Ditulis oleh Urip.WP.Com di/pada 21 November 2009
Siapa yg gak kenal Youtube. Gudang pemyimpanan video2, video apa saja. Termasuk yag terkait pendidikan utamanya pembelajaran. Hanya saja kebanyakan dari pengakses kadang tidak memiliki kecukupan bandwidth untuk dapat mengambil dan memanfaatkannya. Jika pemerintah perduli untuk memfasilitasi sekolah agar bisa menggunakan IT maka semestinya disediakan bandwidth yang cukup lebar. Untuk yg terakhir ini kita tunggu saja janji pak Mendiknas.

Karena lemahnya kemampuan berbahasa Inggris bagi kebanyakan guru atau orang Indonesia maka jika mencari pembelajaran kimia yg berformat video di youtube jarang kita dapati. Barangkali sih banyak yang sudah membuat tetapi mereka tidak mau berbagi. Budaya orang Indonesia memang tidak banyak yg mau berbagi ilmu (tapi pasti ada saja yg mau berbagi). Saya sendiri memang belum pernah buat video. Sekali lagi ini budaya kita orang Indonesia maunya mengambil untung dan tidak mau berbagi.
Keterbatasan itu akan teratasi kalau kita menggunakan kata kunci berbahasa Inggris. Sudah dipastikan video yg kita lihat adalah berbahasa Inggris juga. Peran guru di sini adalah menjelaskan kepada siswa maksud dari tayangan untuk membantu memahami konsep yang sedang mereka tonton. Jika tidak paham bahasa Inggris kita bisa menelusuri asal video itu karena biasanya sumber web peng-unggah disertakan. Di sana setidaknya deskripsi tentang video yang ditayangkan ditulis. Masih tidak ngerti juga dengan tulisan yang berbahasa Inggris atau bahasa asing lainnya? Gunakan penterjemah google.
Video youtube memang tidak sekoyong-koyong bisa di download. Jika kita menggunakan Mozilla Firefox kita bisa menambahkan “addons” yang dapat memfasilitasi download video dari youtube atau web penyedia layanan akses video lainya (metacafe, google videos). Install add ons tersebut kemudian restart firefox anda maka kita bisa memanfaakan add ons itu untuk mendownload video yg kita maksud.
Setelah terdownload dengan benar video tersebut bisa kita sisipkan dalam pengajaran baik dalam bentuk slide presentasi atau secara terpisah. Ini diperlukan LCD Proyektor dan komputer. Jika tidak tersedia fasilitas tersebut kita bisa mengemas video2 dalam bentuk keping VCD yang dapat ditayangankan dengan media televisi melalui video player.
Ditulis dalam Belajar, Guru, Internet, Kimia, Komputer, Mengajar, Pendidikan, Pengajaran Kimia | Bertanda: film kimia, media pembelajaran, pembelajaran kimia, Pengajaran Kimia, teknologi pembelajaran, video, video kimia, video pelajaran kimia, youtube | 2 Komentar »
Ditulis oleh Urip.WP.Com di/pada 19 November 2009
Cukup banyak organisasi guru di negeri ini. Yang cukup besar adalah PGRI, FGII dan yang merambat untuk eksis adalah KGI. Dari ketiga organisasi guru tersebut, saya mencoba untuk mencari keberadaan situs resminya. Anehnya situs PGRI dan FGII yang cukup besar itu tidak dapat saya jumpai menggunakan mesin pencari secanggih google atau yahoo. Yang eksis hanyalah KGI… Hidup Klub Guru Indonesia – Sharing & Growing Together.
KGI dengan websitenya di http://klubguru.com selalu update dengan berbagai berita menarik terkait pendidikan, konsisten dengan program-program nyata yang menyentuh guru untuk peningkatan profesionalismenya. Semoga KGI tumbuh secara sehat tetap mandiri di seluruh pelosok negeri. Berbeda dengan organisasi guru seniornya, KGI justru lahir karena keperdulian insan-insan “muda” terhadap kondisi guru.
