Log Pembelajar Kimia di Borneo

Memadukan Kimia, Pendidikan, Komputer, dan Opini dalam Blog

Abstrak Penelitian Simulasi Dinamika Molekuler Sc(I) dalam NH3

Ditulis oleh Urip.WP.Com di/pada 24 Juni 2009

SIMULASI DINAMIKA MOLEKULER
SKANDIUM(I) DI DALAM AMONIA CAIR DENGAN METODE
AB INITIO MEKANIKA KUANTUM/MEKANIKA MOLEKULER

U  R I P
07/261387/PPA/2384

Pembimbing: Dr.rer.nat. Ria Armuanto, Prof. Dr. Bambang Setiaji

Diujikan pada 23 Juni 2009 (14.30-16.30 WIB)

INTISARI

Studi sifat struktur ion Sc+ dalam amonia cair telah dilakukan dengan menggunakan simulasi dinamika molekuler (DM) dengan metode mekanika kuantum/mekanika molekuler (MK/MM). Kulit solvasi pertama dihitung dengan metode ab initio mekanika kuantum pada level Restricted Hartree–Fock (RHF) menggunakan basis set double-ζ valence plus double polarization (DZVP2) untuk Sc+ dan Dunning double-ζ plus polarization (DZP) untuk amonia. Solvasi di luar wilayah kulit pertama dihitung dengan metode mekanika molekuler. Struktur solvasi ion Sc+ dalam amonia cair dikarakterisasi menggunakan data RDF, CND, dan ADF yang diperoleh dari file trajektori.

Simulasi DM dengan metode ab initio MK/MM menunjukkan bahwa struktur solvasi kulit pertama Sc(I) dalam amonia cair telah dapat diamati, sedangkan solvasi kulit kedua berdasarkan puncak RDF Sc-N tidak terbentuk. Pada solvasi kulit pertama terjadi berbagai spesies kompleks Sc(NH3)n+ di mana n mulai dari 1 hingga 7 dengan occurrance paling tinggi adalah Sc(NH3)3+ (37,50%). Dengan banyaknya ragam spesies kompleks mengindikasikan bahwa solvasi kulit pertama bersifat fleksibel (tidak rigid) akibat terjadinya “structure breaking effect”.

Kata kunci: simulasi dinamika molekuler, skandium(I), amonia cair, ab initio MK/MM, solvasi

Spesial terimakasih kepada:

- Kedua pembimbingKU+penguji dan penguji (Prof Mudasir & Dr Eko Sri Kunarti)

- Rekan di lab komputasi AIC Jurusan Kimia UGM (P.Kasmui,  P.Ponco, P Yahmin, P. I Wayan Sutapa, Marsel, Mirta, Destin, Kang MasKUR) Ohya Pak Joko yg paling setia menemani dari kejauhan.

- Teman Sejawat S2 Jurusan Kimia 2007-2009 (kang Padi, kang Topik, dik Heri, Om Rohmat, kang Kukuh, daB Zamhari, saudara Sampe Logo, ustadz Basri, Kang Mas, Cak Kun, kang Har, kang Muklis, Abang I’amSorry, bu Dwi, mbak Tri-ni, yu Catur, nona Yeha, mbak Dina, bu Asih, yu Maryam Oka, Uni Ye’em, diajeng Utami, dik H-Anum tanpa an, pak… eh bu Misbah, bu Dar, bu Suseee, Yes…No…Sita dan Mas-Nely berwarni)…  Alhamdulillah.

-Semua anggota keluarga di Kotabaru serta anak dan istri yg mengijinkanku “belajar” lagi.

Ditulis dalam Belajar, Guru, Kimia, Kimia Komputasi, Komputer, Pendidikan | 7 Komentar »

Mencermati Sekolah dengan UN Lulus 100%

Ditulis oleh Urip.WP.Com di/pada 15 Juni 2009

Untuk tingkat SMA/MA hasil ujian nasional sudah terlihat, dengan menyisakan PR bagi yang belum bisa lulus untuk mengikuti ujian paket C.

Indikasi yang baik andai suatu sekolah bisa luluskan siswanya 100% dengan tanpa kecurangan, tapi jeri payah murni siswa dan pihak sekolah secara jujur. Beberapa tanda kecurangan mudah sekali terlihat manakala suatu sekolah yang secara teori tidak mungkin bisa 100% siswanya lulus UN, nyatanya bisa lulus. Hal ini bisa dilihat dari sebaran nilai yang diraih semua siswa di sekolah itu. Menurut saya jika sebarannya tidak mengikuti distribusi normal maka patut dicurigai sekolah itu melakukan tindak curang. Ingat patut DICURIGAI saja tidak menuduh. Kebenarannya silahkan tanya kepada rumput yang bergoyang.

