Tag Archives: siswa

Praktikum Kimia (dan Mat-Sains) dengan Simulasi Secara Online

Memanfaatkan layanan yang tersedia secara online tentu adalah alternatif media pembelajaran ketika kita belum mampu membuat sendiri, atau karena tidak tersedia sarana laboratorium, dan kita memang telah hilang kreativitas.

Berikut ini adalah tautan yang bisa dimanfaatkan untuk mengajak siswa untuk “rekreasi” sejenak namun tetap terbimbing. Pada web tersebut sudah tersedia apa yang harus dilakukan siswa dengan simulasi yang tersedia. Kalau kita bisa membuatnya secara offline tentu ini akan jadi lebih bagus lagi karena tidak ada ketergantungan dengan akses internet, cukup dengan intranet. Dengan sedikit adaptasi semua yang ada di website tertentu kita bisa tiru.

Continue reading →

Iklan

Dilema Penjurusan Siswa di SMA pada Kurikulum 2013

Soal penjurusan siswa SMA pada rencana kurikulum 2013 sebagai hasil perubahan yang sedang dilakukan pemerintah (via kemdikbud) tentu akan membuahkan perdebatan. Hal ini jelas bukan barang baru, dulu masalah ini pernah mengemuka. Mengemukanya juga ketika beralih dari kurikulum ke kurikulum berikutnya. Banyak sekali pertimbangan dengan argumennya masing-masing. Silakan tengok perjalanan kurikulum pendidikan di Indonesia dari masa ke masa. Penjurusan selalu menjadi komoditas untuk diperdebatkan, yang tentu saja pemerintah adalah pemenangnya karena ia menjadi pengambil keputusan.

Continue reading →

Matematika itu Sesungguhnya adalah Permainan

Belajar Matematika itu Sama dengan Belajar Permainan.

Setiap permainan pasti memiliki aturan main. Matematika itu mirip sekali dengan permainan karena sejak belajar di SD kita secara ketat diajari aturan-aturan dalam matematika. Mengerjakan soal matematika dan juga soal ilmu sains lainnya juga sama dengan melakukan permainan. Permainan yang dilakukan secara intens, kontinyu, maka aturan-aturan dalam permainan itu menjadi kepahaman yang luar biasa. Demikian juga dengan mengerjakan soal matematika. Sekali lagi untuk bisa melakukan permainan siapapun harus paham betul dengan aturannya. Untuk paham tentu diperlukan keberulangan yang cukup, tidak cukup sekali atau dua kali saja.

Continue reading →

Alasan Siswa Enggan Bertanya di Kelas

Bertanya belumlah menjadi budaya siswa di negeri ini. Siswa pasif, karena guru dominan? Setiap ditawari ‘ada yang mau bertanya atau tidak jelas?’ praktis diam semua. Apa yang membuat siswa pasif secara mental? Ayo kita temukan alasan mengapa siswa Indonesia enggan bertanya di kelas. Silahkan tambahkan rentetan alasan siswa menurut versi kita, guru. Selanjutnya akan mudah kita temukan solusinya.

Berikut alasan yang sering mengemuka.

Continue reading →

Sekolah, Jangan Cari Enaknya saja dong…

urip.wordpress.com

Guru-guru tak mau repot, sekolah ingin maju dengan tanpa harus banyak berjuang. Caranya carilah siswa-siswa yang memiliki potensi hebat saja. Ibarat tanpa banyak sentuhan siswa itu sudah bisa berprestasi. Di mana letak kebanggaan seorang guru dan sebuah sekolah jika hanya tak banyak berjuang? Mereka belum ukur proses apa yang telah ia lakukan, ia hanya banggakan adalah keadaan akhir saja. Apa harus begitu yang namanya mendidik itu?

Continue reading →

Beranikah Sekolah Menerima Siswa Tanpa Penyaringan?

Urip.wordpress.com

Tidak lama lagi setiap sekolah akan melakukan penerimaan siswa baru. Orang tua pasti sibuk untuk menentukan di mana anaknya akan bersekolah, akan belajar. Pasti mereka akan menyekolahkan anaknya di sekolah yang menurut penilaian kebanyakan orang merupakan sekolah terbaik di daerahnya. Sangat manusiawi, orang tua akan memberikan hal terbaik bagi anaknya untuk belajar di sekolah yang baik, yang difavoritkan. Yang tidak manusiawi adalah sistem penerimaan siswa baru oleh sekolah itu. Saya teringat dengan tulisan pak Munif Chatib dalam buku Sekolah-nya Manusia. Pikir saya maukah sekolah-sekolah yang difavoritkan masyarakat itu menerima siswa baru secara manusiawi? Ini yang akan saya bahas pada tulisan saya kali ini.