Dari deskripsi di milis klubguruindonesia, KGI merupakan komunitas yang dibentuk agar para guru dapat saling bertemu, saling belajar, berbagi pengalaman dan informasi dalam segi pengetahuan dan wawasan tentang berbagai metode, konsep, dan pendekatan baru dalam dunia pendidikan. Dengan motto “Sharing and Growing Together”, Klub Guru akan menjadi komunitas yang tepat bagi para guru dan siapa saja yang tertarik dan peduli pada pentingnya memajukan dunia pendidikan dan keguruan di Indonesia.
Setiap saya ngobrol dengan rekan guru yang baru saya jumpai dan saya tanya tentang KGI mereka banyak yang tidak tahu apa itu KGI. Padahal mereka kesehariannya sering mengakses internet. Ini dapat saya kira bahwa mereka kurang ada keperdulian terhadap keberadaan oragnisasi profesi-nya. Kalau PGRI mereka sangat mengenalnya. Meskipun sering dijumpai banyak guru yang mengaku anggota PGRI tapi kiprah PGRI saat ini apa mereka tidak tahu. Di daerah saya yang mereka sadari adalah guru sering dimintai iuran entah untuk kegiatan apapun itu dan mereka para guru tidak dapat menikmatinya. Alasannya karena kegiatan yg mereka ikuti tidak dapat menyentuh keprofesionalan seorang guru. Berbeda dengan KGI. Setidaknya itu yg saya rasakan.
Kembali ke hal soal keberadaan organisasi guru di dunia maya. Keseriusan suatu organisasi bisa juga ditilik dengan keseriusannya mempublikasi diri. KGI sangat intens. Milisnya selalu ramai. Program kerjanya nyata menyentuh secara langsung meskipun belum setiap daerah ada cabangnya. Keberadaan di setiap daerah perlahan lahir secara sporadis. Konten yang menarik dari situs KGI dan dinamis meyakinkan bahwa KGI digarap dengan serius. Coba anda telusuri sendiri.
Kita bisa melihat agenda yang nyata. Bahkan setiap daerah yang telah memiliki cabang ada suatu keharusan untuk mengadakan kegiatan keprofesionalan guru minimal sekali sebulan. Karena KGI lahir dan dilahirkan oleh insan yang perduli dengan pendidikan maka tidak ada kevakuman dalam kegiatan. Semua dilibatkan. Tidak lepas dari aktivitas pengurusnya yang juga aktif di milis maka mungkin akan memalukan jika sampai website KGI tidak terupdate secara baik.
Kadang ada rekan guru yang bertanya, mengapa harus gabung atau ikut di KGI, toh yang ada saja selama ini semacam PGRI ia kurang mendapatkan manfaat berarti dan bersentuahan secara langsung dengan profesianya. Maka saran saya coba buka saja websitenya KGI dan bandingkan dengan website PGRI atau FGII (itupun kalau ketemu). Saya tidak bermaksud untuk menjelekkan PGRI atau FGII tapi itu adalah kenyataan manakala saya mencari eksistensi keduanya di dunia maya tidak saya temukan. (atau saya saja yg gak ngerti cara menemukannya). Mudahan setelah tulisan ini terpublish maka kedua organisasi guru terbesar itu sudah bisa kita dapati. Tentu untuk memperoleh hal-hal yg up to date.
Saya melihat kepengurusan oragnisasi2 guru kebanyakan dipegang oleh orang2 yang dengan IT tidak familiar, baik di pusat ataupun di daerah. Ini semestinya bukan halangan untuk bisa eksis di dunia maya. Mereka bisa menempatkan atau membayar untuk mempublikasikan diri. Tapi nyatanya…? Karena KGI hadir dan dibidani dari mereka yg melek IT maka tidak heran kalau KGI keberadaannya “luar biasa”.
So…?!
