Blog ini media saya belajar menulis dan ungkapan pribadi. Kritik saran terhadap tulisan blog ini serta hal lain silahkan disampaikan di Ruang Tamu 3. Terimakasih
Pagi ini menjelajah youtube.com. Dengan kata kunci sangat umum sy ketikkan “chemistry song”. Yang muncul adalah banyak sekali karya kreatif terkait kimia. Mulai dari yg tidak merdu hingga yg sangat merdu mengikuti lagu2 terkenal yang diganti liriknya saja. Yang paling merdu dan enak di dengar dengan dentingan gitar-nya adalah lagi bertitel PERFECT CHEMISTRY miliknya Tiffany Alvord. Meskipun tidak berhubungan dengan dunia kimia secara nyata. Kata chemistry sekarang menjadi kata yg sangat umum dengan pemaknaan “jiwa-sense-esensi-rasa”.
BTW siapakah gerangan Tiffany Alvord yang suaranya merdu dengan wajah cantik itu? Tak terlalu banyak yg saya peroleh informasi terkait diri gadis ini. Tadinya saya mengira pasti artis terkenal yang saya tidak mengenalnya. Ternyata hasil browsing pagi ini dia adalah orang yang terkenal gara-gara menyanyikan banyak lagu dari karangnya sendiri untuk diproduksi sendiri dan dipublikasikan secara gratis melalui media www.youtube.com. Dari karyanya yg ada di youtube itulah dia menjadi TENAAAAAAR. Luar biasa…. Bahkan menurut wikianswer.com pelanggan yg sudah menikmati karya dan suara merdu gadis ini sudah mencapai lebih dari 38.000 pelanggan. Cerdas untuk menjadi terkenal… dengan kepiawaiannya memetik gitar memainkan piano.
Malam ini di Singapura adalah malam yg bersejarah semenjak perjalanan kami dari Jakarta-Sydney-Singapura selama 30 hari ini. Pasalnya karena suatu sebab yg biasanya kami makan pagi dan malam dijamu di hotel RELC dengan menu monoton tapi mengeyangkan perut ala asia. Untuk makan siangnya kami biasa makan di tempat yang kami kunjungi. Karena hari ini kami tidak ada kegiatan maka kami diberi uang sebagai ganti jatah makan siang dan makan malam sebesar 20 $ Singapura.
Hampir semua kawan hari minggu memanfaatkan waktu luang dengan jalan2 entah ke mana. Hanya ada beberapa rekan yg enggan jalan2 untuk bermalas-malasan seperti sy. Akhinya makan siangpun terlewatkan begitu saja. Kami putuskan makan siang pakai mie instan… sungguh terpaksa. Sejenak setelah selesai menyantap mie made in Vietnam telepon kamar berdering, dari kamar lain mas Rizal (sang koordinator kegiatan) menelpon menawarkan untuk turut serta makan di luar dengan masakan halal. Dengan halus saya menolak karena baru menyantap mie instan ala Vietnam itu (seporsi 1,5 $S’pore).
Sorenya perut mulai terasa perlu diisi lagi. Menurut berita teman dari kamar sebelah bahwa di bar hotel kami menginap tersedia nasi lemak… Kalau istilah Jogya ma nasi kucing. Mirip banget. Nasi dibungkus dengan kertas dan dilapisi daun pisang. Isinya seonggok nasi uduk dengan sebungkus plastik kecil berisi sambel yg kurang pedas, ikan teri kering dengan kacang tanah, ditambah ikan peda semi asin. Sepertinya pas banget dengan selera makan Endonesya saya. Betul mirip banget dengan nasi kucing ala jogya. Simak saja gambar berikut.
Sapa sangka bisa berjumpa nasi dengan ikan dalam bentuk ikan. Selama ini ikan selalu tidak berbentuk ikan. Ternyata ada juga di Singapura makanan nikmat senikmat nasi lemak alias nasi kucing. Hebatnya lagi ini dijual di hotel tempat kami menginap. Luar biasa… Mau coba silahkan datang ke RELC International Hotel di Singapore. Dengan 1,3 $S’pore kita bisa menikmati nasi kucing ala Singapore.
Dunia gambar adalah dunia yang hampir buat semua orang akan menarik dan mudah untuk dicerna. Pesan-pesan melalui gambar dan berbagai percakapan akan mudah diikuti. Hanya “sense” untuk pembuat kartun-lah yg menentukan. Siapapun bisa membuatnya. Menuangkan ide melalui gambar2 unik untuk dijadikan alternatif media belajar siswa. Boleh guru yang membuatnya atau bahkan untuk membangkitkan kreativitas anak, untuk membuat kreasi diri.
Saat ini membuat sebuah gambar kartun tidaklah terlalu sulit. Fasilitas yang tersedia melalui dunia maya (internet) sudah cukup banyak. Berbagai karakter dan dukungan bahasa untuk percakapan pun tersedia. Namun sayang hanya beberapa saja dari kita yang dapat memanfaatkannya.