Seperti yang teah banyak dilakukan atau diketahui umum kecurangan itu bisa dilakukan siapa saja. Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya (Menakar Kejujuran Ujian Nasional Sekolah) dan (Target Kelulusan yang Menghancurkan Pendidikan). Bagi orang yg tidak mengerti arti sebuah kejujuran maka hal itu dianggap boleh-boleh saja. Demi kepuasan sesaat, kepentingan pribadi atau wilayah.

Ditulis dalam Pendidikan, Ujian Nasional | yang berkaitan: | 11 Komentar »

Koordinat Aman+Nyaman

Ditulis oleh Urip.WP.Com di/pada 15 Juni 2009

Renungan diri.

Sadarkah kita dimana sekarang berada? Tahukah anda dimana letak anda dalam koordinat kartesian xyz itu atau koordinat polar sferis? Manusia normal dan kebanyakan adalah selalu berada di wilayah koordinat aman dan nyamannya masing-masing. Seperti saya. Sampai suatu ketika kita dipaksa untuk keluar dari koordinat atau zona aman yg nyaman itu. Ternyata kalau kita menyadari saat inilah kita bisa melihat sesuatu dari sisi dan sudut lain. Menyadarkan diri bahwa selama ini kita tidak sehebat yang kita kira… kita terkungkung dalam koordinat-koordinat individu.

Terilhami dari sebuah tulisan di blog rekan guru di pulomas. Lalu saya berkeca diri, pantas saja kita sebagai guru selalu merasa sudah cukup mapan dengan apa yg kita punyai. Seolah-olah dunia ilmu dalam genggaman ternyata itu palsu. Dinding pada bidang sekitar koordinat aman dan nyaman kita itulah penyebabnya. Jadi benar kondisi seperti inilah salah satu yg menyebabkan guru-guru bak katak dalam tempurung, seperti saya.

Bagaimana kondisi anda, rekan guru?! Semoga tidak seperti saya yg sering enggan keluar dari “koordinat”.

Mari kita buka diri untuk sesering mungkin keluar dari koordinat aman dan nyaman selama ini yang membuat kita sok cukup, sok hebat, di depan anak didik kita. Belajar dari banyak hal, membuka wawasan dan lebih banyak berbagi. Kita coba posisikan sejajar gelombang diri dengan gelombang anak didik, dengan gelombang pihak lain, kita turut menyelaminya untuk bisa membantu mereka dan diri untuk belajar dan menggali potensi anak, sembari menggali potensi diri kita yang selalu terkungkung tak beruntung.

Bila kita berpikir laksana seorang yg ahli di suatu bidang padahal kita sadar sedikit yg kita tahu, lebih sedikit lagi yg telah kita bagi untuk pihak lain, maka mandeg-lah diri kita untuk berkembang. Kasihan sekali diri kita.

Bangkitlah Guru Indonesia.

Terimakasih pak Agus Listiyono.

Ditulis dalam Belajar, Guru, Mengajar, Pendidikan | yang berkaitan: | 2 Komentar »

Penguman Hasil Seleksi S2 Guru dan Pegawai Depag 2009

Ditulis oleh Urip.WP.Com di/pada 5 Juni 2009

Setelah molor 10 hari dari jadwal semula (25 Mei) 5 Juni sore pengumuman itu dikeluarkan. Selamat untuk rekan guru yg telah berhasil. Bagi yang belum tahun depan semoga ada kesempatan.

Pengumuman lengkap ada di situs www.depag.go.id.