Ditulis dalam Guru, Pendidikan | Bertanda: fgii, Guru, kgi, organisasi guru, pgri | 3 Komentar »
Ditulis oleh Urip.WP.Com di/pada 14 November 2009
Bukan hanya dunia hukum di Indonesia yang carut marut, dunia pendidikan di negeri ini juga demikian terutama sistem dan pelaksanaan ujian nasional.
Jika di dunia hukum dikenal mafia peradilan, makelar kasus, maka di dunia pendidikan ada yg namanya mafia ujian nasional. Ini bukanlah rahasia lagi, meskipun pembuktian sulit dilakukan.
Kondisi tersebut secara tidak langsung diiyakan oleh Ketua Umum PGRI sebagaimana yang ditulis kompas edisi cetak hari ini. Pimpinan daerah dan kepala dinas pendidikan melakukan penekanan kepada para kepala sekolah dan guru. Bahkan secara diam-diam mereka “mengunakan cara yang tidak pantas”. Semua demi gensi. Gengsi daerah agar dipandang berhasil bla bla bla bla.
Saya tidak tahu persis seperti yg terjadi di propinsi tempat saya bertugas beberapa tahun lalu karena kehebatannya akhirnya propinsi ini menempati peringkat kelulusan tertinggi di negeri ini. Seperti yang pernah saya tulis di sini. Inikah gengsi? Apa yang dirasakan masyarakat setempat dengan “prestasi hebat itu”. Nihil…
Bahkan ada isu seorang kepala dinas pendidikan yang dipindahkan ke dinas lain lantaran tidak bisa memenuhi keinginan pimpinan daerah. Kepala dinas tersebut enggan untuk melakukan “tindak mafia UN” yg berdampak wilayah yg dikuasainya banyak yang tidak lulus ujian nasional. Naif sekali.
Peran pimpinan daerah semakin kini sepertinya semakin kuat saja intervensinya dalam dunia pendidikan. Bahkan apa yg terjadi di suatu sekolah pun “diobok-obok”. Kemandirian sekolah seolah-olah terkebiri. Entah apa yang terjadi dengan pelaksanaan ujian nasional tahun depan.
Tahun depan rencananya pelaksanaan ujian nasional akan diperketat pengawasannya. Pengawas-pengawas itu juga manusia. Seberapa baikkah mental pengawas, pelaku rekap data hasil ujian dan pihak terkait lainnya? Inilah adanya.
Dimanakah nurani mendidik para guru dan kepala sekolah dalam mengantarkan siswa agar sukses ujian. Mereka-mereka itu sering mengajarkan kejujuran dalam berprilaku. Namun cara-cara kotor pun ia lakukan. Cara kotor yang tidak benar ia lakukan agar sekolahnya “sukses” melewati ujian. Tak ayal lagi sukses semu-lah yg akan dicapai. Kebanggaan yang kosong tak berisi.
Tentu di negeri ini masih ada kepala sekolah dan guru yang anti dalam tindak “kejahatan” dalam ujian nasional. Cara-cara elegan masih mudah dilakukan dengan tanpa resiko. Mengapa melakukan mafia ujian yg penuh resiko?
Ditulis dalam Guru, Pendidikan, Ujian Nasional | 4 Komentar »
Ditulis oleh Urip.WP.Com di/pada 14 November 2009
Introspeksi diri
Tidak satupun siswa saya yang tidak pintar. Yang ada hanyalah para siswa pemalas. Mengapa mereka menjadi malas? Mereka tidak tahu bagaimana cara dirinya bisa belajar dengan benar. Akibat tidak tahu cara belajar yg benar, mereka tidak bisa menikmati proses pembelajaran baik di kelas atau di rumah. Akhirnya berbagai materi prasyarat untuk bahasan berikutnya tak dimiliki.