Salah satu yang memberikan kemudahan untuk kreatifitas guru dan siswa bisa di coba di website www.toondoo.com. Silahkan register (gratis) kemudian silahkan jelejah berbagai tool yg ada. Jangan ragu untuk mencoba klik semua tool, tak lama kita akan dengan mudah membuat suatu tema kartun yang akan menarik buat siswa, mulai dari tingkatan sekolah dasar hingga sekolah menengah. Bisa diaplikasikan untuk pelajaran matematika, sain, sosial, agama, atau pelajaran lainnya. Motivasinya adalah membuat pelajar tertarik dengan tema yg kita suguhkan. Bila perlu siswa diminta membuat sendiri dengan tema yg telah guru tentukan. Bahkan hasil kreasi itu bisa dicetak dalam format buku, atau di share (dipamerkan) untuk saling memberi masukan.
Selamat mencoba bagi yg pertama kali kenal. Ini adalah alternatif media pembelajaran dengan perlu usaha hanya klik dan klik saja. So pasti perlu akses internet. Kalau di sekolah belum ada akses internet… lapor sama pak menteri pendidikan, karena itu program 100 harinya dia menjalankan tugasnya. Tagih deh.
Kita semua pasti tidak asing dengan nama-nya email. Bukan nama orang. Elektronic mail. Surat elektronik. Bukan surat yg dikirim via alat elektronik seperti radio atau handytalky atau pesawat orari atau sejenis-nya . Pemberi layanan email secara gratis yang terkenal di antara dari yahoo, gmail. Jika kita ingin punya alamat email biasanya berformat “namapengguna”@yahoo.com atau dot apalah, atau “namapengguna”@gmail.com misalnya. Jadi bersifat umum pengalamatannya.
Ada pemberi layanan email gratis yg baru saya dapati (basbang ya okelah), yg memberikan domain email sesuai profesi kita. Kalau saya berprofesi sebagai guru maka domain yg saya pilih adalah teacher.com, atau teachers.org. Lengkapnya misalnya uripsaja@teacher.com. Kalau anda seorang programmer, maka anda bisa memilih “namaanda@programmer.net. Bahkan juga bisa memilih domain sesuai hobby, lokasi anda tinggal (kalau tersedia), atau just fun/miscellaneous. Cukup banyak pilihan untuk domain mail kita di sana.
Membuatnya tidak sulit. Layaknya anda membuat email di domain yahoo atau gmail atau yg lainnya itu.
Berminat…? Silahkan buka mail.com dan Sign Up di Mail dot com. Anda akan menjumpai form seperti di bawah ini. Isi dengan lengkap dan benar, maka anda sudah memiliki email dengan domain yg anda sukai.
Ujian nasional merupakan permasalahan yang muncul karena mental manusia Indonesia belum siap. Selain itu penyebabnya adalah ketidaksiapan mulai dari pemerintahan pusat hingga tingkat persekolahan yg berharap “kualitas” pendidikan di wilayah kekuasaannya ingin “terlihat berkualitas”.
Dari ketaksiapan akhirnya tindak tak bermoral dari sisi pendidikan dilakukannya juga. Apapun sistem pengawasan yg dilakukan tapi pada penghujung pelaporan dan rekap hasil ujian mereka masih berkesempatan bisa memainkannya. Inilah mafia dalam ujian nasional yg sulit diberantas, seperti mafia peradilan pada umumnya. Anehnya hal ini terjadi dari waktu ke waktu. Bukti untuk itu tidak akan nampak di depan mata. Karena semua pihak yg berkepentingan menutup dengan perkataan “ini rahasia kita bersama, jangan bilang-bilang”.
Kalaupun pada saat ujian penyelewengan atau tindak curang dapat ditekan, maka di level rekap dan pelaporan hasil ujian akan “lebih aman”, karena hanya melibatkan beberapa pihak. Dan “kucuran dana” untuk hal itu semakin menggiurkan dari segi besaran. Prinsipnya sama-sama menyenangkan. Dalam hal ini mental kita pada bobrok. Sekali lagi apapun sistem pengawasan yg dilakukan tidak akan membawa hasil. Sudah menjadi “rahasia bersama”.
Soal standardisasi hasil pengajaran apakah perlu? Kita melakukan pendidikan ini adalah untuk kesiapan dalam menghadapi kehidupan yang tidak hanya dapat diukur dari angka-angka. Lantas mengapa perlu dilakukan standardisasi, apakah manusia hidup perlu terstandardkan juga? Suatu bukti bahwa “manusia sukses” ukurannya bukanlah angka prestasi atau nilai di atas kertas. Namun “manusia gagal” bisa saja disebabkan akibat gagal lulus ujian nasional, mereka bisa stress, bisa gila, bahkan bisa bunuh diri.
Sebagai orang tua yang sekaligus guru, hasil belajar yg dirasakan siswa adalah semu dan sangat buruk. Hasil-hasil ujian hanya merupakan penghibur manakala melewati ambang batas yg ditetapkan. Bisakah mereka bertahan untuk hidup dengan memiliki angka ujian melewati ambang batas?