Continue reading →

Guru Itu Téko?

urip.wordpress.com

Andai saya dan semua rekan saya mau berkaca sambil menanyakan sudahkah saya punya bekal yang cukup menjadi seorang guru yang benar, maka pendidikan di negeri ini pasti akan membaik. Berikut analogi tanpa dasar tentang guru, siswa, dan ilmu.

Kata teman saya guru itu seperti teko, murid itu seperti botol dan ilmu itu seperti air. Tiga buah analogi yang saling terkait erat. Kalau teko gak pernah diisi air bagaimana ia bisa menuangi botol. Apakah yang seperti itu masih berlaku untuk guru dan siswa jaman sekarang?

Continue reading →

Adanya Pelajaran Kosong Indikasi Sekolah Buruk

urip.wordpress.com

Fenomena siswa senang ketika gurunya berhalangan hadir di kelas, apalagi kalau tanpa ada tugas yang harus diselesaikan. Siswa kebanyakan seperti itu. Lebih aneh kalau mereka siswa setingkat SMA. Apakah mereka belum berpikir betapa ruginya jika ada guru berhalangan tidak hadir. Tidakkah mereka sudah harus memikirkan untung ruginya selama mencari ilmu? Apalagi jika gurunya adalah guru dan mata pelajaran yang tidak disukai siswa, wou…!

Sekolah tidak terlalu banyak memberikan pilihan bagi siswanya dan memang banyak alasan untuk tidak memberikan pilihan itu. Pelajaran diberikan dengan sistem mau tidak mau harus mau. Pelajaran tanpa ada pilihan. Sampai ada mata pelajaran yang tidak disuka siswa. Apalagi kalau yang mengajar tidak ‘menarik’. Pada akhirnya pelajaran itu diterima sambil menyanyikan lagu Rhoma Irama, ‘sungguh terpaksa…’

Continue reading →

Guru dan Siswa yang Malas Membaca, Malas Belajar, dan Malas Menulis

Berbicara tanpa makna, rugi sendiri dan merugikan yang mendengar. Menulis tanpa makna, tak merugikan siapun.
Berbicara sendiri laksana orang tidak waras. Menulis sendiri malah menyehatkan dan membuat pikiran semakin waras.
Pak/bu guru, siswaku, temenku, apa yang sudah anda tulis hari ini?

Continue reading →

Pengetahuan Prasyarat, Kurikulum, dan Semangat Guru

Pembiaran atas kemampuan prasyarat bagi siswa yang kurang memadai membuat siswa semakin tersiksa. Begitu berlarut-larut akibatnya siswa terkesan ‘tak tahu’ apa-apa. Apapun upaya yang dilakukan kalau tidak menyentuh akar masalah, pembelajaran menjadi tak menarik, sedikit-pun, apalagi berharap dapat dipahami siswa. Penjelajahan kemampuan awal siswa akan memberikan memberikan penyelesaian atas masalah tersebut. Tidak ada kata terlambat untuk segera dan sedini mungkin untuk melakukan jelajah kemampuan siswa sehingga kita bisa memberikan solusi atas permasalahan belajar siswa.

Setiap pokok bahasan pada suatu pelajaran biasanya selalu menuntut prasyarat kemampuan tertentu. Ini tidak cukup hanya pretest, tapi lebih jauh ke belakang. Siswa kita itu sudah atau belum memiliki bahan/alat untuk menunjang kelancaran dalam memahami pokok bahasan yang akan kita sampaikan. Oleh karena itu menjadi keharusan bagi setiap guru untuk mengenali prasyarat setiap pokok bahasan pelajaran yang akan diajarkan. Kita perlu siapkan strategi dan taktis khusus untuk memperbaiki prasyarat yang sering tidak dimiliki siswa kita.

Continue reading →

Pembelajaran Masih Berpusat pada Guru, Sulitkah Mengubahnya?

Ajakan untuk melakukan pembelajaran yang tidak lagi berpusat pada guru sudah lama dilakukan oleh berbagai pihak. Sejak CBSA hingga KTSP. Nyatanya yang terjadi di kelas-kelas tetap saja pembelajaran tidak seperti yang diharapkan. Seperti yang saya lakukan juga 🙂 . Pembelajaran yang berpusat pada siswa atau siswa belajar aktif itu sepertinya masih belum membumi, masih di awang-awang. Ini tidak lepas dari lemahnya kemampuan guru dalam mengatur dan merubah pola pikir dalam proses mengajar di kelas. Akibatnya siswa belajar menjadi tidak bermakna. Pelajaran dianggap sekedar pelajaran, aplikasinya dalam hidup sangat kecil.