Jika sudah demikian maka pembelajaran tersendat. Masih mending hanya tersendat sesaat. Lebih parah adalah materi mendasar yg semestinya ia sudah kuasai di tingkat SD ia-pun lemah. Pondasi dasar jadi rapuh. Kalau sudah demikian bagaimana mesti bisa dibangun bangunan materi belajar lebih tinggi?
Suatu peristiwa sesaat saya bertindak sebagai guru pengganti guru matematika. Pokok bahasannya adalah persamaan kuadrat. Saya dapati siswa yang masih belum dapat menyelesaikan proses pengurangan 36 – 40… hasil hitung siswa itu adalah 0,6. Proses berhitungnya adalah dengan melakukan proses perhitungan yang disusun vertikel layaknya penghitungan biasa. Ini adalah siswa kelas X setingkat SMA. Bahkan proses perhitungan perkalian bilangan 1-10 juga ada yang tidak hafal.
Peristiwa di atas saya yakini terjadi di kelas lain (sekolah lain juga) bahkan level yg lebih tinggi. Saling mempersalahkan bukanlah solusi yg mesti segera. Yang perlu adalah bagaimana guru membantu siswa untuk dapat mengatasi kelemahannya.
Program remedial yang secara ideal akan dapat membatu siswa-siswa “payah” dapat diterapkan. Tentu jika dalam kelas siswanya tidak berjubel. Ada perhatian khusus dari guru mata pelajaran untuk siswa tersebut. Walaupun maksud remedial adalah untuk pelajaran yg “baru berlangsung” namun jika didapati siswa seperti kasus di atas maka bukan remedial lagi namanya. Tapi kasus seperti itu dapat segera diatasi dengan menunjukkan cara penyesaian proses hiutng yg simpel itu. 2 – 3 kali dilatih akhirnya toh mereka bisa.
Kemacetan itu adalah sesaat. Selanjutnya proses pembelajaran akan dapat berjalan lancar. Penemuan-penemuan kesulitan belajar selama proses belajar yang seperti tadi perlu penanganan yg segera. Perlakuan itupun tidak perlu waktu ekstra. Kadang memang guru kurang mau perduli dengan keadaan siswanya. Akibat berikutnya adalah selalu sulit dan sulit saja siswa mengikuti pembelajarannya. Siswa jenuh, bosan, dan bisa saja berakibat lebih jelek.
Jadi dalam keadaan seperti itu yg diperlukan adalah guru mau untuk selalu mengamati kondisi siswa. Segera membantu mencarikan solusi bagi siswa yang biasa di klaim siswa yg bodoh. Jika tidak maka bisa saja sebutan itu akan berbalik kepada sang guru… gurunya yg gak pinter sebagai guru.
Ditulis dalam Belajar, Guru, Mengajar, Pendidikan | Bertanda: kesulitan belajar, matematika, siswa | Leave a Comment »
Ditulis oleh Urip.WP.Com di/pada 7 November 2009
Seleksi kolom biasanya hanya bisa dilakukan kalau kita menggunakan tabel atau aplikasi spreadsheet. Namun kadang kita memerlukan pemilihan teks tertentu yg berada pada kolom pada tulisan yang bukan berbentuk tabel.