Atau bisa di unduh dari link yg saya kopikan ke blog ini. Silahkan klik kanan kemudian save as… atau save link as dari firefox

Ditulis dalam Beasiswa, Guru, Pendidikan | 14 Komentar »

Waspadai Peningkatan Kualifikasi Pendidikan Guru

Ditulis oleh Urip.WP.Com di/pada 5 Juni 2009

PPKHB (pengakuan pengalaman kerja dan hasil belajar) adalah salah satu (alternatif) upaya agar guru yang belum sarjana bisa sarjana secepatnya. Ini akan dijadikan alternatif agar Indonesia bisa mengejar target untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan para guru. Pasalnya guru-guru yang belum berijazah S-1 itu sudah berpengalaman dalam kerja mengajar di kelas maka oleh pemerintah akan diakui yang mungkin dianggap ekuivalen dengan sejumlah SKS suatu mata kuliah. Bahkan kegiatan selevel KKG (kelompok kerja guru untuk guru SD/MI) dan MGMP (musyawarah guru mata pelajaran untuk guru SMP/MTs dan SMA/MA) juga dapat dipertimbangkan untuk dijadikan ekuivalensi sejumlah SKS dengan prosedur tertentu.

Bahkan ada istilah kemitraan antara perguruan tinggi (LPTK) dengan institusi terkait untuk “mempercepat” pensarjanaan guru-guru yang belum S-1. Kita semua berkewajiban mengawal agar niat mulia ini tetap terarah peningkatan kualifikasi pendidikan guru yang sesungguhnya, agar pendidikan tidak lagi dijadikan ajang pembenaran tindak kecurangan oleh oknum yg hanya ingin mengejar keuntungan sepihak. Untuk ini perlu dibentuk suatu lembaga independen untuk mengontrol tindak curang yg mungkin akan dilakukan oleh pihak yg ingin menghancurkan pendidikan di negeri ini dengan adanya program ini.

Jangan sampai dengan program semacam itu lalu dipakai cara instan “secara legal” ada LPTK menyelenggarakan kegiatan perkuliahan instan juga yg hanya beberapa kali pertemuan guru bisa S-1. Bahkan tugas akhir (skripsi) dibuatkan dosen dari LPTK dengan membayar sejumlah rupiah. Kita tahu banyak makanan instan tidak sehat. Maka demikian pula pendidikan instan tidak akan berdampak peningkatan mutu pendidikan  tepatnya peningkatan proses pembelajaran di kelas. Jadi mari kita semua ikut mengawasinya… (hehehe kok kurang kerjaan sih).

Semua itu adalah alternatif. Kalau guru ingin meningkatkan pendidikannya tentu bisa menempuh pendidikan resmi lewat universitas terbuka (UT). Yah walaupun UT sendiri masih ditemui kecurangan-kecurangan di beberapa daerah dalam pelaksanaan ujian. Ada perjokian. Memang pembuktiannya agak sulit. Pengawasan kurang ketat. Tapi nyata itu terjadi. Apalagi dengan program alternatif seperti yg akan digunakan untuk “pembenaran” penyetaraan PPKHB dengan sejumlah SKS suatu mata kuliah.

Mungkin yg baik adalah dengan mengirim guru untuk kuliah reguler dengan menyelesaikan beberapa SKS di LPTK yg ditunjuk. Konsekuensinya adalah guru meninggalkan tugas mengajarnya. Sulit memang. Ada usul? ajukan ke mendiknas yah.

Ditulis dalam Belajar, Guru, Mengajar, Pendidikan | yang berkaitan: , , , , | 8 Komentar »

Data Guru per Kualifikasi Pendidikan Menurut Usia

Ditulis oleh Urip.WP.Com di/pada 4 Juni 2009

Ini adalah data basi tapi mungkin masih ada saja yang memerlukannya. Ini saya ambil dari slide powerpoint oleh-oleh “teman saya” dari kegiatan yg diikutinya di DKI baru-baru ini. Judul kegiatannya adalah sosialisasi penyelenggaraan program Sarjana (S-1) kependidikan dengan PPKHB tahun 2009. Baru dengar ada istilah PPKHB (= pengakuan pengalaman kerja dan hasil belajar). Ada istilah baru yang sedianya akan dijadikan pendongkrak agar semua guru berpendidikan S-1. Semoga saja ini niat TULUS pemerintah dilaksanakan oleh institusi dengan kesungguhan untuk mencetak guru-guru sarjana. Tidak hanya gelar saja, tapi tidak membawa perubahan bermakna dalam pendidikan dan pembelajaran. Semoga pendidikan di negeri ini lebih baik lagi.
jumlah guru

Ditulis dalam Guru, Pendidikan | yang berkaitan: , , , , | Leave a Comment »

Kritik untuk Situs Departemen Agama RI

Ditulis oleh Urip.WP.Com di/pada 2 Juni 2009

Informasi, kepastian, efektivitas & efisiensi melalui TIK mengapa tidak diterapkan?