Bagaimana dengan di kelas anda atau kelas rekan anda di sekolah? Sepertinya kita enggan melakukan pembelajaran yang berpusat pada siswa kan? Apakah para guru tidak memahami konsep tentang pembelajaran seperti itu? Apakah penyebab yang sesungguhnya? Adakah kaitan hal itu dengan ujian nasional? Hah yang terkahir ini mengada-ada yah, maksa banget untuk dikait-kaitkan karena gak setuju dengan UN.

Continue reading →

Jumlah Jam Pelajaran di Sekolah akan Dikurangi Menjadi 32 Jam

Pemerintah akan mengurangi jam mengajar dari 42 jam menjadi 32 jam seminggu. Kebijakan ini diambil karena selama ini materi pembelajaran siswa dinilai terlalu berat sehingga tidak ada ruang bagi guru berkreasi. Begitu juga siswa tidak memiliki waktu untuk mengembangkan diri.

Sumber dari http://www.harianterbit.com/artikel/rubrik/artikel.php?aid=108624

Sepertinya akan semakin ideal jika benar itu diterapkan. Guru semakin leluasa mengembangkan kreativitasnya, siswa juga semakin kreatif dan enjoy, tidak tertekan dengan beban belajar yang cukup memberatkan. Lebih-lebih bagi siswa yang ada di madrasah.

Perlu diperhatikan dampak dari pengurangan jam pelajaran itu, lebih-lebih dengan beban mengajar guru sekarang dipatok minimal 24 jam hingga 40 jam. Kemudian jam pelajaran yang mana yang akan dikurangi, apakah akan menghilangkan atau menggabungkan mata pelajaran serumpun untuk memangkas 10 jam yang ada selama ini, kita tunggu saja perkembangannya.

Continue reading →

Tips, Pedoman, dan Strategi Belajar untuk Pelajar

Ingin jadi pelajar yang sukses kan?!

Sebagai seorang pelajar, seorang siswa, seorang pembelajar semestinya sudah memiliki pedoman dan strategi yang biasa digunakan untuk mengikuti proses belajar dan memahami apa yang dipelajarinya. Bagaimana belajar yang efektif, konsentrasi, menggunakan daya ingat secara efektif, memetakan informasi, bagaimana menghadapi ujian, mengatur waktu yang efektif untuk belajar dan lain-lain.

Selama menjadi siswa atau pelajar kadang sering kali mendapati masalah dan tentu ingin sekali menyelsaikan masalah itu. Di sekolah yang baik tentu bisa memanfaatkan “jasa” guru bimbingan konseling. Sayangnya tidak semua sekolah memiliki guru bimbingan konseling. Kalaupun ada tidak menjamin guru-guru tersebut benar-benar bisa menjadi “sahabat” siswa dalam menyelesikan permasalahan belajarnya.

Continue reading →

Tidak Satupun Siswa yang Bodoh Tapi…

Introspeksi diri

Tidak satupun siswa saya yang  tidak pintar. Yang ada hanyalah para siswa pemalas. Mengapa mereka menjadi malas? Mereka tidak tahu bagaimana cara dirinya bisa belajar dengan benar. Akibat tidak tahu cara belajar yg benar, mereka tidak bisa menikmati proses pembelajaran baik di kelas atau di rumah. Akhirnya berbagai materi prasyarat untuk bahasan berikutnya tak dimiliki.

Jika sudah demikian maka pembelajaran tersendat. Masih mending hanya tersendat sesaat. Lebih parah adalah materi mendasar yg semestinya ia sudah kuasai di tingkat SD ia-pun lemah. Pondasi dasar jadi rapuh. Kalau sudah demikian bagaimana mesti bisa dibangun bangunan materi belajar lebih tinggi?

Continue reading →

A partnership for teachers, children and education

Barusan mendapati link bagus nih…. didalamnya tersedia berbagai buku-buku bagus. Buku2 tersebut dapat didownload langsung dan tentu saja gratis.

Isinya bermacam-macam tetapi intinya adalah tentang bahasan sains (kimia, biologi, fisika) dan lingkungan, matematika dan bahasa, bagaimana mengenalkan sain kepada anak2, bagaimana guru mesti menjelaskan berbagai hal sepele bahkan rumit sehingga mudah untuk dipahami anak2. Satu lagi adalah mengenai seni mengajar juga ada.

…Baca Selengkapnya