Okelah dengan dalih bahwa ujian nasional bukanlah satu-satunya faktor penentu. Memang benar itu. Tetapi gara-gara ujian nasional bisa “menjerumuskan” seseorang. Ada guru tertangkap basah membantu siswa-nya. Ada kepala sekolah mengintimidasi guru yang tidak pro-aktif dalam “membantu siswa”. Ada kepala dinas pendidikan yg dimutasikan gara-gara tidak mau membantu mendongkrak rata-rata nilai ujian nasional di suatu daerah. Memberikan kesempatan kepada orang untuk membocorkan soal ujian nasional. Menginstankan belajar hanya dengan bisa menjawab soal. Padahal belajar itu adalah suatu proses. Di ujian nasional belum tergambar standar proses belajar seorang siswa. Apakah tak terpikirkan oleh para “pakar” yang dipercayai mengetahui lembaga yg ia pimpin.
Status quo bahwa ujian adalah proyek yang menyedot dana besar agar bisa dinikmati banyak pihak. Membuat sekolah tidak mendidik pihak yg ada dalam sekolah. Kembalikanlah ujian untuk mengukur apa adanya. Tanpa rekayasa. Tanpa pembohongan publik namun dengan kejujuran publik. Biarlah seleksi alam terjadi sehingga apapun hasilnya ujian nasional tidak menentukan seorang siswa lulus atau tidak. Biarlah lembaga sekolah menunjukkan outputnya sesjujurnya, tanpa beban harus sekian-sekian ambang batasnya.
Semoga Indonesia menjadi lebih baik dalam penanganan ujian persekolahan.
Buku-buku persekolahan berbahasa Indonesia akhir2 ini telah tersedia di situs bse.depdiknas.go.id. Sebagai alternatif untuk buku gratis lain meski berbahasa Inggris juga tersedia di situs milik NATIONAL COUNCIL OF EDUCATIONAL RESEARCH AND TRAINING (NCERT) India. Tersedia mulai dari kelas I hingga kelas XII. Mata pelajaran yang tersedia antara lain: Baca entri selengkapnya »
Siapa yg gak kenal Youtube. Gudang pemyimpanan video2, video apa saja. Termasuk yag terkait pendidikan utamanya pembelajaran. Hanya saja kebanyakan dari pengakses kadang tidak memiliki kecukupan bandwidth untuk dapat mengambil dan memanfaatkannya. Jika pemerintah perduli untuk memfasilitasi sekolah agar bisa menggunakan IT maka semestinya disediakan bandwidth yang cukup lebar. Untuk yg terakhir ini kita tunggu saja janji pak Mendiknas.
Cukup banyak organisasi guru di negeri ini. Yang cukup besar adalah PGRI, FGII dan yang merambat untuk eksis adalah KGI. Dari ketiga organisasi guru tersebut, saya mencoba untuk mencari keberadaan situs resminya. Anehnya situs PGRI dan FGII yang cukup besar itu tidak dapat saya jumpai menggunakan mesin pencari secanggih google atau yahoo. Yang eksis hanyalah KGI… Hidup Klub Guru Indonesia – Sharing & Growing Together.
KGI dengan websitenya di http://klubguru.com selalu update dengan berbagai berita menarik terkait pendidikan, konsisten dengan program-program nyata yang menyentuh guru untuk peningkatan profesionalismenya. Semoga KGI tumbuh secara sehat tetap mandiri di seluruh pelosok negeri. Berbeda dengan organisasi guru seniornya, KGI justru lahir karena keperdulian insan-insan “muda” terhadap kondisi guru.
Bukan hanya dunia hukum di Indonesia yang carut marut, dunia pendidikan di negeri ini juga demikian terutama sistem dan pelaksanaan ujian nasional.
Jika di dunia hukum dikenal mafia peradilan, makelar kasus, maka di dunia pendidikan ada yg namanya mafia ujian nasional. Ini bukanlah rahasia lagi, meskipun pembuktian sulit dilakukan.
Kondisi tersebut secara tidak langsung diiyakan oleh Ketua Umum PGRI sebagaimana yang ditulis kompas edisi cetak hari ini. Pimpinan daerah dan kepala dinas pendidikan melakukan penekanan kepada para kepala sekolah dan guru. Bahkan secara diam-diam mereka “mengunakan cara yang tidak pantas”. Semua demi gensi. Gengsi daerah agar dipandang berhasil bla bla bla bla.
Tidak satupun siswa saya yang tidak pintar. Yang ada hanyalah para siswa pemalas. Mengapa mereka menjadi malas? Mereka tidak tahu bagaimana cara dirinya bisa belajar dengan benar. Akibat tidak tahu cara belajar yg benar, mereka tidak bisa menikmati proses pembelajaran baik di kelas atau di rumah. Akhirnya berbagai materi prasyarat untuk bahasan berikutnya tak dimiliki.
Jika sudah demikian maka pembelajaran tersendat. Masih mending hanya tersendat sesaat. Lebih parah adalah materi mendasar yg semestinya ia sudah kuasai di tingkat SD ia-pun lemah. Pondasi dasar jadi rapuh. Kalau sudah demikian bagaimana mesti bisa dibangun bangunan materi belajar lebih tinggi?