Website saat ini merupakan media yang paling ampuh untuk mengumumkan sesuatu. Tujuan website dibuat salah satunya untuk dijadikan corong “woro-woro”. Tidak  sulit, tapi banyak lembaga yg kurang perduli soal pemanfaatan website agar lebih efektif. Banyak kalangan yg mengandalkan dari websitelah informasi itu ia peroleh. Namun tidak sedikit institusi yang ‘ngeh’ soal ini. Website sekedar digunakan untuk mentereng-menterengan bahwa institusinya telah mengikuti teknologi informasi, tapi nyatanya informasi yang diberikan justru informasi yg kurang penting.

Dulu saya pernah mengkritik websitenya SPS UGM (2007) yg terkesan tidak terkelola dengan baik, informasi yg saya perlukan terkait kegiatan akademis tidak dapat diperoleh di indukan instutisi sebesar SPS UGM. Apalah artinya kata teknologi informasi yang diagungkan itu.

Apakah kita ini masih mengandalkan informasi gethok tular dari mulut ke mulut… katanya si anu… katanya si fulan… tidak ada naskah tertulis yang menguatkan akan sumber resmi informasi itu. Malu rasanya kalau mengaku suatu lembaga sudah menerapkan TIK tetapi informasi atas nama lembaga yg diperlukan masyarakat nyatanya tetap sulit untuk diperoleh.

Salah satu contoh kasus yang terjadi di situs DEPARTEMEN AGAMA RI. Coba berapa banyak pengunjung blog ini yang mengungkapkan kekecewaannya soal ketidakpastian pengumuman hasil tes beasiswa S2 2009 dari depag untuk guru-guru dan pengawai itu. Karena satu-satunya website resmi DEPAG yg dijadikan kiblat untuk itu, tidak mengumumkan kapan akan diumumkan hasil tes itu. Sebenarnya pengunduran suatu pengumuman tidak akan terlalu mengecewakan kalau saja secara resmi Depag menuliskan di situsnya sehingga setiap orang yang berharap mendapatkan kejelasan kapan pengumuman akan diberikan. Hal ini tentu sangat efektif untuk memberikan kepastian, tidak harus sesorang membuang waktu tiap detik membuka atau mencari info dari situs suatu lembaga. Apakah pantas jika seorang pejabat lalu bilang sabar… sabar… tanpa kepastian. Untuk apa teknologi ada kalau begitu. Mari kita tunjukkan profesionalitas suatu lembaga.

Rupanya perlu penegasan bahwa website dibuat itu demi efektivitas kinerja suatu lembaga terutama informasi layanan publik, ini yang perlu disadari oleh situs-situs pemerintah.  Situs dibuat bukan untuk sekedar punya saja. Semoga efektivitas dan efisiensi kerja terkait informasi dan komunikasi publik di situs lembaga pemerintahan di negeri ini menjadi semakin baik.

Berbeda dengan suatu weblog yang memang dibuat sekedarnya saja, semaunya pemilik, mau ditulisi sekali saja semenjak dibuat atau diisi kata-kata sampah tak berguna rutin. Tidak ada tanggung jawab melekat membebani. Yah seperti isi blog ini hehehe.

Ditulis dalam Beasiswa, Guru, Komputer, Pendidikan | 7 Komentar »

Memposisikan Diri Ketika Lingkungan Terpuruk

Ditulis oleh Urip.WP.Com di/pada 31 Mei 2009

Hampir 2 tahun tidak beraktivitas di depan kelas. Mungkin akan canggung lagi nanti. Tahun pelajaran depan akan kembali menjalankan rutinitas untuk menjadi guru… Guru yang lebih baik dan semangat baru. Namun semalam mendengar cerita teman sebantal bahwa banyak rekannya yang untuk memperoleh pengakuan jenjang pendidikannya ditempuhnya segala cara. Mereka ini adalah guru. Guru yang harus mendidik anak manusia.

Sekarang bagaimana kita yang berusaha untuk sedikit lebih baik bersikap jika berada dalam lingkungan “tercemar”?

