Tag Archives: kurikulum

Kurikulum 2013 itu Kembali ke KBK?

kurikulum 2013Banyaknya masukan (bahasa sopan dari kata tekanan) membuat pemerintah merasa perlu mengakomodir semua itu. Bahkan belakangan sudah dibuat percontohan-percontohan pengimplementasian kurikulum bermacam-macam variasinya. Dahulu ada kurikulum terintegrasi dengan imtaq, kurikulum pendidikan karakter, kurikulum sahabat bumi, kurikum kewirausahaan dan ekonomi kreatif, kurikulum HIV/Aids, kurikulum antikorupsi dan entah apalagi.

Continue reading →

Inilah Kurikulum 2013 untuk SD, SMP, SMA, SMK Selengkapnya

kurikulum 2013====(* Pembaharuan Agustus 2013 )====

Kurikulum 2013 akhirnya telah resmi dan final, tapi mungkin akan tetap dilakukan perbaikan seiring masukan dan kritik, baik secara redaksional maupun isinya. (Untuk mengunduh (download) silahkan mengunjungi pranala di blog ini dengan meng-klik link ini untuk semua kurikulum SD, SMP, dan SMA),

Tulisan di bawah ini adalah draft yang kini sudah difinalisasi, jadi saya sarankan untuk mengunduh yang sudah final di link di atas itu 🙂 .


Berikut ini adalah draft kurikulum 2013 untuk SD, SMP, SMA, dan SMK (segera). Silahkan unduh langsung dari sumber resminya kalau sudah ada atau bisa langsung klik kanan dan Save As… dari tautan berikut ini:

Draft lengkap kurikulum 2013 untuk sekolah dasar (SD) hasil rapat tanggal 22 November 2012

Untuk perbagian silakan unduh di pranala/tautan berikut ini:

Kompetensi Inti SD

Peta Kompetensi Dasar Mata Pelajaran SD

Draft kurikulum 2013 untuk sekolah menengah pertama (SMP)

Kompetensi Inti SMP

Peta Kompetensi Dasar Mata Pelajaran SMP

Peta Kompetensi Dasar Pendidikan Agama_SMP

Draft kurikulum 2013 untuk sekolah menengah atas (SMA) menyusul

Draft kurikulum 2013 untuk sekolah menengah kejuruan (SMK) menyusul

===============Update tanggal 30 November 2012===============

Inilah bahan uji publik kurikulum 2013 yang baru di upload (30 Novenber 2012) oleh kemdikbud di alamat http;//kurikulum2013.kemdikbud.go.id, ini hanya berupa file tayangan berbentuk pdf, dan tidak memberikan isi yang utuh.

Sebagai alternatif dapat juga diunduh dari tautan ini atau Pranala bahan Uji Publik_Kurikulum2013 yang ini. Yang jelas isinya semua sama. Meskipun dari bahan uji publik itu tidak utuh bisa kita cermati namun begitulah adanya, yang dikehendaki kemdikbud.

===Update dari paparan uji publik di Surabaya tanggal Desember 2012===

Klik di sini untuk bahan uji publik modifikasi 9 Desember 2012 di Surabaya

Mari simak dan mari kita kritisi, sambil berharap semoga ini adalah awal perubahan yang membawa wajah pendidikan di negeri ini lebih baik. Tidak terpuruk seperti berita bahwa Sistem Pendidikan Indonesia Terendah di Dunia lagi.