Kate adalah teks editor seperti teks editor kebanyakan, namun ia memiliki kemampuan untuk seleksi mode kolom. Untuk melakukannya klik Edit > Block Selection Mode atau dengan menekan Ctrl+Shift+B selanjutnya bisa dilakukan seleksi mode kolom pada deretan teks yang ada pada suatu kolom. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Komputer, Software, Tips - Trik | Bertanda: kolom, linux, openoffice, seleksi kolom, text editor | 4 Komentar »
Ditulis oleh Urip.WP.Com di/pada 31 Oktober 2009
Kemarin saya baca di Kompas.com, bahwa guru perlu di sebar kembali ke daerah-daerah yg benar-benar memerlukan guru. Suatu fakta bahwa memang tidak sedikit di wilayah perkotaan yang “enak” menumpuk guru-guru yg semestinya tidak perlu terjadi. Tidak terjadi kalau saja pihak berwenang tahu soal kebutuhan akan guru tertentu. Jika sudah demikian mereka akan berkomentar bahwa me-redistribusikan guru merupakan pekerjaan yg tidak mudah. Nyatanya juga guru-guru akan enggan karena sudah “mapan”. Inilah dampak kebijakan yang amburadul dalam sistem penempatan guru.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Guru, Mengajar, Pendidikan | 2 Komentar »
Ditulis oleh Urip.WP.Com di/pada 26 Oktober 2009
Makian Diri
Siswa di sekolah selalu mendengarkan saran dari guru agar dirinya selalu belajar, rajin belajar, giat belajar, bersemangat belajar. So… apakah para guru itu juga rajin belajar, mencermati apa yg akan diajarkannya? Jika guru itu juga punya aktivitas belajar serajin yg ia sarankan kepada muridnya, maka guru akan menjadi pintar terkait penguasaan materi pengajarannya, menguasai teknik pengajarannya, membuat siswanya selalu tertarik dengan pelajaran yg dibawakannya. Namun apa yg terjadi di kebanyakan sekolah di negeri ini?
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Belajar, Guru, Mengajar, Pendidikan | Bertanda: Belajar, Guru, Pembelajaran Diri, profesionalitas guru, update diri guru | 7 Komentar »
Ditulis oleh Urip.WP.Com di/pada 26 Oktober 2009
Ditulis dalam Belajar, Dari Google, Internet, Komputer, Software, Ubuntu-Pemula | Bertanda: huawei 156, huawei 160, im2, indosat, modem 3G, setting modem, ubuntu, wvdial | 1 Komentar »
Ditulis oleh Urip.WP.Com di/pada 19 Oktober 2009
Kembali otak-atik Ubuntu Linux. Fokusnya adalah optimalisasi kemampuan ubuntu untuk pengajaran kimia dan ilmu kimia sendiri. Dari list synatic package manager (SPM) ubuntu cukup banyak aplikasi terkait kimia yang memungkinkan digunakan dalam mendukung pembelajaran kimia di sekolah.
Beberapa deskripsi aplikasi-aplikasi tersebut sebagai berikut:
Xdrawchem (Chemical structures and reactions editor)
Xdrawchem adalah editor 2D untuk struktur dan reaksi kimia. Kemampuannya merupakan bayangan program komersial ChemDraw, terutama untuk 2D-nya.
GChempaint (2D chemical structures editor for the GNOME2 desktop)
GChempait adalah aplikasi yg mirip dengan Xdrawchem, namun ditambah dengan kemampuannya membuat dokumen dengan berbagai interface. Gambar berbagai molekul hasil GChempaint ini dapat disearch pada NIST Webbook and PubChem.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kimia, Kimia Komputasi, Komputer, Pendidikan, Pengajaran Kimia, Software, Ubuntu-Pemula | Bertanda: aplikasi kimia, bkchem, chemeq, chemtool, easychem, gambar, gchempaint, gelemental, gperiodic, horae, kesetimbangan kimia, linux, mekanika kuantum, openbabel, pembelajaran kimia, psi3, struktur senyawa, ubuntu, xdrawchem, xmakemol | 5 Komentar »
Ditulis oleh Urip.WP.Com di/pada 17 Oktober 2009
Lama tidak menulis di blog ini serasah jenuh. Sejenak ingin memanjakan diri untuk tidak ini itu (maunya santai). Tiba-tiba saat baca-baca tulisan terbersit untuk menulis kembali. Entah apalah jadinya. Yang jelas tuts keyboard ini harus ditekan.
Sejak pertengahan Agustus aktifitas di sekolah mulai dijalani, meskipun banyak sekali kegiatan2 yg menyebabkan berkurangnya jam efektif dan sedikit banyak mengurangi greget untuk segera mengajar. Situasi gak mendukung…
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Guru, Mengajar, Pendidikan | 4 Komentar »