Ditulis dalam Guru, Mengajar, Pendidikan | 2 Komentar »

Pembelajaran Kimia via Linux

Ditulis oleh Urip.WP.Com di/pada 24 Mei 2009

Software dari Linux4Chemistry

Dari sekian banyak software untuk pembelajaran kimia mulai dari simulasi/peragaan kegiatan lab hingga detail suatu teori ilmu kimia yang banyak bertebaran di jagad maya, Linux4Chemistry adalah salah satunya. Meski demikian dari tautan yang tersedia beberapa di antaranya ada tersedia software yang bisa dijalankan dengan OS windows.

linux4chemistryKita bisa mencari software mulai dari yang open source, freeware, hingga yang komersial, disesuaikan keperluan dan kemampuan untuk membayar. Dua yang pertama adalah pilihan yang sangat cocok dengan kantong kebanyakan orang Indonesia.

Kontennya mulai dari yang sederhana (sekedar menggambar struktur kimia) hingga yang kompleks (misalnya simulasi dinamika molekuler dengan QM/MM).menu linux4chem

Ok ini sekedar informasi, selamat berselancar di dunia kimia dalam linux.

Ditulis dalam Belajar, Guru, Kimia Komputasi, Komputer, Linux-Pemula, Mengajar, Pelajaran Kimia, Pengajaran Kimia, Software | yang berkaitan: , , , | 3 Komentar »

Kemiripan Sisi Pendidikan Korsel-Indonesia

Ditulis oleh Urip.WP.Com di/pada 17 Mei 2009

Korea Selatan yang dikenal dengan kehebatan para ilmuwan hingga level dunia, ternyata ada juga lubang sisi pendidikannya. Ah wajar, di negara manapun akan sama.

Membaca satu artikel di Radar Yogya 16 Mei 2009, tersiar berita bahwa guru di Korsel rawan diSUAP. Akan diadakan “razia guru yang bisniskan nilai siswa”. Komisi antikorupsi Korsel yang menjelang hari guru di Korsel melakukan razia kepada sekolah-sekolah yg dipiih secara acak terkait dugaan suap yang dilakukan wali murid kepada guru agar mendapatkan nilai baik atau mendapat perhatian lebih. Suap tersebut dalam bentuk bingkisan atau “amplop” yg dikenal dengan istilah Chonji. Rupanya praktik Chonji ini diberitakan telah mendarah daging di sana.

Bagaimana dengan di Indonesia?

Terkait nilai terutama nilai yg menentukan nasib (dari Ujian Nasional itu) banyak pihak yg mungkin melakukan hal serupa seperti guru-guru di Korsel. Bahkan di Indonesia tidak perlu disuap-pun guru-guru akan membantu “memperbaiki nilai-nilai” muridnya. Semua itu demi kepentingan pribadi.

KPK Indonesia yang preastasinya cukup bagus dan ditakuti para koruptor sudah saatnya merambah dunia pendidikan terutama di tingkat pelaksana pendidikan dalam hal ini sekolah. Bukan hanya yg level puncak. Justru pada lini inilah akan diletakkan dasar-dasar watak manusia Indonesia agar tidak terpincut untuk bertindak korupsi nantinya. Bagaimana pendidikan bisa lebih baik kalau guru-gurunya juga suka disuap, (padahal sudah bisa makan sendiri hehehe). Korupsi yang sering terjadi dikalangan pendidik bukan saja soal uang yang membuat perut tak akan kenyang, tapi soal korupsi waktu. Banyak kegiatan pembelajaran di kelasnya di bengkalaikan tanpa ada alasan yang masuk akal. Padahal dirinya sudah berjanji untuk mengabdi jadi guru. Di daerah-daerah pelosok yang masyarakatnya kurang banyak perduli dengan pendidikan hal ini sering sekali terjadi. Karena tidak ada pengawasan yang cukup. Akibat selanjutnya adalah kesemramutan pelaksanaan pembelajaran. Di akhir tahun terjadilah gerilya “memanipulasi angka-angka” agar sekolahnya tidak dipandang buruk.  Yah hancur…

Untuk memperbaiki citra, tentu paling gampang adalah dimulai dari pribadi guru itu sendiri. Penanaman tekad bahwa gaji yg kita terima akan mengalir dalam darah dan seterusnya, maka akan dengan sendirinya korupsi atau tindak manipulasi apapun jenisnya tidak perlu terjadi lagi.

Mari… kita para guru perbaiki diri, perbaiki pendidikan anak-anak kita, untuk tidak lagi bertindak “korupsi”, tidak lagi bertindak suka memanipulasi nilai dan mau disuap, dengan harapan menghasilkan manusia yang berbudi.

Ditulis dalam Belajar, Guru, Mengajar, Pendidikan, Ujian Nasional | 4 Komentar »