Draft kurikulum SMA, SMP, dan SD edisi terakhir 9 Februari silakan lihat pada tulisan https://urip.wordpress.com/2013/02/16/update-draft-kurikulum-2013-untuk-sdmi-smpmts-smama/

Wassalam

Urip Kalteng

Rombak Kurikulum, Jangan Lupa Rombak Komponen Lainnya

urip.wordpress.com

Pak mendiknas akan merombak lagi kurikulum sekolah. Kurikulum boleh dirombak, kalau perlu pangkas jumlah mata pelajaran yang hanya membebani siswa, sebab ada pelajaran yang disinyalir hanya bersifat formal (pelajaran apa? Lihat saja kurikulum yang berlaku). Jangan ada lagi karena akibat perubahan kurikulum orang tua teriak, penerbit buku lonjak kegirangan, karena itu berarti ada peluang bisnis. Yang perlu dikembangkan adalah buku-buku referensi yang tak lekang oleh waktu dan perubahan kurikulum. Tapi saya yakin niat pak menteri tidak begitu!

Continue reading →

Revolusi Pendidikan, Mungkinkah?

Sudah saatnya memangkas jumlah mata pelajaran yang ada di sma. Terlalu banyak ‘pesan sponsor’ menjadikan pelajaran-pelajaran menjadi bias, tidak fokus, isi pelajaran dangkal, siswa terlalu terbebani variasi pelajaran yang banyak. Pelajaran terkait seni dan ketrampilan hendaknya dijadikan ekskul diluar jam sekolah. Atau dibuat saja sekalian tambahan program seni, selain ipa, ips, bahasa, dan keagamaan di madrasah aliyah.

Pesan sponsor yang terkait kebangsaan, kewarganegaraan, kewirausahaan, budi pekerti, pengembangan diri, budaya lokal, seni, bolehnya dikompres menjadi suatu pelajaran tetapi tidak masuk dalam ranah penilaian. Sebab selama ini angka yang diberikan toh sekedar formalitas. Seperti pelajaran penjaskes, semestinya tidak masuk dalam pelajaran yang turut mempengaruhi kemampuan kognitif siswa. Toh setiap orang memang harus sehat jasmani dan rohani.

Continue reading →

Pengetahuan Prasyarat, Kurikulum, dan Semangat Guru

Pembiaran atas kemampuan prasyarat bagi siswa yang kurang memadai membuat siswa semakin tersiksa. Begitu berlarut-larut akibatnya siswa terkesan ‘tak tahu’ apa-apa. Apapun upaya yang dilakukan kalau tidak menyentuh akar masalah, pembelajaran menjadi tak menarik, sedikit-pun, apalagi berharap dapat dipahami siswa. Penjelajahan kemampuan awal siswa akan memberikan memberikan penyelesaian atas masalah tersebut. Tidak ada kata terlambat untuk segera dan sedini mungkin untuk melakukan jelajah kemampuan siswa sehingga kita bisa memberikan solusi atas permasalahan belajar siswa.

Setiap pokok bahasan pada suatu pelajaran biasanya selalu menuntut prasyarat kemampuan tertentu. Ini tidak cukup hanya pretest, tapi lebih jauh ke belakang. Siswa kita itu sudah atau belum memiliki bahan/alat untuk menunjang kelancaran dalam memahami pokok bahasan yang akan kita sampaikan. Oleh karena itu menjadi keharusan bagi setiap guru untuk mengenali prasyarat setiap pokok bahasan pelajaran yang akan diajarkan. Kita perlu siapkan strategi dan taktis khusus untuk memperbaiki prasyarat yang sering tidak dimiliki siswa kita.

Continue reading →

Ujian Nasional Mengerdilkan Pembelajaran

Memasuki semester akhir di semua jenjang sekolah pembelajaran disibukkan dengan menyiapkan segala sesuatu yang bertujuan untuk menyukseskan ujian nasional (UN). Hiruk pikuk itu semakin menjadi-jadi ketika sistem dan pola UN mengalami perubahan dalam prosedur operasionalnya (prosedur operasional standard (POS)). Hampir semua sekolah mempelajari prosedur tersebut dan menerapkan strategi agar semua siswa dapat lulus dengan nilai baik. Kadang gaya pembelajaran juga terpengaruh oleh sistem baru yang digunakan dalam UN. Seolah ada agenda “kejar tayang” dengan semakin dekatnya waktu penyelenggaraan UN itu.

Continue reading →