akan sangat membantu ketika cara-cara berikut tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan :). Jadi cara penentuan orde reaksi menggunakan metode hitung logaritma jangan tidak dipelajari yah.

Memanfaatkan jurus ketika kepepet (terjepit), mungkin karena otak sedang jenuh tidak mau diajak berpikir serius, cobalah menggunakan metode coba-coba (trial and error, trial and error and…. true!) 🙂 Tentu saja jika kita beruntung.

Continue reading →

Metode Logaritma dalam Penentuan Orde Reaksi Dua Zat dengan Data Konsentrasi Berbeda-beda pada Laju Reaksi

Bahasan laju reaksi di sma sering disibukkan dengan hitung-menghitung orde reaksi dari data konsentrasi percobaan dan laju reaksinya (atau hanya dari waktu reaksi). Beberapa dapat diselesaikan dengan mudah, yang lainnya sedikit perlu perhitungan tingkat lanjut. Berikut ini contoh pembahasan untuk penentuan orde reaksi yang data setiap konsentrasinya berbeda-beda. Untuk menyelesaikannya tentu diperlukan kesabaran dan ketelitian. Coba bandingkan dengan data-data hasil percobaan yang biasa ada pada buku-buku teks pelajaran kimia sma.

Continue reading →

Perhitungan Molaritas dan Molalitas Larutan dari % Massa dan Densitas

Berikut ini hubungan molaritas (M) dengan molalitas (m) larutan serta simulasi perhitungannya.

Antara molaritas dan molalitas beda dasar perhitungan tetapi rumusnya mirip. Molaritas didasarkan pada volume larutan (Liter), sedangkan molalitas didasarkan pada massa pelarut (kg).

Continue reading →

Faktor-faktor Lain yang Juga Mempengaruhi Laju Reaksi

Pada pokok bahasan laju reaksi pelajaran kimia di sma faktor yang mempengaruhi laju reaksi kebanyakan yang dibahas hanya ada lima, yaitu konsentrasi pereaksi, tekanan, temperatur, dan adanya katalis serta luas permukaan zat pereaksi jika ia dalam bentuk padatan. Kelima faktor itu di buku-buku sudah bisa dipahami siswa dengan mudah. Jadi saya tidak membahas kelima faktor itu lagi.

Sesungguhnya tidak hanya 5 faktor itu saja yang mempengaruhi laju reaksi, tetapi masih ada beberapa lagi, tapi jarang dibahas atau mungkin tidak pernah disinggung. Mungkin karena alasan menyesuaikan dengan kurikulum yang berlaku pada pelajaran kimia sma. Apa sajakah faktor yang lain itu?

Continue reading →

Kalkulator Molaritas, Kalkulator Pengenceran, dan Kalkulator Kosentrasi Larutan Lainnya

Untuk mengerjakan soal-soal kimia tentang penghitungan konsentrasi larutan dengan variasi tentu sangat menjemukan. Jemu karena itu-itu saja. Apalagi kalau kita sudah menguasai caranya, yang diperlukan hanyalah alat saja. Seperti halnya kalkulator biasa, jika diperlukan perhitungan berulang-ulang tentu kita tidak perlu lagi melakukannya secara manual. Kita bisa dan boleh menggunakan alat hitung asal tersedia. Sekali lagi dengan menggunakan alat itu bukan berarti kita mau cara instan tanpa mengetahui konsep dan caranya kan?!

Continue reading →

Hal Prinsip tentang Satuan Molal dan Molar

Satuan yang digunakan dalam bahasan sifat koligatif larutan terpusat pada satuan molal (m) pada penentuan kenaikan titik didih (ΔTb) dan penurunan titik beku (ΔTf) dan molar (M) pada penentuan tekanan osmostik (π). Ada kemiripan di antara kedua kata molar dengan molal itu, dari segi huruf hanya beda di akhiran, l dan r 🙂 Rumusnya pun memiliki kemiripan, perhatikan berikut ini:

\ M= \frac{n}{V}  dan  \ m= \frac{n}{p}

Continue reading →

Menghitung Konsentrasi Larutan Zat yang Dibuat dari Zat Terhidrat-nya

Bagaimana menghitung konsentrasi suatu zat yang dibuat dari zat yang terhidrat?

Zat terhidrat artinya zat tersebut tidak murni (tidak hanya berdiri sendiri) tetapi zat itu terikat oleh sejumlah molekul air (H2O). Contoh zat terhidrat Ba(OH)2.8H2O, Mn(NO3)2.6H2O, dsb. Cara menentukan konsentrasi larutan zat terhidrat jelas berbeda dengan zat murni. Contoh zat murni (zat anhidrat) seperti MgCl2, NaCl, CuSO4 dan sebaginya.

Jika dituliskan maka akan sangat mudah dibedakan antara zat terhidrat dengan yang tidak terhidrat. Zat yang terhidrat dibagian akhir rumus molekulnya terdapat xH2O. x menunjukkan jumlah air yang menghidrat zat yang diikutinya. Sedangkan zat anhidrat tanpa ada embel-embel apapun dibelakangnya seperti contoh di atas.

Continue reading →

Persen Massa (Satuan Konsentrasi)

urip.wordpress.com

Pertanyaan: Sebuah bongkah gula berbentuk kubus 4 g (Sukrosa: C12H22O11 ) dilarutkan dalam gelas 350 ml air dengan temperatur 80°C. Bagaimana komposisi persen massa dari larutan gula tersebut?
Diketahaui: Kepadatan air pada 80°C = 0,975 g/ml

Definisi
Persen Massa adalah massa zat terlarut dibagi dengan massa dari larutan (massa zat terlarut  ditambah  massa pelarut ), dikalikan dengan 100.

Langkah selanjutnya… klik di sini

Memahami Persen Volum (Satuan Konsentrasi)

Pemahaman mengenai satuan konsentrasi menjadi hal penting ketika kita berkutat dengan bahasan-bahasan yang ada sangkut pautnya dengan larutan. Misalnya dalam bahasan sifat koligatif larutan, larutan asam-basa, kesetimbangan kimia, dan lain-lain. Karena sedikit salah mengerti tentang satuan konsentrasi maka vital bagi kegiatan di laboratorium kimia terutama yang bersifat kuantitatif. Sebagai upaya menghindari kesalahan kecil namun berdampak “global” dalam aktivitas belajar kimia, perlu kiranya saya tulis secara berseri tentang satuan-satuan konsentrasi yang digunakan dalam dunia kimia.

Continue reading →