Tag Archives: molar

Mengubah Satuan Molal dan Molar menjadi % Massa/Massa

Catatan ini saya dedikasikan untus siswa saya yang mulai rajin belajar 🙂

Persen massa/massa adalah salah satu bentuk pernyataan konsentrasi suatu larutan. Dengan beberapa data yang diketahui maka konversi akan dapat dilakukan setelah memahami setiap pernyataan konsentrasi itu sendiri.

Larutan = zat terlarut + pelarut (biasanya air). Kerapatan atau densitas air biasanya digunakan 1 gram = 1 mL.

1 molar = 1 mol zat terlarut dalam setiap 1 liter larutan.

1 molal = 1 mol zat terlarut dalam setiap 1 kg pelarut.

Konversi molal ke % massa.

Contoh soal: Hitunglah % massa dari larutan NaI 0,2 molal (massa molar NaI = 150 g/mol)

Penyelesaian:

Arti 0,2 molal NaI adalah 0,2 mol NaI dalam 1 Kg pelarut air.

massa NaI sebanyak 0,2 mol = 0,2 mol x 150 g/mol = 30 g

massa pelarut air = 1 kg = 1000 g

Total massa larutan = (30 + 1000) g = 1030 g

% massa NaI = (30 / 1030) x 100% = 2,91 %

Konversi molar ke % massa.

Contoh soal: Hitunglah % massa dari 0,5 Molar larutan NaOH (massa molar NaOH 40 g/mol) dengan densitas 1,2 g/mL

Jika pada soal tanpa diketahui densitas tentu kita tidak mengkonversinya 🙂

0,5 Molar artinya 0,5 mol dalam setiap 1 liter larutan. 0,5 mol NaOH = 0,5 g x 40 g/mol = 20 g massa NaOH

1 L = 1.000 mL, dengan densitas 1,2 g/mL berarti 1 L larutan = 1.200 g massa larutan.

Jadi % massa NaOH dalam larutan = (20 / 1.200) x 100% = 1,67%.

Untuk konversi ini bisa dicoba dengan menggunkan kalkulator konversi seperti yang ada di web http://www.etoolsage.com/converter/consistency.asp?toolsort=1500

hasil konversi molar ke %massa
Wassalam

Iklan

Praktikum Kimia (dan Mat-Sains) dengan Simulasi Secara Online

Memanfaatkan layanan yang tersedia secara online tentu adalah alternatif media pembelajaran ketika kita belum mampu membuat sendiri, atau karena tidak tersedia sarana laboratorium, dan kita memang telah hilang kreativitas.

Berikut ini adalah tautan yang bisa dimanfaatkan untuk mengajak siswa untuk “rekreasi” sejenak namun tetap terbimbing. Pada web tersebut sudah tersedia apa yang harus dilakukan siswa dengan simulasi yang tersedia. Kalau kita bisa membuatnya secara offline tentu ini akan jadi lebih bagus lagi karena tidak ada ketergantungan dengan akses internet, cukup dengan intranet. Dengan sedikit adaptasi semua yang ada di website tertentu kita bisa tiru.

Continue reading →

Perhitungan Molaritas dan Molalitas Larutan dari % Massa dan Densitas

Berikut ini hubungan molaritas (M) dengan molalitas (m) larutan serta simulasi perhitungannya.

Antara molaritas dan molalitas beda dasar perhitungan tetapi rumusnya mirip. Molaritas didasarkan pada volume larutan (Liter), sedangkan molalitas didasarkan pada massa pelarut (kg).

Continue reading →

Jalur Lurus Menuju Molaritas Larutan

Sumber: wikipedia.org

Perjalanan untuk menyelesaikan soal terkait konsentrasi sebenarnya sederhana. Jalan-nya mulus dan lokasi serta jaraknya tidak terlalu jauh. Itulah kesan ketika menemani siswa belajar hal tentang konsentrasi larutan sebagai awalan pokok bahasan laju rekasi.

Pertama dikenalkan konsep konsentrasi sebagai satuan banyaknya zat terlarut dalam volume larutan tertentu. Jadi hanya ada 2 variabel untuk menentukan molaritas zat dalam suatu larutan yaitu berapa banyak zat yang terlarut (dengan satuan mol) dan berapa volume larutan ketika akan ditentukan molaritasnya.

Continue reading →

Kalkulator Molaritas, Kalkulator Pengenceran, dan Kalkulator Kosentrasi Larutan Lainnya

Untuk mengerjakan soal-soal kimia tentang penghitungan konsentrasi larutan dengan variasi tentu sangat menjemukan. Jemu karena itu-itu saja. Apalagi kalau kita sudah menguasai caranya, yang diperlukan hanyalah alat saja. Seperti halnya kalkulator biasa, jika diperlukan perhitungan berulang-ulang tentu kita tidak perlu lagi melakukannya secara manual. Kita bisa dan boleh menggunakan alat hitung asal tersedia. Sekali lagi dengan menggunakan alat itu bukan berarti kita mau cara instan tanpa mengetahui konsep dan caranya kan?!

Continue reading →

Molar, Massa Molar, Volume Molar

Molar sering disingkat dengan huruf M (m besar). Kata molar secara umum jika tidak diikuti kata lain artinya adalah satuan konsentrasi larutan yang menyatakan banyaknya mol zat setiap  satuan liter larutan. Satuan molar ini kebanyakan diperkenalkan kepada siswa ketika memasuki pokok bahasan laju reaksi di kelas 11 semester 1.

Continue reading →

Hal Prinsip tentang Satuan Molal dan Molar

Satuan yang digunakan dalam bahasan sifat koligatif larutan terpusat pada satuan molal (m) pada penentuan kenaikan titik didih (ΔTb) dan penurunan titik beku (ΔTf) dan molar (M) pada penentuan tekanan osmostik (π). Ada kemiripan di antara kedua kata molar dengan molal itu, dari segi huruf hanya beda di akhiran, l dan r 🙂 Rumusnya pun memiliki kemiripan, perhatikan berikut ini:

\ M= \frac{n}{V}  dan  \ m= \frac{n}{p}

Continue reading →

Menghitung Konsentrasi Larutan Zat yang Dibuat dari Zat Terhidrat-nya

Bagaimana menghitung konsentrasi suatu zat yang dibuat dari zat yang terhidrat?

Zat terhidrat artinya zat tersebut tidak murni (tidak hanya berdiri sendiri) tetapi zat itu terikat oleh sejumlah molekul air (H2O). Contoh zat terhidrat Ba(OH)2.8H2O, Mn(NO3)2.6H2O, dsb. Cara menentukan konsentrasi larutan zat terhidrat jelas berbeda dengan zat murni. Contoh zat murni (zat anhidrat) seperti MgCl2, NaCl, CuSO4 dan sebaginya.

Jika dituliskan maka akan sangat mudah dibedakan antara zat terhidrat dengan yang tidak terhidrat. Zat yang terhidrat dibagian akhir rumus molekulnya terdapat xH2O. x menunjukkan jumlah air yang menghidrat zat yang diikutinya. Sedangkan zat anhidrat tanpa ada embel-embel apapun dibelakangnya seperti contoh di atas.

Continue reading →